My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 42



Setelah selesai acara makan makan, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga dan melanjutkan film yg tadi. Namun tiba tiba Xavier berdiri di depan tv besar itu.


"Pak, jangan menghalangi..." seru Diana.


"Tunggu dulu..." kata Xavier "Ada yg ingin aku katakan di sini..." ujar nya kemudian.


Xavier menatap Ghiea, membuat Ghiea bertanya tanya, apakah gerangan yg ingin di katakan oleh Xavier.


"Sweetheart, kemarilah..." Xavier mengulurkan tangan nya pada Ghiea, dan walaupun sedikit ragu, namun Ghiea tetap menerima uluran tangan Xavier.


Ghiea berdiri di samping Xavier, sementara Melissa, Diana, Max dan ibu nya duduk di sofa menjadi penonton kedua insan itu. Ghiea seketika merasa gugup, apa lagi ketika tatapan nya itu bertemu dengan tatapan Xavier yg terlihat berbeda.


"Xavier, apa yang..." ucapan Ghiea terpotong saat tiba tiba Xavier berlutut di depan nya, kemudian ia mengeluarkan sebuah cincin berlian dari saku nya. Membuat Ghiea semakin gugup, hati nya berdebar dan jantung nye berdetak kencang.


"Marry me, Sweetheart...."


Deg


Hati Ghiea semakin berdebar, bahkan tanpa sadar ia menahan nafas nya. Ghiea merasa ini mimpi, Xavier melamar nya? Yg benar saja.


Sementara yg lain juga sama terkejut nya, kecuali Nyonya Liona tentu nya, mereka sungguh tak menyangka Xavier akan melamar Ghiea.


"I love you, more than you know..." lirih Xavier menatap bola mata Ghiea yg masih tampak sangat terkejut.


Ghiea masih terdiam membisu seribu bahasa, bibir nya terbuka namun lidah nya terasa kelu. Secara logika, ia tahu ia tak mungkin menerima Xavier yg masih beristri, namun hati nya berkata lain. Hati nya meneriakan kata "Iya"


"Xavier, kamu..." suara Ghiea tercekat di tenggorokan nya. Nafas nya memburu, sementara yg lain begitu tegang menunggu jawaban Ghiea. Mereka bahkan menahan nafas, tidak tahu jawaban apa yg akan di katakan Ghiea.


"Aku tidak bisa" jawab Ghiea kemudian yg membuat hati semua terkesiap, sementara Xavier, ia hanya menahan senyum.


Entah jawaban Ghiea 'Iya atau Tidak', Ghiea memang istri nya, lamaran ini ia lakukan untuk membuat Ghiea percaya pada nya, bahwa Xavier bersungguh sungguh mencintai nya. Dan tidak menjadikan Ghiea hanya pelampiasan hasrat nya.


"Tidak apa apa, Sweetheart..." kata Xavier sambil berdiri "Aku masih mencintaimu, tapi saat aku sudah menceraikan Clara nanti, kamu harus bilang Yes, ya?" pinta nya yg membuat Ghiea menahan senyum.


..........


Setelah acara lamaran itu, hubungan Xavier dan Ghiea berubah, Ghiea selalu menghindari Xavier, meskipun mereka tinggal di bawah satu atap yg sama.


Setiap kali berada di dekat Xavier, jantung Ghiea selalu berdetak lebih cepat, dan itu membuat Ghiea takut, takut ia mencintai Xavier karena Ghiea yakin, cinta itu hanya akan menyakiti nya.


Sementara Xavier masih bekerja seperti biasa, bahkan Clara dan Jamie masih bekerja seperti biasa.


Saat Xavier berada di ruangan nya, Jamie datang dan menyerahkan sebuah surat yg sudah di tanda tangani oleh Clara.


"Surat cerai yg anda minta, Pak" ucap Jamie. Xavier dengan cepat memeriksa surat itu dan ia tersenyum puas setelah membaca surat cerai itu.


"Dan surat yg lain?" tanya Xavier kemudian, dengan ragu, Jamie menyerahkan surat yg lain, yaitu surat pengunduran diri nya. Xavier membaca surat itu baik baik, dan terlihat kecemasan di mata Jamie.


"Kenapa kamu mau menjadi selingkuhan Clara?" tanya Xavier menatap tajam Jamie.


Jamie terdiam beberapa saat, ia menundukan kepala nya dalam.


"Jangan takut, kata kan saja yg sejujur nya. Apa kau mencintai Clara?" tanya Xavier.


"Maafkan saya, Pak..." lirih nya.


"Kejar lah cinta mu, dan aku rasa Clara pasti sudah memberi tahu mu tentang pernikahan kita yg sakit, tidak sehat, dan memang tidak seharus nya terjadi"


"Tapi..."


"Kau boleh tetap bekerja di sini..."


Jamie tentu sangat senang, karena ia tak jadi di pecat, Jamie masih mendapatkan pekerjaan nya dan bahkan masih di posisi yg sama.


"Terima kasih, Pak Xavier. Terima kasih banyak..." ujar Jamie.


"Tapi setiap kali aku ingin kau melakukan sesuatu, kau harus melakukan nya. Kau tenang saja, aku tidak akan merugikan mu" tegas Xavier.


"Biak, Pak. Saya mengerti, terima kasih, terima kasih banyak, Pak Xavier" ucap nya antusias.


Dengan gerakan tangan nya, Xavier meminta Jamie keluar dari ruangan nya.


Karena hari sudah sore, Xavier pun bergegas pulang. Ia tak sabar ingin bertemu sang istri yg tak ingat jadi istri, apa lagi sejak acara lamaran itu Ghiea terus saja menghindari nya.


...... ...


Sementara itu, Ghiea sedang memasak di dapur untuk menghilangkan penat nya karena memikirkan hubungan nya dengan Xavier.


Ghiea menggoreng udang, dan ia rasa Xavier sangat menyukai udang.


Saat Ghiea memasukan udang itu ke dalam wajah yg berisi minyak panas, tiba tiba api naik ke atas wajan dan hal itu Membuat Ghiea sangat terkejut dan ketakutan.


Seketika sekelebat bayangan akan rumah yg terbakar berputar dalam ingatan nya, membuat Ghiea histeris. Ia berlari keluar dan menabrak Xavier yg menghampiri Ghiea setelah mendengar suara teriakan Ghiea dari dapur.


"Ghiea, Sayang..."


"Ada apa?" tanya Xavier panik.


"Kebakaran, Xavier... Kebakaran..." Ghiea memberi tahu dengan sangat panik, bahkan ia sampai menangis dan tubuh nya gemetar hebat.


Xavier segera ke dapur dan tak ada kebakaran, ia mematikan kompor dan menghampiri Ghiea yg tampak pucat.


Xavier segera merengkuh nya dan menenangkan nya, namun bayangan akan rumah yg terbakar itu terus hadir dalam benak Ghiea.


"Xavier..."


"Kebakaran..."


"Rumah ini kebakaran..."


Racau nya ketakutan yg membuat Xavier panik dan cemas.


"Tidak, Sayang. Tidak ada kebakaran..."


"Xavier, ada kebakaran. Rumah nya terbakar..." ia masih meracau dalam dekapan Xavier, bahkan Ghiea mulai terisak, membuat Xavier semakin panik, apa lagi ketika tubuh Ghiea melemas dan ia pun jatuh pingsan.


Xavier segera membawa Ghiea ke kamar nya, kening Ghiea berkeringat, seperti nya wanita itu sangat ketakutan. Xavier mengusap kening Ghiea dan ia segera memanggil Dokter Liya.