
"Aku mau..." Ghiea berkata terbata bata
"Mau apa, Sayang? Katakan saja" kata Xavier.
"Mau makan lobster"
"Huh?" pekik Xavier dan ia langsung menunduk, menatap heran istri nya yang menangis hanya karena ingin makan lobster.
"Kenapa harus pakai acara menangis segala sih, hm? Cuma mau makan lobster saja kok nangis..." kata Xavier antara heran, kesal dan gemas "Padahal tadi aku sudah khawatir lho sama kamu" kata Xavier lagi sembari menghapus air mata Ghiea yang membasahi pipi nya.
"Ya aku menangis karena aku takut tidak dapat lobster yang aku mau..." rengek Ghiea.
"Memang nya lobster yang kamu mau itu yang bagaimana?" tanya Xavier lagi dan Ghiea pun langsung beranjak dari pelukan sang suami dan ia meraih ponsel nya yang ada di tepi ranjang.
"Aku mau lobster seperti ini..." kata Ghiea dengan girang bahkan ia tidak seperti orang yang baru saja menangis, mood yang berubah dalam hitungan detik yang menurut Xavier seperti sebuah keajaiban. Xavier pun melihat foto lobster yang Ghiea tunjukan di ponsel nya.
"Lobster thermidor?" tanya Xavier dan Ghiea mengangguk dengan senyum lebar yang mengembang di bibir nya "Okey, kita pergi ke restaurant sekarang dan mencari lobsters khas prancis itu, hm" kata Xavier sambil mengusap ubun ubun Ghiea.
"Tapi aku tidak mau yang di restaurant..." kata Ghiea merengek dan ia kembali memasang wajah cemberut nya.
"Terus?" tanya Xavier heran.
"Aku mau Chef nya datang ke rumah, bawa bahan bahan nya ke rumah, masak di rumah dan aku mau lihat chef nya masak" kata Ghiea dengan mata yang berbinar dan tentu hal itu membuat Xavier tercengang.
"Tunggu, kamu ini mengidam atau mau jadi juri masterchef, hm?" tanya Xavier yang semakin bingung dengan tingkah istri nya itu.
"Ya aku mengidam nya begitu, Honey" rengek Ghiea memelas "Lagian aku baru minta itu saja kamu sudah mengeluh, ini juga demi anak kamu. Kamu sayang sama bayi ini kan, Honey?" tanya Ghiea dengan tatapan yang seolah Xavier telah melakukan kesalahan yang sangat besar.
"Ya bukan nya aku tidak sayang, Sweetheart. Cuma...." ucapan Xavier terhenti saat ia melihat kedua mata istri nya sudah berkaca kaca.
"Sweetheart, tunggu..." seru Xavier namun Ghiea tak memperdulikan nya.
"Ghiea, tunggu..." Xavier mempercepat langkah nya hingga ia berhasil menghentikan langkah Ghiea "Okey okey, aku akan panggil nya Chef nya ke rumah dan akan masak di rumah, kamu bisa melihat Chef nya memasak" kata Xavier yang tentu saja membuat kedua mata Ghiea langsung kembali berbinar senang.
"Beneran, Honey?" tanya Ghiea.
"Iya, apapun untuk mu" kata Xavier sambil tersenyum senang karena melihat istri nya yang sudah sangat senang.
"Tapi Chef nya harus cowok yaaa" kata Ghiea kemudian yang tentu saja membuat Xavier kembali melongo
"Kenapa harus cowok?" pekik Xavier dan kini ia kembali memperlihatkan mode cemburu nya.
"Ya karena kalau cewek, nanti kamu di godain" kata Ghiea dengan santai nya.
"Terus kalau cowok, yang ada kamu nanti yang di godain" seru Xavier tak terima.
"Ya tidak mungkin aku mau di goda, kan aku sedang hamil anak mu dan Chef nya juga tidak mungkin menggoda ku karena aku istri bos yang sedang hamil"
"Tidak tidak tidak, titik" seru Xavier tegas dan lagi lagi Ghiea kembali memasang wajah memelas nya, kedua mata nya kembali berkaca kaca dan bibir nya sudah mencebik, hidung nya bahkan sudah kembang kempis.
"Tuh kan, maka nya tadi aku nangis duluan karena aku tahu kamu tidak akan bisa memenuhi keinginan ku dan bayi ku, hiks hiks" ucap Ghiea bersamaan dengan isak tangis nya, hal itu membuat Xavier sudah mau gila rasa nya.
"Ya jangan cowok dong, Sweetheart. Aku kan cemburu" kata Xavier juga memelas.
"Ya cowok nya yang tua saja, biar kamu tidak cemburu" kata Ghiea lagi dan Xavier pun terdiam sejenak sebelum akhir nya mengangguk setuju. Ghiea yang melihat itu langsung tersenyum girang dan ia langsung memeluk Xavier
"thank you, Honey. Makin cinta deh" seru Ghiea semangat bahkan meskipun air mata masih basah di pipi nya.