
Hari pertama setelah kematian Ghiea sungguh membuat Xavier terpukul, ia tidak pergi kemana pun dan hanya mengurung diri di kamar nya. Kematian Ghiea juga di sembunyikan dari orang luar, karena sosok Ghiea Anson memang tidak pernah di kenal publik selama ini.
Bahkan yang menghadiri pemakaman Ghiea cuma Xavier, Nenek nya dan juga dua sahabat Ghiea.
Dan soal Clara, Nenek nya sempat tidak menyangka kalau itu ulah Clara dan ia sempat marah pada Clara dan Fani. Namun, setelah menyadari keuntungan nya begitu besar dengan kematian Ghiea, membuat Granny Kelly merasa senang dan ia bahkan menghadiahi Clara sebuah tas limited edition, brand ternama di dunia untuk di pakai saat pesta nanti. Lengkap dengan gaun dan sepatu nya.
Ah, Clara menjadi sangat senang. Sekali mendayung, dua pulau terlmapaui. Seperti nya pepatah itu sangat cocok untuk Clara saat ini, apa lagi semenjak kematian Ghiea, Xavier lebih banyak berada di rumah nya dan mengurung diri di kamar.
"Memang nya Xavier tidak mau melaporkan Granny ke polisi?" tanya Clara pada Nenek nya. Saat ini kedua nya berada di toko berlian, Clara ingin mencari kalung berlian kata nya yang cocok dengan gaun nya untuk di pakai di pesta nanti.
"Lima tahun yang lalu juga terjadi hal seperti ini, Xavier melakukan segala cara untuk memasukkan ku ke penjara, tapi pada akhirnya dia pulang ke rumah dan tinggal bersana Nenek tua ini" kata nya dengan senyum puas di bibir nya.
"Cucu ku itu sebenarnya cerdas, pantang menyerah, tapi ketika uang berbicara. Yang cerdas dan pahlawan pun akan bungkam" lanjut nya dengan seringai licik di bibir nya.
"Iya sih..." kata Clara.
"Jadi bagaimana, Nyonya? Jadi mau mengambil yang ini?" tanya pelayan yang menawarkan sebuah kalung berlian berbentuk bulat.
"Menurut Granny bagaimana?" tanya Clara sembari menempelkan kalung itu di leher nya "Cantik kan?"
"Cantik sekali..." jawab Nenek nya "Jadi, ambil yang ini?" tanya nya kemudian.
"Iya" jawab Clara antusias.
.........
Xavier duduk merenung di kamar nya, tatapan nya lurus ke depan seolah menatap lemari kaca yang ada di depan nya.
Xavier mendengar pintu kamar nya terbuka dan di susul dengan suara Clara yang menyapa nya dengan lembut, namun ia tetap tak bergeming di tempat nya.
"Sayang..." Clara duduk di pangkuan Xavier namun dengan cepat Xavier menyingkirkan Clara, membuat Clara kembali marah pada suami nya ini.
"Kamu pasti bekerja sama kan sama Granny?" desis Xavier menatap tajam Clara.
"Kerja sama apa nya?" tanya Clara juga menatap tajam Xavier.
"Pasti kamu kan yang mendorong Ghiea ke sungai? Aku akan membuat kamu membusuk di penjara..." desis Xavier penuh amarah.
"Polisi kan sudah menyelidiki semua nya, itu kecelakaan, tidak ada bukti dan saksi yang menyatakan Ghiea di dorong dari tepi jembatan" jawab Clara.
"Memang sampai sekarang belum ada bukti dan saksi..." seru Xavier kemudian ia menarik lengan Clara dan melempar nya keluar kamar, Clara semakin meradang menerima perlakuan kasar Xavier itu.
"Xavier..." geram nya.
"Mulai sekarang, jangan pernah berani masuk ke kamar ini lagi!!!!" desis Xavier dan ia membanting pintu dengan sangat keras, membuat Clara terlonjak di tempat nya.
"Xavier...."
"Xavier, buka pintu nya!!!"
Clara menggedor gedor pintu kamar Xavier namun Xavier tak menanggapi nya sedikit pun.
"Xavier...." Clara kembali berteriak dan menggedor gedor pintu kamar Xavier seperti orang gila, dan itu mengundang perhatian Granny Kelly yang ada di kamar nya.
Granny Kelly keluar dan menghampiri Clara yang masih menggedor gedor pintu kamar Xavier. Bersamaan dengan itu, pintu kamar Xavier terbuka dan Xavier melemparkan koper yang sangat besar keluar sebelum akhir nya ia kembali menutup pintu dengan kasar. Membuat Clara semakin terkejut begitu juga dengan Granny Kelly, kedua nya hanya melongo sehingga tak sempat mencegah Xavier menutup pintu kembali.
"Ada apa, Clara?" tanya Granny kemudian.
