
Yang pacar kontrak saja bisa jalan jalan di akhir minggu, apa lagi yang sudah lamaran.
Max dan Diana saat ini juga sedang jalan jalan, mereka tak menentukan akan pergi kemana dan melakukan apa saja. Mereka hanya keluar dari rumah berdua, yang penting menghabiskan waktu berdua.
"Baby, aku akan segera memberi tahu Mommy kalau aku akan menikahi mu" kata Max yang saat ini sedang menggengam tangan Diana. Sementara tangan Diana yang bebas sedang memegang es krim, dan sesekali ia menyuapi pujaan hati nya itu.
"Aku juga akan memberi tahu Mama kalau aku mau menikah sama kamu, Baby" ucap Diana.
"Kita menikah secepatnya ya, Baby. Aku sudah tidak sabar ingin menjadi suami mu, supaya kita bisa bersama setiap hari" ucap Max kemudian ia membuka mulut nya saat Diana menyuapi nya eskrim.
"Iya, aku juga tidak sabar. Hem tapi nanti setelah menikah kita tinggal sama siapa?" tanya Max kemudian yang membuat Diana terdiam, ia tak ingin meninggalkan Mama nya tapi ia juga yakin Max pasti tidak mau meninggalkan Mommy nya.
"Baby, kenapa diam?" tanya Max sembari menarik-narik tangan Diana, Diana pun menyunggingkan senyum nya dan menggelengkan kepala nya
"Tidak apa apa, Baby. Nanti kita bicarakan sama Mama kita, kita harus tinggal dimana setelah menikah" tukas Diana kemudian.
Mereka pun melanjutkan jalan jalan nya, bergandengan tangan, bercanda ria, bahkan Diana juga sering mencuri cium pipi Max meskipun di pinggir jalan. Membuat Max malu dan pipi nya merah merona.
.........
Di taman, Alan dan Melissa berjalan berdampingan di atas rerumputan sembari menikmati angin yang sejuk. Di hari minggu taman cukup ramai, dari orang dewasa hingga anak anak, semua nya datang.
"Apa kita cuma akan jalan jalan seperti ini?" tanya Alan kemudian.
"Terus mau nya yang bagaimana?" tanya Melissa tanpa menatap Alan.
"Kenapa kaku begitu?" tanya Melissa yang bisa merasakan respon tubuh Alan "Orang pacaran tuh begini, coba kamu lihat orang itu..." Melissa menunujuk sepasang kekasih yang berjalan berdampingan dan saling bergandengan tangan.
"Hem, begitu" gumam Alan.
"Iya, ayo..." Melissa dan Alan pun kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan jantung yang sama melompat ria di tempat masing masing, hingga kedua sampai di tempat orang yang berjualan berbagai jajanan pinggir jalan
"Wah, kebetulan aku lapar, beli yuk" ajak Melissa antusias.
"Makanan itu? Nanti kamu sakit perut, Sugar. Kita cari restaurant saja" ajak Alan.
"Engga akan, Alan. Aku sudah biasa beli makanan di pinggir jalan, enak kok rasa nya" ucap Melissa sembari menarik Alan menuju orang yang berjualan pentol goreng.
Melissa pun membeli nya dua bungkus, dan setelah itu ia meminta Alan membayar nya. Membuat Alan tercengang karena tak pernah sekalipun sebelum nya Melissa meminta Alan membayar nya.
"Kenapa diam? Cepat bayar, atau tidak punya uang?" tanya Melissa.
"Bukan begitu, cuma aneh saja..." kata Alan kemudian ia mengeluarkan selembar uang merah dari dompet nya.
"Aneh kenapa?" kata Melissa yang mulai menikmati pentol goreng nya.
"Kamu minta bayarin, biasa nya kan engga" ucap Alan yang membuat Melissa terkekeh.
"Kita kan pacaran, bayarin makanan atau belanjaan sesekali atau sering itu normal. Yang engga normal itu, kalau kamu minta balasan di atas ranjang"