My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 91



Keesokan hari nya, Max tidak pergi ke kantor dan ia justru menemui Xavier di apartement Ghiea. Ghiea yang melihat adik ipar nya itu hanya terdiam, karena masih sulit bagi nya percaya kalau Max benar benar memiliki perasaan pada Diana, Max mengekori Ghiea yang masuk ke dalam apartemen nya.


Ghiea masih dalam balutan piyama nya Karena ia memang belum mandi, rambut nya di cepol asal. sementara Xavier tadi masih tertidur apa lagi jam memang masih menunjukan pukul 7 pagi.


"Ghiea..." cicit Max sambil mengekori Ghiea yang pergi ke dapur untuk mengambil air.


"Hm" jawab Ghiea malas.


"Kamu marah ya sama aku?" Ghiea langsung menoleh dan menyipitkan mata nya pada Max.


"Tidak, kenapa aku harus marah?" tanya Ghiea kemudian.


"Ya karena aku sudah mencium Diana" jawab Max yang membuat Ghiea terbelalak dengan jawaban Max yang tak di sangka nya itu, namun kemudian Ghiea tertawa.


Ghiea menyenderkan punggung nya di pintu kulkas dan ia melipat tangan nya di dada, tatapan nya lurus menilai raut wajah Max yang terlihat sangat menggemaskan di mata nya.


"Memang nya kenapa kamu mencium Diana? Sampai.... Emm seperti mau di habisi saja bibir Diana" goda Ghiea yang membuat wajah Max langsung merona, ia menundukan kepala nya sambil membenarkan kaca mata nya. Lagi lagi ekspresi yang sangat menggemaskan untuk di pandang.


"Jawab, adik ipar!" tegas Ghiea "Diana itu sahabat ku, aku tidak akan membiarkan mu mempermainkan nya" lanjut nya dan Max dengan cepat menggeleng kan kepala nya.


"Aku menyukai nya, Ghe.." lirih Max yang hampir tak terdengar, namun Ghiea memiliki pendengaran yang baik sehingga ia masih mendengar dengan jelas apa yang di katakan Max. Walaupun begitu, ia masih ingin menggoda adik ipar nya yang menggemaskan ini.


"Apa? Aku tidak dengar...." Ghiea mendekatkan telinga nya ke wajah Max membuat Max langsung melangkah mundur.


"Aku menyukai nya dan aku tidak bermaksud melecehkan nya, aku tidak tahu kenapa, tapi saat di pesta, Diana benar benar cantik dan aku tidak bisa menahan diri. Pokok nya itu terjadi begitu saja..." Max bercerita seperti orang merengek, membuat Diana tersenyum geli namun kemudian kening nya berkerut saat Max mengatakan kata 'pesta'


"Sampai sekarang dada ku berdebar setiap kali aku mengingat Diana" lanjut Max dengan bibir yang manyun.


"Jadi kalian berciuman di pesta juga?" tanya Ghiea dan Max mengangguk pelan, seperti maling yang di introgasi saat tertangkap basah sedang mencuri.


"Oh my God" seru Diana "Sekarang aku tahu kenapa sikap Diana berubah sejak pesta" gumam nya "Dia juga tidak menanggapi chat ku dan Melissa" lanjut nya.


Semnetara itu, Xavier menguap dan menggeliat malas. Ia melihat Ghiea sudah tak ada di samping nya, Xavier pun turun dari ranjang nya guna mencari sang istri, Xavier ke dapur saat mendengar suara Ghiea berasal dari sana dan betapa kesal nya Xavier saat melihat ada pria lain di dapur sedangkan penampilan Ghiea mash sangat seksi dan menggoda.


"Max..." geram nya yang membuat Max langsung menoleh dan memasang wajah bingung, karena belum apa apa Xavier sudah menatap nya seolah ingin menyantap nya.


"Ada apa, Honey? Kamu mimpi buruk, hm?" tanya Ghiea yang juga bingung dengan raut wajah kesal suami nya itu.