"Xavier mengusir ku dari kamar ku sendiri, Granny" rengek Clara yang membuat Nenek nya mengernyitkan kening nya namun kemudian ia tersenyum pada Clara.
"Tapi, Granny..."
"Sudah lah, ayo. Kamu tinggal di kamar sebelah saja untuk sementara" kata Granny Kelly.
Clara tak mau sebenarnya dan ia sangat cemberut sekarang, namun percuma juga memohon pada Xavier agar tak mengusir nya dari kamar.
Clara pun menarik koper besar nya itu dan ia memekik saat menyadari koper nya sangat berat. Clara pun membuka koper nya itu dan betapa terkejutnya Clara saat melihat hampir semua barang barang nya ada di sana, terutama semua make up dan peralatan mandi nya.
"Memang nya dia punya sihir sampai bisa mengemasi semua barang ku dalam dua menit?" gumam nya heran.
"Clara, ayo..." seru Nenek nya.
.........
Hari hari berlalu begitu cepat, dan semenjak mengusir Clara dari kamar nya, Xavier hampir tidak pernah keluar kamar. Bahkan untuk makan pun pelayan harus mengantarkan nya ke kamar, Xavier juga tidak pergi bekerja.
Dan soal pesta, Granny Kelly, Clara dan Fani menyiapkan semua nya. Mereka ingin membuat pesta itu sangat mewah. Dan mereka merencanakan akan ada pesta dansa bertopeng, tentu raja nya adalah Xavier dan ratu nya adalah Clara.
Granny Kelly bahkan mewanti wanti Clara agar rumah tangga nya terlihat harmonis saat di pesta nanti.
Dan 9 hari telah berlalu...
Meraka mengadakan pesat di sebuah hotel mewah milik rekan bisnis Bastian dulu, semua orang di undang ke pesta itu. Termasuk semua karyawan Anson's Group karena ini juga adalah perayaan anniversary perusahaan.
Clara begitu antusias untuk pesta nya, apa lagi saat membayangkan diri nya akan berdansa dengan Xavier nanti dan semua mata akan tertuju pada mereka berdua.
Sementara Xavier, ia tampak enggan dengan acara ini. Bahkan Xavier mengatakan pada Nenek nya tidak ingin hadir, tentu Nenek nya sangat marah karena pesta itu di buat untuk Xavier.
Dan di sini lah Xavier sekarang...
Di tengah tengah ballroom hotel, ada ratusan tamu yang datang. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun pada Xavier, dan juga ada yang membicarakan bisnis bersama Xavier.
Fani juga hadir di sana, dan Fani terus saja menempel dengan Granny Kelly. Apa lagi ketika Granny Kelly berbicara dengan rekan bisnis Xavier, Fani akan langsung tebar pesona tak perduli apakah rekan bisnis itu tua, muda atau bahkan sangat tua dan sudah berambut putih.
Sementara Max, Diana dan Melissa hanya duduk lesu di kursi mereka dan memperhatikan hiruk pikuk pesta yang sedang berlangsung. Sesekali mereka melirik jam di ponsel mereka, kemudian menghela nafas panjang.
"Sayang..." Clara datang menginterpusi pembicaraan Xavier dengan rekan kerja nya. Clara tampak cantik sebenar nya dengan gaun berwarna putih gading yang membungkus sebagian tubuh nya namun menampilkan bagian yang lain. Gaun itu memiliki ekor yang panjang hingga menyentuh lantai, namun bagian depan nya hanya sebatas paha. Leher nya memiliki potongan V yang rendah sehingga menampilkan belahan dada nya yang putih, bagian punggung nya juga bolong sehingga menampilkan punggung nya yang mulus.
"Ayo kita dansa.." ajak Clara sensual. Xavier tersenyum sangat manis pada Clara dan berkata
"Tunggu sebentar..." kata nya sembari mengambil
Kemudian Xavier melangkah tepat ke tengah ruangan, dimana di atas nya terdapat lampu kristal yang sangat mewah.
"Perhatian semua nya...." Xavier memukulkan sendok kecil ke gelas yang di pegang nya hingga menimbulkan bunyi dentingan, dan kini semua mata tertuju pada nya. Yang tadi nya para tamu begitu ramai dan sibuk mengobrol satu sama lain, kini semua nya diam dan menatap penasaran pada Xavier.
"Terima kasih..." kata Xavier setelah memastikan semua orang kini memperhatikan nya, begitu juga dengan Granny Kelly, Fani dan Clara.
"Aku ingin memperkenalkan kalian pada Nyonya muda Anson..." kata Xavier sambil tersenyum, tatapan nya lurus menatap Clara yang saat ini sudah mesem mesem, begitu juga dengan Granny Kelly dan Fani.
"My lovely wife, the one and only...." kata Xavier lagi dengan senyum yang semakin lebar mengembang di bibir nya.
"NYONYA GHIEA ANSON ..."
"APAA????"