
Hai, Readers tercinta Sky. Ini bukan up episode selanjutnya nya ya, maaf 🤭🤭.
Sky mau mempromosikan karya Author Ramanda yang berjudul Anak Genius - Twins Pembawa Kebahagiaan
...Intip cuplikan bab nya dulu.!...
"Um..Um..Um..!" Mulut Maira ditutup oleh tangan seseorang dan tangan yang lain melingkari pinggangnya meira, lalu orang tersebut menarik meira keruangan itu yang ternyata sebuah gudang.
Saat tangan yang menyekap mulutnya terbuka serta tangan yang ada di pinggang terlepas, Meira pun langsung membalikkan badannya dan terlihat olehnya, seorang pria tampan berjas hitam dengan wajahnya yang memerah seperti sedang menahan sesuatu.
"Ka-kamu..si-apa?" tanya Maira gugup karena ketakutan.
"Aku Daffin, Hanan Daffin Abhizar, " ujar pria tersebut yang ternyata Daffin " To..long saya Nona !" Ujar Daffin dengan suara bergetar menahan sesuatu.
"Ka-kamu..ke-napa?" tanya Maira masih gagap, dan Sepertinya ia mulai kasihan pada pria itu, karena ia berpikir pria itu sakit. "A-apa aku harus memanggil dokter untuk tuan?" tanya Meira lagi.
"Ti-dak! A-aku hanya butuh di bantu dengan tubuh kamu Nona" ujar Daffin, membuat Meira bingung.
"A-apa.. maksud tuan?" tanya Meira bingung. Namun bukannya menjawab pertanyaan Maira Daffin langsung menarik tubuh maira ke dalam pelukannya..
"A-apa yang kau lakukan tuan?! Akh!!" Pekik Meira, karena mereka terjatuh di antara tumpukan kardus yang ada digudang itu.
"Jangan tuan! Lepaskan!! " teriak Mera yang masih berusaha mendorong Daffin dengan sekuat tenaga. namun tenaganya kalah dengan Daffin.
"TOLONG..! TOL..."Meira berteriak meminta pertolongan namun teriakan terhenti karena mulutnya sudah di bungkam oleh bibir Daffin dengan rakusnya terus menelusuri mulut Maira.
"Um..um..um." Meira terus berontak hingga kehabisan tenaganya hanya air matanya yang semakin deras mengalir namun sepertinya tidak berarti bagi Daffin.
" Hiks..Saya mohon tuan hiks.. jangan lakukan ini hiks.." Kirana masih memohon dan masih berusaha untuk melepaskan diri.
"Aakh!! Sakiiit.. Sakiit tuaan!!" Maira menjerit kesakitan sambil memukul-mukul dada bidang Daffin dengan sisa tenaganya. Namun jeritan Meira seperti tidak terdengar oleh Daffin ia malah mempercepat ritmenya hingga ia mencapai klimaksnya dan tubuhnya langsung terjatuh tepat di tubuh Maira dengan wajahnya yang berada di dada maira.
"Maaf, aku berjanji akan bertanggung jawab " ujar Daffin dengan nafas yang masih memburu, Meira tidak meresponnya ia hanya mendorong tubuh Daffin yang berada di atasnya dengan sisa tenaganya, setelah terlepas, ia langsung memakai bajunya yang sudah robek, setelah memakai hijabnya ia pun melangkah keluar dengan sisa tenaganya dan tanpa bersuara sedikit pun.
"Tunggu! siapa nama kamu?" tanya Daffin namun tak direspon oleh Meira, Daffin terdiam dan hanya memperhatikan Kepergian maira dan ia mulai merasa iba dengan tubuh kecil yang telah ia nodai, ia pun mengusap kasar wajahnya yang dipenuhi keringat.
.........
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya ☺️. Thank you and I love you 😘