My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 39



Ghiea mandi berendam dalam buthtub yg sudah berisi air hangat untuk melemaskan otot otot nya yg terasa kaku dan tubuh nya yg terasa pegal pegal karena melayani hasrat Xavier yg seperti tak ada habis nya.


Ghiea memejamkan mata dan yg ia lihat justru Xavier dan Xavier, membuat Ghiea menghela nafas frustasi. Ghiea memikirkan apa yg sebenarnya terjadi pada nya, kenapa ia seperti wanita murahan yg mudah sekali terbuai akan sentuhan Xavier.


Ghiea kembali memejamkan mata, sembari memikirkan cara untuk lepas dari Xavier. Ghiea sungguh tak ingin menjadi perusak rumah tangga orang, dan Ghiea adalah orang yg percaya pada Karma. Ghiea tak ingin menyakiti karena ia tak ingin di sakiti.


Sementara Xavier saat ini sedang tertidur karena kelelahan setelah menguras seluruh tenaga nya di atas ranjang bersama Ghiea, Xavier benar benar merasa lelah dan ia merasa sangat puas.


Tangan Xavier terulur dan meraba Ghiea di sisi nya, Xavier langsung membuka mata lebar lebar saat ia tak mendapati Ghiea di sisi nya.


Xavier segera melompat dari turun dari ranjang dan ia mengecek Ghiea ke kamar mandi, Xavier tersenyum melihat Ghiea yg sedang berendam di bathtub sambil memejamkan mata.


Tanpa fikir panjang, Xavier bergabung ke dalam nya membuat Ghiea tersentak saat merasakan ada seseorang yg mendesak masuk ke dalam bathtub nya.


"Apa yg kau lakukan di sini?" tanya Ghiea setengah menggeram sambil menutup dada nya dengan kedua tangan nya, hal itu berhasil membuat Xavier terkekeh, karena Ghiea masih malu malu setelah apa yg mereka lakukan tadi.


"Aku juga butuh berendam, tubuh ku juga pegal pegal semua dan otot otot ku seperti kaku" jawab Xavier dengan santai nya yg membuat Ghiea mendengus.


"Aku mohon, akhiri semua ini..." pinta nya kemudian sambil menundukkan kepala nya "Aku... Aku tidak mau menjadi wanita murahan, yg bisa kau sentuh kapan pun kau mau, sementara kamu sudah punya istri" lanjut nya yg membuat Xavier menghela nafas berat.


"Maafkan aku, Ghiea..." ujar Xavier dengan suara yg terdengar begitu berat "Seharus nya aku bisa bersabar, Sweetheart. Kamu bukan Wanita murahan, kamu adalah wanita terhormat yg ada di hati ku" kata nya lirih namun Ghiea menggeleng, ia menepis apa yg di katakan Xavier.


"Aku tahu, mungkin istri mu memang tidak setia, tapi itu bukan berarti kamu juga bisa tidak setia" kata Ghiea lagi dan entah Bagaiamana, tapi air mata merembes dengan sendiri nya dari sudut mata Ghiea, memikirkan Xavier adalah milik Clara ternyata memberikan rasa sakit tersendiri pada nya. Sementara Xavier yg melihat Ghiea nya meneteskan air mata langsung menghapus air mata itu dengan lembut dan menenangkan nya.


"Ssshhtt, Sweetheart. Jangan menangis, kamu tidak salah dan aku memang sudah berencana menceraikan Clara, aku tidak pernah mencintai nya, pernikahan kami terjadi karena nenek ku memaksa. Dan sebentar lagi aku akan menceraikan nya, bukan hanya karena dia selingkuh, apa lagi karena kamu, tapi karena aku dan Clara memang tidak bisa menjalankan pernikahan ini, aku tidak mencintai nya" tutur Xavier sembari menatap mata Ghiea lekat lekat, tangan nya menggenggam tangan Ghiea dengan erat. Jantung Ghiea berdebar debar sebenar nya, namun ia mencoba menyembunyikan nya.


"Kalau kamu tidak percaya sama aku, besok kita ketemu ibu aku...."


"ibu kamu?" tanya Ghiea sedikit terkejut, karena ia tidak pernah tahu apapun tentang keluarga bos nya ini.


"Iya, ibu aku. Besok ulang tahun nya, aku ingin datang dan merayakan ulang tahun nya" kata Xavier dengan senyum lebar. Dan entah mengapa Ghiea justru ikut tersenyum.


