My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 48



"Wah, gila..." seru Diana saat kedua bola mata nya itu dengan liar nya menatap setidak sudut apartement Ghiea.


"Ini sih benar benar ya..." sambung Melissa yang juga menatap takjub setiap sisi apartment Ghiea, bahkan kedua sahabat Ghiea itu tidak tahu harus berkomentar apa lagi.


"Bagus kan, girls?" tanya Ghiea.


"Ini sih bukan bagus lagi, Ghe. Luar biasa..." ujar Melissa.


"Aduh, masih ada tidak ya pria seperti Pak Bos itu. Ah, jadi tertarik jadi simpenan..." celetuk Diana yang memang tidak pernah di saring dulu kalau bicara. Ghiea dan Melissa hanya meringis mendengar ocehan sahabat nya itu yang memang sedikit bengkok isi kepala nya


"Menurut aku nih ya..." ujar Melissa sembari memperhatikan beberapa forniture di apartement Ghiea yang seperti nya barang barang impor semua "Ini bukan hanya tentang selingkuhan..."


"Maksud nya?" tanya Ghiea tak mengerti. Sementara Diana sibuk kelayapan mengitari setiap sudut apartement itu yang membuat nya benar benar takjub.


"Coba deh kamu fikir..." seru Melissa "waktu Bu Clara membuat keributan di kantor, siapa yang di bela Pak Xavier? Kamu kan? terus Pak Xavier tidak pernah menutup nutupi ketertarikan nya sama kamu, dia begitu posesif dimana pun, kapan pun dan dalam situasi apapun, dia bahkan cium kamu di depan umum tanpa takut ketahuan. Apa itu layak di panggil selingkuhan? Sementara Bu Clara, istri sah nya, bahkan tidak ada satu pun dari karyawan perusahaan yang pernah melihat Pak Xavier dan Bu Clara berpegangan tangan. Aneh, bukan? "


Ghiea termenung mendengar ucapan panjang lebar Melissa, dan ia pun memang selalu merasakan perasaan aneh setiap kali Xavier menyentuh nya. Ia juga merasa perselingkuhan ini aneh...


"Dan kamu itu pernah hilang ingatan kan, Ghe? Bagaiamana kalau ternyata kamu mantan pacar Pak Xavier yang masih di sayang? Misal, cinta pertama nya begitu?" tanya Melissa kemudian yang membuat ghiea semakin bingung.


Ia tak bisa mencerna apa yang terjadi dan ia tidak ingat apapun tentang masa lalu nya sebelum kecelakaan. Sehingga ia tidak bisa mengangkat kesimpulan apapun sekarang.


"Dan bisa juga, apartment ini memang milik kamu yang dia berikan saat kamu menjadi pacar nya, Ghe..." sambung Diana yang ternyata masih mendengarkan kedua sahabat nya itu dan menangkap obrolalan mereka meskipun mata nya jelalatan kemana mana.


"Tapi apartement ini pasti sangat mahal, satu tahun gaji kita belum tentu bisa untuk membeli apartement ini..." kata Ghiea "Apa iya ada pria yang mau membelikan pacar nya apartment semewah ini?"


"Pasti iya kalau pacar nya sekelas Pak Xavier" tukas Diana sambil terkekeh.


Ghiea yang masih sangat bingung hanya bisa garuk garuk kepala.


"Sudahlah, jangan fikirkan itu. Kita pesan makan saja, aku lapar..." seru Diana kemudian.


"Kalian tidur di sini ya malam ini..." ajak Ghiea dan kedua sahabat nya itu langsung mengangguk setuju secara bersamaan, membuat ketiga nya terkekeh. Kapan lagi mereka bisa menempati apartment milik billionaires seperti ini...


...


Saat ini Xavier berada di hotel setelah seharian bekerja, ia sangat lelah di tambah ia memiliki beban fikiran yang jauh lebih berat dari biasa nya karena Xavier meninggalkan Ghiea sementara Nenek nya sudah mecurigai Xavier.


Xavier mengambil ponsel nya dan mengirim pesan pada Ibu nya, meminta nya menjaga Ghiea dan memastikan bahwa Ghiea baik baik saja.


"Kalau saja waktu itu aku bisa tahan diri, padahal tinggal sedikit..... Lagi..." Xavier menggumam sendiri sembari mendekatkan kedua jari telunjuk dan jari jempol nya sampai hampir bersentuhan.


"Tapi aku sudah tidak tahan dengan kejahilan Ghiea sama si culun, apa lagi si culun malah menyukai Ghiea sama seperti aku menyukai Ghiea dulu..." gerutu nya.


"Semoga saja Nenek ku yang ku sayang tapi sayang nya jahat itu tidak menemukan Ghiea, bisa hancur semua rencana ku..."


...


"Mom, kau sedang apa?" tanya Max karena ia melihat Mommy nya begitu fokus dengan ponsel nya. Sementara Nyonya Leona saat ini sedang membalas pesan Xavier dan meminta Xavier jangan khawatir, Karena ia akan melakukan apapun untuk melindungi menantu tersayang nya itu.


"Tidak sedang apa apa..." jawab Mommy nya kemudian meletakkan ponsel nya di atas meja.


