My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 44



Clara menusuk nusuk daging di depan nya sambil cemberut, ingin rasa nya dia menggugat cerai Xavier karena Xavier benar benar tidak menghargai Clara sedikit pun sebagai istri nya.


Dan sekarang Xavier bahkan hampir tidak pernah pulang.


"Secantik apa wanita itu?" tanya Granny Kelly yg juga penasaran dengan selingkuhan Xavier.


"Menurut ku sama sekali tidak cantik" jawab Clara ketus.


"Aku rasa kita harus memberikan pelajaran pada wanita itu agar tidak merusak rumah tangga orang lain" desis sang Nenek yg tentu saja langsung sangat di setujui oleh Clara.


"Tapi bagaimana cara nya? Xavier selalu bersama dengan nya?" tanya Clara kemudian.


Nenek nya terdiam sesaat, dan kemudian ia tersenyum miring kala memikirkan ide yg cemerlang.


.........


Keesokan harinya, Xavier kembali bekerja seperti biasa, namun sekretaris nya tiba tiba memberi tahu Xavier kalau akan ada perjalanan bisnis ke luar kota selama dua hari.


"Kenapa mendadak?" geram Xavier kesal.


"Maaf, Pak. Proyek yg di sana tiba tiba mengalami masalah" jawab Sekretaris nya yg membuat Xavier menghela nafas berat.


"Baiklah, aku akan berangkat besok pagi. Siapkan semua keperluan untuk perjalanan ku" tukas nya kemudian Xavier memberikan isyarat pada sekretaris nya itu untuk pergi dari ruangan nya.


Xavier mengusap wajah nya dengan kasar, dan seperti nya ia mencium sesuatu yg tidak beres di sini. Xavier tidak pernah memiliki jadwal mendadak sepertinya ini, dan Xavier mengkhawatirkan Ghiea.


Xavier mengambil ponsel nya dan mencari kontak tanpa nama, Xavier mengirimkan pesan dan meminta nya bertemu di danau.


.........


Max menatap Diana dengan tatapan yg berbeda, ia memicing kan mata nya seolah sedang menyelidiki Diana.


"Kenapa menatap ku seperti itu? Aku cantik?" tanya Diana sambil memainkan ujung rambut pirang nya itu membuat Max meringis.


"Kau aneh" ujar Max.


"Apa nya yg aneh?" tanya Diana lagi.


"Kenapa aku merasa kamu naksir aku ya" cetus Max yg membuat Diana langsung melotot lebar.


"Hey, asal bicara saja kau ini..." hardik Diana sembari menarik kaca mata Max.


"Diana, kembalikan..." seru Max karena ia memang tidak bisa melihat dengan jelas tanpa kaca mata nya.


Saat ini kedua nya masih di meja kerja mereka dan tidak pergi makan siang, karena kedua nya memiliki pekerjaan yg cukup banyak. Sementara Melissa hari ini tidak masuk kantor karena ada urusan yg penting kata nya.


" Diana, kembalikan kaca mata ku..." teriak Max namun Diana malah berlari saat Max hendak merebut kaca mata nya. Al hasil, mereka lari larian di kantor.


"Maka nya, jangan asal bicara..." ejek Diana sambil tertawa. Max yg memang tidak bisa melihat dengan jelas tanpa kaca mata nya tersandung ke ujung meja dan itu membuat nya kesakitan. Diana yg melihat itu langsung menghampiri Max dengan cemas.


"Max, kau tidak apa apa kan?" tanya Diana menyentuh pundak Max namun Max menepis tangan Diana dengan kesal, Bahkan Max terlihat marah pada Diana, ia memberengut dan kembali meminta kaca mata nya.


"Kembali kan kaca mata ku" geram nya tajam membuat Diana merasa bersalah, ia pun langsung memberikan kaca mata Max pada Max. Max mengambil nya dengan sangat kasar, dan itu membuat hati Diana merasa tak nyaman.


"Max, maaf, tadi aku hanya bercanda..." ujar Diana, namun Max melangkah lebar dan enggan mendengarkan Diana, Diana bahkan sampai harus lari lari kecil untuk mengejar Max.


"Max, aku kan cuma bercanda, kenapa kamu marah?" tanya Diana kesal.


"Candaan mu tidak lucu, Diana" desis Max dan ia segera meninggalkan Diana.


...


"Aku rasa itu pasti bagian rencana dari Nenek mu" Xavier menghela nafas, saat ini ia sedang bersama ibu nya, duduk di pinggir danau dan menikmati angin yg berhembus mesra, membelai kulit nya dengan begitu lembut.


"Aku juga merasa seperti itu, ini memang salah ku" ujar Xavier "Aku jarang pulang, dan sekarang baik Nenek maupun Clara pasti sudah tahu kalau tinggal bersama Ghiea"


"Kenapa kamu keras kepala sekali, Xavier? ini bisa berbahaya untuk Ghiea, dan Nenek mu itu mengenal mu, dia pasti ingin menyelidiki siapa selingkuhan mu"


"Hanya dua minggu lagi, Mom. Setelah itu aku akan menjadikan Ghiea resmi menjadi Nyonya Anson"


"Dan aku rasa, sebaik nya Ghiea tinggal bersama mu saja selama aku di luar kota"


...


Ghiea pergi berbelanja sendirian ke super market, untuk mencari beberapa barang yg sudah habis di rumah nya.


Saat ini, Ghiea sedang mencari pengharum ruangan dan saat hendak mengambil sebuah pengharum ruangan itu, ternyata ada orang lain juga yg mengambil nya.


"Kau..." desis wanita tua itu yg tampak sangat terkejut melihat Ghiea, begitu juga dengan Ghiea. Dia sangat terkejut melihat nenek nya Xavier, Ghiea yakin Nenek nya ini pasti marah pada nya karena mengira Ghiea adalah selingkuhan Xavier.


"Ma.. Maaf" ucap Ghiea dan ia segera menghindari Nenek nya Xavier itu. Sementara Granny Kelly masih tercengang, ia merasa tak percaya melihat seseorang yg sudah mati 5 tahun lalu kini berada di hadapan nya?


"Tunggu..."