
Clara mengenakan sebuah kalung berlian yang sangat mahal, gaun nya begitu cantik dan tentu dengan harga selangit, begitu juga dengan Fani dan Granny Kelly. Namun barang barang mahal itu tidak bisa memberikan mereka kebahagiaan sekarang, bahkan tidak kenyamanan saat mereka harus berbaring di atas lantai dengan alas yang begitu tipis dan masih terasa begitu dingin hingga menusuk ke tulang tulang. Suara dari nyamuk nyamuk yang terbang bebas penuh suka cita di sekitar telinga nya juga menjadi irama yang sangat mampu membuat mereka tidak bisa tidur, apa lagi ketika ujung mulut nyamuk itu menancap sempurna di kulit mereka tanpa permisi dan menyedot darah nya tanpa rasa bersalah sedikit pun, membuat mereka semakin merasa bahwa malam ini adalah malam terburuk mereka dan tempat ini adalah tempat terkutuk bagai neraka.
Granny Kelly duduk tegak dengan tatapan yang masih sama sejak tadi, lurus ke depan dan begitu tajam. Apa lagi tadi ia sudah menghubungi pengacara nya namun pengacara nya tidak mau datang dan malah berhenti menjadi pengacara Granny Kelly.
Marah, itulah yang ia rasakan saat ini. Dendam, itu yang tubuh dalam hati nya. Namun kedua hal itu tidak bisa membantu nya saat ini, Granny Kelly juga berusaha menghubungi beberapa teman nya untuk di mintai pertolongan, namun mereka semua angkat tangan dan tak mau tahu dengan masalah Granny Kelly.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Granny?" tanya Clara frustasi "Aku tidak mau mendekam di penjara, aku bisa gila jika berada di sini"
"Aku juga, Ma" sambung Fani "Dimana kehidupan mewah dan bahagia yang Mama janjikan?" rengek nya "Sekarang kita mendekam di sel yang dingin, kecil, banyak nyamuk, kotor" racau nya namun tak sedikitpun Granny Kelly menanggapi racauan putri dan cucu nya itu.
"Kita kabur saja dari sel ini, Ma" ujar Clara kemudian.
"Bagaiamana cara nya?" tanya Mama nya bingung.
"Kita bisa menyogok polisi dengan ini..." kata Clara sembari memegang kalung berlian yang menggantung di leher nya.
"Benar juga, yang penting kita keluar dulu dari sini" kata Fani. "Ma..." ia mengguncang pundak Mama nya yang masih duduk terdiam bak patung hidup.
"Menurut Mama rencana ini bagaimana? Bagus kan?" tanya Fani. Granny Kelly menoleh dan menatap kedua mata Clara, tatapan nya kemudian pada berlian yang di pakai nya. Granny Kelly tak langsung menjawab nya, ia berfikir sejenak sebelum memutuskan apa yang harus ia lakukan.
" Ma, jangan terlalu banyak berfikir... Plakk" seru Fani sembari menepuk nyambut yang hinggap di paha nya, sementara Clara sedang berusaha menggaruk punggung nya yang terbuka dan kini sangat gatal akibat ulah sang makhluk kecil itu.
"Iya, Granny" ujar Clara kemudian dan kini ia menggaruk ketek nya yang juga gatal "Kita harus keluar dari sini, aku sudah tidak tahan ada di sini, gatal semua" rengek nya.
"Setelah kita keluar, kita bisa menyusun rencana balas dendam dan merebut kembali apa yang hilang" kata Clara mencoba meyakinkan.
"Baiklah" jawab Granny Kelly akhir nya.
Semalaman mereka hanya bisa memejamkan mata sesaat, sebelum akhir nya harus terbangun entah karena nyamuk, karena kedinginan, atau karena hewan lain yang ada di alas yang mereka tempat, sehingga mereka merasakan tubuh mereka gatal gatal dan panas semua.
