
"Mom, minggu depan kita lamar Diana ya" ujar Max dengan wajah yang berseri seri dan senyum sumringah yang tercetak di bibir nya dan hal itu tentu membuat Mommy nya hanya bisa melongo
"Mom, kok malah diam" rengek Max "Kalau lamaran itu apa saja yang di siapakan, Mom? Selain cincin tentu nya, nanti kalau cincin aku beli sendiri" kata Max lagi.
"Kamu fikir melamar anak orang bisa semudah itu?" desis Nyonya Leona.
"Ya cuma datang ke rumah nya kan? Terus bilang deh kalau kita mau melamar Diana" jawab Max.
"Max, dalam hubungan itu kamu tidak bisa buru buru begitu, Max. Kamu harus yakin dulu"
"Ya aku sudah sangat yakin, Mom" rengek Max lagi.
"Lagian kamu juga pacaran belum ada sebulan, Max" ujar Nyonya Leona lagi yang benar benar tak habis fikir dengan putra nya itu.
"Ya terus kenapa? Bukan nya itu bagus? Dari pada pacaran lama lama, nanti keburu hamil duluan, bagaimana?"
"Astaga, Max..." pekik Nyonya Leona.
"Maka nya, lamarin Diana minggu depan. Ya, Mom?" pinta Max lagi dan Mommy pun hanya bisa mengangguk pasrah, Sontak saja Max kembali kegirangan dan langsung memeluk Mommy nya bahkan mengecup pipi kanan kiri nya berkali kali.
"You're the best, Mom"
.........
Keesokan harinya...
Pagi pagi sekali Alan sudah parkir manis di depan rumah Melissa, si pacar baru. Pacar pertama Alan sekaligus wanita pertama yang tak mau di ajak ke hotel. Karena tak ada tanda tanda Melissa akan segera keluar, Alan pun turun dari mobil nya dan ia mengetuk pintu. Dan tak lama kemudian pintu terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya yang langsung melemparkan senyum manis nya pada Alan.
"Alan, silahkan masuk..." sang tuan rumah mempersilahkan Alan bahkan sebelum bertanya kenapa Alan bisa bertamu sepagi ini.
"Melissa nya dimana, Tante?" tanya Alan tanpa basa basi dan tentu ia juga melemparkan senyum manis nya
"Masih di kamar" jawab Nyonya Rita.
"Emm, aku ada perlu penting dengan Melissa, Tante. Apa boleh aku masuk ke kamar?" cicit Alan dan sungguh kejutan ketika Ibu dari pacar nya itu langsung mengangguk.
"Beneran, Tante?" tanya Alan kegirangan.
"Iya, tapi pintu nya di buka saja, biar tidak terjadi fitnah" kata Nyonya Rita.
"Siap, Tante..." kata Alan antusias
"Okey, Tante. Terima kasih"
Alan pun dengan tak sabar langsung bergegas ke kamar Melissa.
Sementara di dalam, Melissa baru saja selesai mandi. Ia hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di dada nya, Melissa mencari pakaian nya di lemari sembari bersenandung ria. Ia menarik rok plisket berwarna kuning, kemeja katun putih kemudian tak lupa dalaman nya.
Melissa meletakkan nya di ranjang karena ia masih harus mengeringkan rambut nya.
"Hai, Sugar..."
"Ah..." Melissa memekik dan secara spontan ia langsung memegang handuk nya saat tiba tiba terdengar suara Alan, saat menoleh, kepala Alan sudah nongol di pintu dan ituu membuat Melissa panik.
"Hey, tutup pintu nya, sialan" desis Melissa kesal.
"Okey" jawab Alan dengan santai nya dan Melissa fikir Alan akan menutup pintu nya dan pergi dari depan kamar nya, namun yang terjadi...
Alan justru masuk dan kemudian menutup pintu nya bahkan mengunci nya.
..........
Hm, si Alan mau ngapain ya? Sambil menunggu aksi Alan, SkySal mau iklan dulu neh.
Oh ya, mampir juga di cerita SkySal yang berjudul My Sexy Enemy.
Sinopsis
Demi menghancurkan orang yang telah membunuh kedua orang tuanya, Varian Castanov (28) menyamar menjadi bodyguard pribadi putri musuhnya, yaitu Chiara Lucrezia (23, seorang gadis yang cantik dan polos.
Keduanya tinggal bersama, dan hal itupun membuat benih-benih cinta di antara keduanya tumbuh begitu saja. Varian mencoba menutupi rasa cinta itu namun tidak dengan Chiara yang tidak tahu siapa Varian, ia terus mengungkapkan cintanya pada Varian hingga Varian luluh. Membuat hati Varian mulai bimbang, di satu sisi ia harus membunuh ayah Chiara demi membalaskan kematian orang tuanya. Namun di sisi lain, ia sangat mencintai Chiara yang polos dan tidak tahu apa-apa.
Akankah misi balas dendam Varian tetap berjalan demi orang tuanya?
Ataukah misi itu terhenti demi cintanya?
Penasaran?