Xavier melangkah cepat dan tiba tiba ia menutup mata Max membuat Max terlonjak kaget begitu juga dengan Ghiea.


"Lihat apa yang kamu pakai?" desis Xavier masih menutup Max, Max mencoba menyingkirkan tangan Xavier namun usaha nya sia sia.


"Xavier, lepaskan aku. Memang nya kenapa? Ada apa?" tanya Max heran.


"Masuk ke kamar dan ganti baju mu, Sweetheart" tegas Xavier yang membuat Ghiea menganga namun kemudian cengengesan. Piyama yang di pakai nya berbahan satin dan Ghiea tidak memakai apapun balik piyama itu, kancing atas nya juga terbuka dan dua titik indah tercetak jelas di dada kanan kiri nya.


"Hehe, sorry, Honey" kata Ghiea sambil menutup dada nya dengan kedua tangan nya, Ghiea pun dengan cepat bergegas ke kamar nya dan Xavier melepaskan tangan nya dari wajah Max.


"Memang nya ada apa sih?" tanya Max sambil melepas kaca matanya kemudian mengucek mata nya sebelum akhir nya kembali memasang kaca mata nya.


"Bukan apa apa" Jawab Xavier ketus "Kamu kenapa pagi pagi di sini?" tanya nya kemudian.


"Emm itu..." Max mengetuk ngetukan kaki nya di lantai, menggigit bibir nya dan menggoyang goyangkan tubuh nya ke kanan dan ke kiri.


"Em em apa?" tanya Xavier lagi.


"Aku mau... Mau berpenampilan seperti kamu" kata Max malu yang membuat Xavier langsung memicingkan mata nya pada Max dan bahkan mencondongkan tubuh nya pada Max, membuat Max semakin malu.


"Coba ulang, kamu mau apa?" tanya Xavier lagi.


"Mau merubah penampilan, mau seperti kamu" kata Max lebih tegas, Xavier kembali menegakan tubuh nya, ia menatap Max dari atas sampai bawah. Dan memang benar apa kata para gadis, Max tampan, tubuh nya tinggi dan tegap meskipun penampilan nya memang terkesan culun apa lagi dengan kaca mata segi empat dan rambut yang selalu di tata rapi dan klimis.


"Untuk Diana?" tanya Xavier langsung pada inti nya namun Max tak berani menjawab pertanyaan kakak nya itu.


"Max..." Xavier memegang kedua pundak Max dan Max pun menatap Xavier "Tidak ada yang salah dengan penampilan mu, kamu tampan, kharismatik dan yang pasti kamu cerdas. Kamu tidak perlu merubah apapun untuk wanita" tegas Xavier.


"Tapi aku sangat menyukai Diana, Xavier. Sedangkan dia tidak menyukai ku karena aku culun kata nya" lirih Max yang membuat Xavier menghela nafas berat.


"Kalau begitu jangan sukai Diana, sukai wanita yang tulus sama kamu, yang tidak masalah dengan penampilan mu, cinta itu harus menemrina apa ada nya, Max" tutur Xavier namun Max tak bisa menjawab, hati nya sudah terikat pada Diana dan itu membuat Max rela melakukan apapun untuk membuat Diana menyukai nya.


Ghiea datang dengan pakaian yang sudah lebih baik dan tidak menonjolkan bentuk tubuh nya lagi walau hanya titik kecil itu, ia juga tadi sempat mendengar apa yang di bicarakan suami nya itu.


"Honey, biarkan saja Max berusaha..." kata Ghiea "Kita hanya perlu mendukung Max, cinta memang butuh pengorbanan kan? Lagi pula aku mengenal Diana, dia orang yang tulus" jelas Ghiea. Max dan Xavier saling pandang, Xavier memikirkan kembali apa yang di katakan istri nya, dan sejauh ini Xavier memang melihat Diana seperti nya memang wanita yang baik.


"Baiklah, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Xavier yang membuat Max dan Ghiea memekik senang.


"Pergi ke salon dan berbelanja" ajak Ghiea dengan antusias.