"Kamu masih musuhan sama Diana?" tanya Nyonya Leona kemudian pada Max, dan jangan tanya dari mana Mommy nya itu tahu permusuhan mereka gara gara kaca mata dan kepentok ujung meja, tentu saja Karena Max mengadu.


"Masih, aku masih sangat kesal, Mom..." ketus nya "Aku itu pria dan aku di kerjai oleh wanita urakan seperti Diana, ego ku terluka, Mom" Adu nya yang membuat Mommy nya tersenyum samar.


"Ya sudah sabar, jangan terlalu benci, nanti berubah jadi cinta lho..." tukas sang Mommy.


"Oh, amit amit, Mom. Aku itu tidak mau jatuh cinta sama Diana, nama nya saja yang indah seperti Lady Diana, wajah nya juga cantik seperti nama nya, tapi kelakuan nya, sudah seperti kucing liar..."


"Eh, tapi tadi kamu bilang apa? Nama dan wajah nya cantik seperti Lady Diana?" tanya Mommy nya dan Max mengangguk jujur. Diana memiliki rambut pirang dan kulit nya putih seperti kapas, cantik kan? bibr nya berisi dan mata nya besar, hidung nya mancung dan...


"Aduh, kenapa aku membayangkan wanita urakan itu?" batin nya berteriak tak suka.


"Tapi tetap saja ku tidak mau jatuh cinta sama dia, Mom. Aku mau jatuh nya sama wanita yang seperti Ghie, manis, baik, kalem..." khayal nya yang membuat Mommy nya meringis, karena jika sampai putra sulung nya tahu apa yang di khayalkan adik nya, sudah pasti ini akan menjadi sumber masalah.


"Max sayang, jangan khayalkan Ghiea terus ya..." pinta Ibu nya "Kamu kan tahu, dia punya Xavier.."


"Tapi kan cuma sementara, Mom. Pak Xavier itu sudah punya istri, nanti dia pasti menunggalkan Ghiea, aku akan menunggu hari itu, Mom" ujar Max tegas yang membuat kedua bola mata Ibu nya itu melotot sempurna.


"Tapi, Max..."


Max bergegas ke kamar nya dan itu membuat Ibu nya menghela nafas lesu.


...


Keesokan hari nya...


Ghiea dan kedua sahabat nya yang tidur satu ranjang di ranjang King size itu terbangun saat hari sudah siang, semalam mereka memang begadang karena menonton film dan bergosip dari A sampai Z, menggosipkan tetangga dari yang paling ujung kanan hingga yang paling ujung kiri, membuat mereka tidur sekitar jam dua lebih.


"Bangun, kerja..." Ghiea berseru malas pada Diana yang masih malas malasan di atas ranjang yang sangat empuk itu.


"Enak banget sih ranjang nya, pengen beli, Hua..." kata Diana sambil menguap.


"Cari orang kaya yang sekelas Pak Xavier..." sambung Melissa yang merangkak turun dari ranjang.


"Iya, nanti aku searching deh di Google, siapa tahu ada" jawab Diana yang membuat Ghiea terkekeh.


"Aduh, gila, sudah siang..." pekik Melissa panik saat pandangan nya tertuju pada jam dinding yang menunjukan pukul 8. 15.


Dia dan Melissa pun langsung berlari ke kamar mandi dan mereka mandi bersama biar cepat selesai, sementara Ghiea merangkak malas dari ranjang nya.


Kedua sahabat nya itu tidak membawa pakaian ganti dan Ghiea hendak mencari pakaian nya yang masih ada dalam koper nya karena ia malas untuk menyusun nya di lemari, apa lagi Xavier bilang ia hanya akan di sana selama dua hari.


Ghiea mendapatkan dua kemeja dan satu celana kain, sisa nya hanya jeans, mini dress, kaos dan pakaian casual lain nya.


"Terserah lah ya, mereka mau pakai apa" gumam Ghiea.


Ia pun mencari gantungan untuk menggantung kemeja nya itu, Ghiea membuka sebuah lemari besar dengan pintu kaca yang hanya tinggal di dorong sedikit dan lemari itu pun langsung terbuka lebar. Namun bukan itu yang membuat Ghiea tercengang...


"AAAGGHHHH" teriak nya yang membuat Diana dan Melissa terkejut, kedua nya dengan cepat mengambil handuk dan berlari keluar.


"Ada apa, Ghiea?"


"Kamu kenapa, Ghe?"


"Ini...." Ghiea sedang mengacak ngacak isi lemari dimana disana ada pakaian pakaian wanita, atau lebih tepat nya pakaian seorang remaja? Bahkan ada sepatu, kaos kaki, boneka.


Melissa dan Diana tak kalah terkejut nya, mereka pun memeriksa pakaian pakaian itu, dan kebanyakan dress dan kaos yang seperti nya memang milik wanita remaja. Bahkan di bagian bawah ada pakaian dallam nya juga.


Dengan sedikit jijik dan kesal Ghiea mengambil celana dallam yang tersusun rapi dan ukuran nya cukup kecil menurut nya.


"Hi, punya siapa itu?" Diana bergidik ngeri sembari tangan nya menarik sebuah BH yang juga berukuran kecil.


"Apa mungkin Xavier punya anak remaja?" tanya Melissa yang kini menarik sebuah seragam sekolah menengah atas.


"Atau dia punya simpanan gadis SMA?"