
"Jadi Tante Selena berpenampilan begini karena balas dendam sama suami?" pekik Max setelah sekretaris nya ternyata sahabat Ibu nya dan bahkan seumuran dengan sang Ibu, Max tentu sangat terkejut apa lagi saat mengetahui Nyonya Dessy ternayata Ibu nya Diana. Tak hanya Max, Ghiea dan Xavier juga sangat terkejut bahkan meraka sampai tidak tahu harus berkata apa lagi.
Nyonya Selena menceritakan bahwa ia memang melakukan beberapa perawatan bahkan melakukan sedikit operasi untuk membuat nya terlihat cantik dan muda apa lagi ia berpenampilan seperti gadis saja, sekilas ia memang seperti gadis berusia 25 tahunan namun jika di teliti dari dekat dan di perhatikan satu persatu, ia memang terlihat seperti wanita dewasa.
"Ini tidak bisa di percaya" gumam Ghiea yang mulai merasa insecure dengan diri nya sendiri, ia langsung menatap Xavier dengan tatapan penuh peringatan.
"Apa kau akan selingkuh juga jika nanti aku terlihat tua?" tanya Ghiea dan tentu saja Xavier langsung menggeleng tegas.
"Jika kau tua, aku juga tua, Sweetheart" tegas Xavier "Lagi pula, perselingkuhan itu terjadi bukan dari usia atau penampilan istri, tapi tergantung dari hati suami nya" kata Xavier yang tentu saja langsung meluluh lantahkan ketakutan Ghiea.
"Beneran ya?" tanya Ghiea manja dan Xavier langsung mengangguk.
"Kamu akan jadi ratu sejati dalam hati dan hidup ku, Sayang" kata nya lagi.
"Tunggu tunggu...." seru Max yang masih tak percaya dengan fakta sang sekretaris. Max kemudian mengingat kembali bagaimana perlakuan Selena selama menjadi sekretaris nya, apa lagi saga Selena mengatakan bahwa kenyamanan Max jauh lebih penting dari penampilan. Yah, Selena ternyata memang memiliki sifat keibuan.
"Kenapa, Max?" tanya Nyonya Selena.
"Rasa nya aneh sekali kalau sahabat Mommy jadi sekretaris ku" kata Max.
"Karena itu lah Mommy tidak memberi tahu mu sebelum nya, Max. Tapi Selena bisa bekerja dengan baik kan? Mommy sengaja me rekomendasikan Selena sebagai sekretaris mu sebelum kamu mendapat sekretaris perempuan lain, Mommy takut kamu di apa apain sama wanita wanita yang tidak jelas" tukas Nyonya Leona yang tentu saja membuat Max cemberut.
"Jangan cemberut, Son. Aku melakukan ini demi menjaga mu" tegas Nyonya Leona.
"Tapi kan rasa nya aneh, Mom" Max kembali merengek.
"Kalau di kantor, ya kamu tidak perlu ingat kalau Selena sahabat Mommy, Sayang. Kalian bisa bekerja secara profesional, tidak perlu di bawa urusan pribadi nya"
"Tapi memang rasa nya aneh" kata Xavier dan ia memperhatikan sekretaris adik nya sekaligus sahabat Mommy nya itu, Xavier bahkan tidak pernah menyangka kalau wanita itu cukup tua.
"Ya sih, tapi memang nya tidak ada yang membaca CV nya?" tanya Ghiea.
"Karena Mommy yang merekomendasikan ya aku terima saja"
"Tunggu dulu..." seru Nyonya Dessy yang ikut ikutan bingung dan sejak tadi hanya bisa menjadi pendengar dan penonton dan ia tidak tahu menahu soal urusan kantor "Sebenarnya ada apa ini?" tanya nya.
"Eh, Des... Ada kejutan yang lain lho..." seru Nyonya Nyonya Leona.
"Kejutan apa lagi? Ini saja kita masih terkejut" pekik Ghiea "Bisa jantungan kita kalau di buat terkejut terus" lanjut nya.