...


Clara uring uringan di kamar nya, di atas ranjang king size nya yg begitu empuk nan nyaman, namun sayang sekali ranjang itu begitu dingin dan kamar nya begitu sepi karena Clara adalah istri yg tak di anggap.


Clara memainkan ponsel nya dan ia mendapatkan kiriman video dari Jamie. Clara melotot terkejut saat ia memutar video yg berisi rekaman diri nya saat bercinta di hotel bersama Jamie. Kemudian pesan yg lain masuk.


Jamie


"Temui aku di hotel yg sama, Beb. Sekarang, aku rindu bercinta dengan mu"


"Sialan..." geram Clara setelah membaca pesan itu, ia menggenggam ponsel nya dengan sangat erat seolah ingin menghancurkan nya.


Ini bukan yg pertama kali nya Clara mendapatkan pesan dan ancaman seperti itu dari Jamie.


Ting


Jamie


"Jika kau tidak datang dalam waktu 30 menit, aku akan menyebarkan video mesra kita ke Internet"


Clara semakin melotot marah, ia menggeram, dan ia hendak melempar ponsel nya namun Clara urungkan niat nya itu.


Clara bergegas berganti pakaian dan diam diam ia pergi dari rumah dengan naik taksi, agar Nenek nya tidak sadar kalau Clara tidak di rumah, kamar nya juga Clara kunci, agar orang orang mengira ia tidur di kamar nya.


Sesampai nya di hotel yg di maksud, Clara segera menuju ke kamar Jamie. Dan Jamie sudah menunggu nya dengan senyum lebar di tengah ranjang.


"akhirnya kau datang, honey. Sudah lama ya kita tidak melakukan nya, dia rindu pijatan mu yg ketat" ucap nya frontal yg membuat Clara mendengus jijik, yg justru membuat Jamie tertawa.


"Tidak perlu mendengus jijik begitu, memang nya siapa yg merayu lebih dulu, hm? Siapa yg membuka baju lebih dulu..." Jamie berbicara dengan santai namun sangat menyinggung perasaan Clara, karena memang Clara lah yg memulai semua nya.


"Apa mau mu?" tanya Clara dingin.


"Kau" Jawab Jamie pasti.


"Aku sudah menikah, Jam. Aku tidak mau Xavier menceraikan ku kalau dia tahu aku masih berhubungan dengan mu" tukas Clara kesal.


"Dia tidak akan tahu, ayo lah..." rayu Jamie yg kini sudah berada di depan Clara.


"Aku bisa melaporkan mu ke polisi" ancam Clara yg justru membuat Jamie justru tertawa.


"Silahkan, tapi siapa yg akan lebih rugi jika polisi mengetahui perselingkuhan kita?" tanya Jamie lagi.


"Ayolah, Clara. Hanya satu ronde" rayu nya lgi yg membuat Clara semakin jijik "Atau begini saja, kita buat perjanjian..."


"Perjanjian apa?" tanya Clara cepat.


"malam ini, kamu habiskan malam bersama ku. Dan setelah itu aku janji tidak mengganggu mu lagi"


"Aku tidak mempercayai janji pria seperti mu" tukas Clara.


"Kalau begitu, kita buat perjanjian saja" ujar Jamie lagi.


"Hitam di atas putih?" tanya Clara dan Jamie mengangguk.


"Tidak mau, kau pasti menipu ku" ujar Clara lagi.


Jamie membuka laci, mengambil kertas kosong dan pena.


"tuliskan apa saja syarat perjanjian mu dan tanda tangani. Tenang saja, aku punya matrai" ucap Jamie lagi. Clara berfikir sejenak, di satu sisi ia sangat ingin Jamie tidak mengganggu nya lagi, tapi di sisi lain, bagaimana jika Jamie menjebak nya.


"Aku tidak akan menjebak mu, aku punya pekerjaan mapan yg bisa menjamin hidup ku. Dan kau tahu aku pria baik baik yg kecanduan pada tubuh istri bos ku" Clara mendelik kesal dan ia pun menuliskan apa saja yg ia inginkan dari Jamie. Clara ingin Jamie menjauh dari nya dan tidak lagi mengganggu nya, atau Clara akan menjelaskan nya ke dalam penjara