My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 118



Nyonya Leona yang saat ini berada di kamarnya mengernyit bingung saat ia mendengar suara keributan yang berasal dari dapur nya, ia pun segera turun dan pergi menuju dapur.


"Kalian sedang apa?" tanya Nyonya Leona saat melihat kedua putra nya sedang merecoki Chef Joseph sementara Alan sedang mengganggu Melissa membuat Melissa marah marah pada nya.


"Masak, Mom" jawab Xavier.


"Kamu wangi..." kata Alan sembari mencondongkan tubuh nya dan mencium ujung rambut Melissa.


"Berani nya kamu melecehkan ku di depan banyak orang..." desis Melissa.


"Aduh, Tuan tuan. Bukan begini cara memasak nya" Sang koki mengeluh untuk yang kesekian kalinya karena dua bersaudara yang terus saja memasak dengan asal asalan.


"Oh Tuhan, itu lobster pilihan. Sangat mahal..."


"Jangan pakai garam..."


"Tidak tidak, jangan di potong..." sang koki kewalahan menghadapi Max dan Xavier yang memasak seperti main masak masakan saja.


Sementara Ghiea dan Diana hanya menjadi penonton dan meringis, mereka tak berani menegur kekasih hati mereka namun mereka juga kasihan melihat koki tampan yang tampak kewalahan di dapur. Begitu juga Nyonya Leona dan Dino yang benar-benar merasa bingung dengan pertunjukan absurd yang mereka lihat. Apa lagi ketika perhatian mereka beralih pada Melissa dan Alan, Alan seperti pria penggoda yang hendak melecehkan gadis polos.


"Padahal aku sudah lapar..." rengek Ghiea kemudian sembari mengusap perut nya yang memang sudah keroncongan.


"XAVIER!!!!"


"MAX!!!!"


Xavier dan Max langsung menghentikan aktifitas mereka saat mendengar suara lantang sang Mommy yang mengejutkan kedua nya.


"Kenapa, Mom?" tanya Max dengan polos nya.


"Kalian ini bukan anak kecil, apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian mengganggu chef yang sedang memasak?"


"Aku hanya belajar memasak, Mom. Untuk jaga jaga jika Ghiea nanti mengidam lagi" kata Xavier sambil melirik tajam sang istri.


"Diana memuji koki ini karena lengan nya berotot, Mom. Jadi aku kesal dan cemburu" Max berkata sejujur nya yang membuat Diana meringis sambil garuk garuk tengkuk nya.


Sementara Alan, dia masih sibuk mencoba menggoda Melissa baik itu dengan sentuhan maupun lewat kata kata tanpa memperdulikan dimana mereka berada saat ini.


Nyonya Leona yang melihat itu langsung mengambil pisau yang tadi Xavier tancapkan di apel dan kemudian ia berjalan mendekati Alan dan langsung menodongkan pisau itu tepat di leher Alan.


"Wow... Wow... Tante..." pekik Alan sambil mengangkat kedua tangan nya tanda takkan melawan.


"Kalian ini ada apa sebenarnya? Masih sehat kan?" tanya Nyonya Leona.


"Dia tidak sehat, Tante. Dia butuh di bawa ke Rumah sakit jiwa" seru Melissa sambil menunjuk tepat di wajah Alan.


"Oh, my sugar..." lirih Alan yang membuat Melissa begitu geli bahkan perut nya sampai bergejolak rasa nya.


"Sugar... Sugar..." gumam Nyonya Leona kesal "Kalian ini para pria dewasa yang berpendidikan, kenapa tingkah kalian seperti bocah yang masih ngompol di celana, huh?" seru nya lagi "Kamu juga, Alan. Sugar... sugar. Kenapa tidak garam sekalian?"


"Kalian bertiga, keluar dari dapur!!!" titah nya sembari menunjuk ke tiga pria itu dengan pisau nya "Dan kamu, Max. Astaga..." ucap nya seperti orang frustasi "Dimana baju kamu? Kenapa tidak pakai baju?" tanya Mommy nya karena selama ini Max tidak pernah pamer badan di depan siapa pun.


"Ada, Mom..." cicit Max dan ia mengambil sweeter nya.


"Kalian berdua ini belum mandi, bau asem" kata Nyonya Leona lagi pada kedua putra nya itu "Cepat pergi mandi sana"


"Tapi, Mom..."


"Jangan membantah, Xavier. Atau aku usir kamu di rumah ini..."


"Astaga, Mom..."