"Ini lho, Des Wanita yang di taksir Max itu Diana, sahabat nya Ghiea, putri mu"
"Huh?" pekik Nyonya Dessy dan ia langsung menatap Max.
"Dunia sempit ya" lirih Max malu malu saat Nyonya Dessy menatap nya lekat lekat.
"Aku benar benar bingung..." kata Ghiea sambil memijit pelipis nya.
"Sudah lah, jangan fikirkan itu..." kata Xavier dan ia melihat kepala sang istri dengan lembut "Mungkin ini sama seperti kisah kita, Sweetheart. Penuh kejutan" lanjut nya yang membuat Ghiea terkekeh.
"Oh ya, tadi kata nya kamu mau bawa anak mu, Des. Dianan ka? Dimana dia sekarang?" tanya Nyonya Leona.
"Tadi kata nya sih mau ke toilet. Tapi sudah lama sekali ya..." gumam Nyonya Dessy sembari melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya.
"Coba aku telfon dulu" kata nya sembari merogoh ponsel nya dari tas nya.
Sementara Max, ia masih bingung dengan cerita berputar ini namun Max tak mau memikirkan itu terlalu jauh. Sekarang ia memikirkan Diana dan mengetahui Mama Diana bersahabat dengan Mommy nya, Max seperti punya harapan baru untuk mendekati sang gadis pujaan.
"Bagaiamana, Tante? Di jawab?" tanya Max namun Nyonya Dessy menggeleng pelan.
"Coba aku susul deh..." kata Ghiea namun tiba tiba Nyonya Dessy menghentikan nya.
"Diana mengirim pesan, kata nya dia pulang karena sakit perut" ujar nya yang tentu saja membuat Max langsung menghela nafas lesu, ia tadi duduk tegak langsung loyo seketika.
"Sabar..." kata Xavier menepuk pundak sang adik "Kan masih ada besok, selamat matahari masih terbit, masih ada kesempatan kan?" ucap nya yang membuat semua orang terkekeh.
"Putra Leona ini kalau sudah jatuh cinta langsung cinta mati ya..." kata Nyonya Selena yang membuat Nyonya Leona terkekeh dan tentu sangat menyetujui hal itu.
"Cinta mati dan posesif" imbuh nya.
..........
Sementara itu, Diana saat ini sedang menyetir entah kemana tujuan nya. Namun ia tak pulang, melihat Max dan sekretaris nya tadi membuat hati Diana terasa sesak.
Diana juga enggan menjawab panggilan dari sang Ibu, Diana sungguh tidak tahu bagaimana bisa Ibu nya itu mengenal Selena.
Saat di tengah jalan, perut Diana sudah keroncongan. Cacing dalam perut nya sudah memberontak ingin dapat asuapan. Diana pun melajukan mobil nya lebih cepat, hingga ia berhenti di depan sebuah cafe saat ia melihat Melissa di sana.
Diana pun bergegas masuk ke dalam cafe dan ternyata disana sudah ada Alan Mama nya Melissa juga.
"Mel..." seru Diana dan yang di panggil pun langsung menoleh.
"Diana, sama siapa?" tanya Melissa dan Diana pun langsung duduk di samping Diana tanpa memperdulikan tatapan Alan yang tak menyambut kedatangan Diana.
Tentu saja kedatangan Diana membuat Alan kesal, karena Alan ingin makan malam ini hanya antara diri nya dan calon calon nya.
Calon istri dan calon mertua...
"Aku lapar sekali" kata Diana dan ia melihat ada makanan yang sangat menggugah selera di depan Melissa, Diana pun langsung menarik piring itu dan menyantap nya lagi lagi tanpa memperdulikan tatapan tajam Alan.
"Aku memesan itu khusus untuk Melissa..." akhir nya Alan bersuara.
"Oh, Alan. Kau di sini juga?" tanya Diana dengan polos nya dan ia masih menikmati makanan di depan nya.
"Memang nya kamu buta?" tanya Alan ketus
"Tentu saja tidak, aku hanya sedang sangat lapar" kata Diana dengan mulut yang penuh makanan "Terus ada acara apa ini? Apa ada lamaran?"