My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 59



Ghiea membuka sebuah kotak yang di kirimkan oleh Xavier, senyum tersungging di bibir nya saat ia mendapati sepasang sepatu berwarna putih dan sebuah gaun berwarna merah maroon. Gaun yang berbahan katun paris itu terlihat sangat anggun dengan potongan model yang sederhana namun elegan.


Ghiea juga menemukan sebuah note di sana, Ghiea mengambil nya dan membaca nya.


Dear My sweetheart


Pakailah ini dan tunggu aku, jam 7 aku akan menjemput mu.


Ghiea tersenyum, ia seperti remaja yang baru mendapatkan hadiah dari pacar pertama nya.


Ghiea melirik jam dinding yang ada di kamar nya, jam masih menunjukkan pukul 3 dan Ghiea masih punya banyak waktu untuk berdandan.


Jadi, sekarang ia memilih membongkar isi lemari nya yang kata nya berisi pakaian nya sewaktu remaja.


Ghiea merasa heran, tidak mungkin ia dan Xavier hanya pacaran tapi menempati apartement semewah ini. Bagaimana bisa?


Ghiea melihat ada boneka beruang berwarna pink di pojok lemari, Ghiea mengambil nya dan menyentuh boneka itu dengan lembut.


Selintas ia seperti melihat bayangan seorang wanita yang memberikan boneka itu pada nya, wanita itu tersenyum namun Ghiea tidak bisa mengingat wajah nya dengan jelas.


Tangan Ghiea mendekap boneka itu, ia bahkan mencium nya seolah Ghiea merindukan boneka itu dan itu Ghiea lakukan begitu saja.


"Apa ini semua barang barang ku?" tanya Ghiea pada diri nya sendiri.


Tangan nya terulur saat tatapan nya menangkap dua baju yang di lipat. Ghiea meletakkan boneka nya dan ia membuka baju itu, Ghiea tersenyum saat melihat baju itu bergambar Xavier dan juga diri nya. Namun tentu itu gambar Xavier dan Ghiea sewaktu remaja.


"Fix, kita memang pacaran. Sampai punya baju couple begini..." gumam Ghiea sambil terkekeh.


Ia mencoba memakai baju yang bergambar Xavier, karena itu seperti nya ukuran yang lebih kecil. Ghiea memasang baju kaos itu melewati kepala nya namun sayang nya hanya nyangkut di leher nya karena baju itu sudah kekecilan. Apa lagi dada Ghiea yang kini sudah tumbuh lebih besar dari sebelumnya.


"Apa dulu aku kurus ya..." ia kembali menggumam. Melihat dari size baju itu, Ghiea sangat yakin kalau dulu dia punya tubuh yang ramping. Tidak seperti sekarang yang lebih berisi, ah tentu saja, sekarang diri nya hampir menginjak usia 24 tahun.


Ghiea memegang kepala nya yang tiba tiba pusing, kini ia seperti berada di tengah kapal dengan ombak yang besar.


"U... Uwek..." Ghiea langsung berlari ke kamar mandi saat tiba tiba perut nya seperti bergelung dengan ombak dan seperti akan muntah.


"Aduh..." Ghiea memegang perut nya yang terasa nyaman, belum lagi kepala nya yang semakin terasa pusing. Ghiea segera mencuci mulut nya dan menyiram muntahan nya. Kemudian Ghiea kembali ke kamar nya dan karena benar benar pusing, Ghiea merebahkan diri nya ke atas ranjang.


...


Sementara itu, Nyonya Leona juga sedang mempersiapkan diri untuk rencana Xavier nanti malam. Keduanya sudah sepakat untuk jujur pada Ghiea, apa lagi 10 hari sudah ulang tahun Xavier.


Tak hanya itu, 10 hari lagi itu juga akan menjadi ajang balas dendam bagi Nyonya Leona kepada mantan Ibu mertua nya, yang menyebabkan ia dan suami nya harus bercerai.


