My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 114



"Kalau Xavier sudah tahu hubungan kita, itu artinya Mama dan yang lain nya juga akan tahu hubungan kita" kata Max pada Diana sebelum kedua nya kembali bekerja, Diana tak menjawab nya dan ia hanya menundukkan kepala nya.


"Baby..." Max mengusap kepala Diana dengan lembut dan bahkan ia memberikan kecupan hangat di ubun ujung sang pacar "Apa yang kamu takutkan, hm?" tanya Max dengan begitu gentle.


"Aku hanya takut kalau ... kalau hubungan kita akan berakhir, Baby," kata Diana lirih.


"Tidak akan, aku akan menjaga hubungan kita sampai maut yang memisahkan! " tegas Max.


"Beneran? Kamu tidak akan meninggalkan ku?" tanya Diana dengan begitu lirih.


"Justru aku yang takut kamu meninggalkan ku, Baby. Kamu begitu cantik, semua pria pasti ingin mendapatkan mu" kata Max yang membuat Diana terkekeh.


"Kamu juga sangat tampan dan semua wanita di kantor ini menginginkan mu, Baby"


"Tapi aku cuma ingin kamu, Baby"


"Aku juga hanya ingin kamu, Baby"


Max dan Diana berpelukan sebelum mereka turun, alih alih mereka berperang bibir seperti sebelum nya. Diana justru mengecup mesra pipi kanan dan kiri Max, setelah itu Max mencium kening Diana penuh cinta.


.........


Jamie pergi ke penjara untuk mengunjungi Clara tanpa sepengetahuan Xavier, karena Jamie sangat mengkhawatirkan keadaan Clara di dalam sel sana.


Sementara itu, seorang sipir penjara memanggil Clara dan memberi tahu Clara ada yang ingin menemui nya.


"Xavier?" tanya Clara dengan antusias, namun sipir itu tak menjawab dan ia pun membawa Clara ke ruang pertemuan.


"Jamie...." pekik Clara saat melihat Jamie yang menunggu nya.


"Hai, Sayang..." kata Jamie dan ia hendak memeluk Clara namun Clara menolak di sentuh Jamie.


"Aku mencoba menghubungi tapi tidak bisa, Jam. Kenapa?" tanya Clara dengan tatapan sendu "Kamu tahu engga? Aku tuh menderita di sini..." lirih nya dengan mata yang berkaca kaca. Jamie memperhatikan Clara dari ujung kepala hingga ujung kaki, Jamie meringis melihat penampilan Clara yang begitu menyedihkan dan sungguh tak tertawat. Rambut yang dulu wangi dan lembut, kini sudah kusam dan sudah seperti ekor singa saja. Kulit yang dulu putih mulus, kini sudah merah merah dan banyak bekas kuku yang kemungkinan itu di garuk. Wajah yang dulu selalu tampil cantik dengan polesan make up mahal, kini sudah kusam, berminyak dan berjerawat.


"Dia punya rekaman kita, Clara. Dia akan menyebarkan nya jika aku membantu mu" kata Jamie.


"Tapi aku sudah tidak tahan di sini, Jamie. Semua orang jahat sama aku, mengerjai ku habis habisan" kata Clara dan ia pun mulai menangis.


"Aku.. Akan berusaha mengeluarkan mu dari sini, aku janji" kata Jamie sembari menggenggam tangan Clara.


...


Setelah seharian bekerja, Xavier pulang ke rumah dan ia sengaja tidak mencari Max. Xavier senang karena Max dan Diana akhir nya menjalani hubungan dan Xavier sangat berharap hubungan mereka bisa sampai ke jenjang pernikahan. Xavier tahu Diana wanita yang baik meskipun dia sering melihat Diana membully Max dulu.


Sesampainya di rumah, Xavier di sambut oleh Mommy nya dan Mommy nya pun menceritakan apa saja yang ia dan Ghiea lakukan hari ini. Nyonya Leona bahkan juga memberi tahu Xavier tentang apa yang di katakan Granny Kelly pada Ghiea dan itu membuat Xavier khawatir.


"Seharus nya aku tidak mengizinkan kalian kesana, aku tidak mau istri ku di sakiti lagi" kata Xavier dan ia pun bergegas ke kamar nya.


Saat membuka pintu, Xavier terkejut dan hati nya tercubit melihat Ghiea yang meringkuk menangis sesegukan di tengah ranjang.


"Sweetheart...." Xavier dengan cepat menghampiri sang istri, ia mengelus kepala Ghiea dan Ghiea pun berbalik badan "Hey, kenapa menangis, Sweetheart..." kata Xavier sembari mengusap air mata Ghiea yang sudah membanjiri pipi nya bahkan membasahi bantal.


"Aku... Aku..."


"Shhttt ssshtt..." Xavier merebahkan diri nya di samping Ghiea dan menarik Ghiea ke dalam pelukan nya. Ghiea pun langsung menyembunyikan wajah nya di dada sang suami.


"Jangan menangis, Sweetheart. Aku di sini, hm..." kata Xavier sembari membelai rambut Ghiea. Dalam hati, Xavier mengutuk Nenek nya yang kembali menyakiti Ghiea.


"Aku mau..." Ghiea berkata terbata bata


"Mau apa, Sayang? Katakan saja" kata Xavier.


"Mau makan lobster"


"Huh?"