Dan saat pagi menjelang, ada seorang polisi yang datang memberikan mereka sarapan sekedar nya, yang bahkan pelayan rumah Granny saja tidak makan makanan seperti itu.
Dan saat polisi itu mengantarkan makanan, saat itulah Granny Kelly melancaran aksi nya untuk menyogok polisi itu dengan kalung berlian milik Clara. Namun polisi itu tiba tiba tertawa setelah memegang kalung itu.
"Ini kalung imitiasi" ujar polisi itu masih tertawa mengejek.
"Tidak mungkin, ini asli" seru Clara.
"SHTTT, jangan nyaring nyaring, Clara" bisik Fani. Polisi itu pn keluar dari sel dengan membawa kalung Clara yang sebenar nya memang asli.
Polisi itu menghubungi Xavier dan memberi tahu apa yang baru saja terjadi, kemudian Xavier memerintahkan agar semua barang barang mereka di ambil.
Setelah itu, polisi itu mengikuti perintah Xavier dan bahkan memaksa mereka memakai pakaian tahanan.
"Kita belum di sidang dan pengadilan belum memutuskan kita bersalah, jadi hati hati kalian memperlakukan kami atau kami nanti akan menuntut kalian semua" seru Granny Kelly yang tak terima karena di perlakukan layak nya seorang tahanan.
"Jangan banyak bacot, Mbah. Sudah bau tanah juga" seru polisi itu yang membuat Granny Kelly semakin marah.
"Hati hati ya kalau bicara sama Mama ku" tegas Fani menampilkan wajah marah nya namun polisi itu membalas dengan tatapan tajam nya sehingga nyali Fani langsung menciut seketika.
"Cepat ganti pakaian kalian!" seru polisi itu melemparkan tiga pakaian tahanan pada mereka.
...
Hari ini Xavier terbangun seperti hari hari sebelum nya, yaitu dengan Ghiea di dekapan nya dan Xavier sangat menyukai itu. Dan meskipun sudah bangun sejak tadi, bahkan sudah mendapatkan laporan dari polisi tentang keluarga nya, namun Xavier tetap tak beranjak dari tempat nya. Xavier tak ingin menganggu tidur Ghiea yang berantalkan lengan nya dan menjadikan tubuh nya sebagai guling hidup yang selalu di peluk semalaman.
Xavier menyingkirkan anak rambut yang mengganggu wajah cantik Ghiea, kemudian ia mengecup kening sang istri dan kedua kelopak mata nya, turun ke hidung nya dan kemudian mendarat di bibir nya.
Sang istri tampak nya merasa terganggu dengan sentuhan mesra sang suami, ia melenguh lirih dan perlahan membuka mata nya. Ia tersenyum saat pandangan nya langsung beradu dengan pandangan sang suami.
"Good morning, Mommy nya Baby" sapa Xavier lembut yang membuat Ghiea terkekeh.
"Good morning, Daddy nya Baby" balas Ghiea dan ia mendarat kan satu kecupan mesra di sudut bibir sang suami.
"Sweetheart, kita harus ke rumah sakit hari ini, kita harus memeriksakan Baby kita ke Dokter" ujar Xavier dan Ghiea menganggukan kepala nya.
"Aku takut dia kenapa kenapa saat aku terus saja menggagahi mu" kata Xavier lagi dengan frontal nya yang membuat wajah Ghiea memerah.
"Seandainya kamu memberi tahu ku, mungkin akan aku lakukan dengan pelan pelan" kata Xavier lagi.
"Aku yakin dia baik baik saja" kata Ghiea kemudian.
"Oh ya, apa ada laporan dari polisi? Nenek mu pasti melakukan segala hal untuk bisa keluar dari masalah ini kan?" tanya Ghiea kemudian.
"Dia berusaha menyogok polisi dengan kalung Clara" kata Xavier "Dan aku sudah tahu itu pasti terjadi, tapi aku tidak akan membiarkan dia bisa keluar apapun yang terjadi. Dia harus membayar semua nya"