Saat itu, Nyonya Leona memang hanya wanita biasa, sama seperti Ghiea. Namun ia mencintai Bastian Anson dengan sangat tulus. Begitu juga sebaliknya, mereka menikah dan di karunia putra yang sangat tampan, dan sifat Bastian sama persis seperti sifat Xavier, possessive, protective, dan sekali jatuh cinta, maka akan mencintai dengan sangat tulus.


Namun, Nyonya Kelly Anson dengan begitu tega nya menjebak Nyonya Leona tidur dengan sahabat Bastian, yaitu Evan Gupta. Nyonya Kelly Anson itu bukan hanya merusak pernikahan putra nya tapi juga merusak persahabatan putra nya.


Evan juga di jebak, dan ia juga sangat marah pada ibu sahabat nya apa lagi ketika Bastian tidak percaya pada istri dan sahabat nya, melainkan lebih percaya pada semua kebohongan Ibu nya.


Bastian menceraikan istri tercinta nya karena pengkhianatan rekayasa itu, ia memisahkan Xavier dari Ibu nya. Sementara Nyonya Leona kemudian hamil dan itu anak dari Evan, dan lahirlah Max Gupta. Bayi tak berdosa namun kehadiran nya adalah penyebab hancur nya sebuah keluarga dan cinta, namun Nyonya Leona mencintai anak tak berdosa itu, begitu memanjakan nya ketika ia lahir. Evan juga bertanggung jawab dan menikahi Nyonya Leona.


Bastian meninggal dalam kecelakaan dan saat itu Xavier masih kecil, dan tak lama kemudian suami kedua Nyonya Leona juga meninggal juga karena sebuah kecelakaan. Mereka seperti sahabat sejati, yang sehidup semati. Meskipun di dunia ini terjadi kesalah Fahaman, namun Nyonya Leono selalu berdoa, semoga di alam sana, kedua nya kembali bersahabat dan saling mempercayai.


Evan Gupta meninggalkan harta yang tak sedikit, dan Nyonya Leona menginvestasikan sebagian harta nya pada perusahaan putra nya sendiri. Tak hanya itu, Nyonya Leona juga membuat Max bekerja di perusahaan Kakak nya sendiri. supaya Max bisa dengan mudah nanti nya mengurus perusahaan bersama Xavier.


....... ...


Xavier melirik arloji yang melingkar di tangan nya, ia sudah tak sabar untuk menjemput Ghiea. Meskipun sebenarnya ia juga merasa gugup karena malam ini Xavier akan memberi tahu Ghiea tentang masa lalu nya. Xavier tidak tahu akan seperti reaksi Ghiea, apakah akan mempercayai nya? Semoga saja.


"Sayang..." Xavier mendongak saat mendengar suara Clara dan bersamaan dengan itu, pintu ruangan nya terbuka dan Clara muncul dari balik pintu. Clara berjalan berlenggak lenggok mendekati Xavier yang duduk di kursi kebesaran nya, ia melangkah bak model yang berjalan di atas catwalk. Xavier hanya menatap dingin wanita berstatus istri nya nya itu.


"Sayang, malam ini kita kencan yuk..." ajak Clara bersamaan dengan itu hendak mendaratkan bokong nya di paha Xavier namun sebelum bokong nya mendarat, Xavier berdiri yang membuat Clara langsung terjerembab ke lantai, bokong nya mendarat sempurna di lantai yang dingin dan itu membuat nya meringis sakit.


Sementara Xavier hanya terkekeh geli apa lagi saat tatapan nya menangkap ekspresi Clara yang kesakitan.


"Aduh, Xavier. Tega sekali sih kamu...." gerutu Clara sambil berusaha berdiri karena Xavier tak terlihat berinisiatif membantu nya berdiri.


"Memang apa yang aku lakukan?" tanya Xavier dengan enteng nya kemudian ia bergegas pergi dari ruangan nya, tak perduli dengan geraman kesal Clara di belakang nya.