My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 125



Raut wajah Ghiea begitu serius saat ia membaca sebuah artikel yang tersimpan di laptop Xavier, artikel beberapa tahun lalu tentang beberapa wanita yang di tangkap akibat melakukan penyerangan hingga menyebabkan kebakaran di sebuah rumah dan merenggut nyawa seorang wanita. Artikel itu sengaja Xavier simpan, bahkan lengkap dengan semua detail detail hasil dari penyelidikan Xavier yang akhir nya membawa Xavier pada Granny Kelly sebagai otak dari kejahatan ini


Air mata Ghiea langsung menetes begitu saja saat melihat foto wanita wanita itu dan juga foto foto jenazah sang ibu yang tampak sangat mengerikan, lengkap dengan hasil autopsy nya.


"Mama..." lirih Ghiea dan air mata semakin deras mengalir di pipi nya, Xavier langsung menarik istri tercinta nya itu ke dalam dekapan nya. Ghiea menangis sejadi jadinya di dada Xavier, bahkan sampai membuat kemeja Xavier basah oleh air mata nya.


"Itu lah kenapa aku tidak akan pernah mengeluarkan nya dari penjara, Sweetheart" kata Xavier lirih sembari membelai rambut sang istri.


"Dia membunuh Mama ku?" tanya Ghiea dengan suara yang tercekat di tenggorokan nya.


"Dia juga membunuh Daddy dengan keegoisan nya, Sweetheart. Daddy nya Max juga, bahkan janin kita juga. Dia jahat, Sweetheart"


"Aku minta maaf karena sudah membuat mu kecewa, Sweetheart" kata Xavier lagi.


Ghiea melingkarkan lengan nya di pinggang Xavier dengan erat dan semakin menenggelamkan wajah nya di dada Xavier.


"Terima kasih, Honey. Kamu melindungi ku" lirih Ghiea.


"Aku tidak bisa hidup tanpa mu, Sweetheart. Jika saat itu aku tidak bisa menyelamatkan mu, aku pasti akan ikut mati dengan mu" ucap Xavier dan semakin mendekap sang istri. Xavier mengecup pucuk kepala Ghiea beberapa kali "Aku tahu dia sudah tua, tapi aku takut kelicikan nya akan selalu sama. Sementara Clara, dia adalah boneka dan selalu di pengaruhi. Aku juga berharap, Tante Fani juga berubah menjadi lebih baik setelah melihat Clara bebas karena dia pasti juga ingin bebas" kata Xavier lagi.


Ghiea terdiam, kepala nya kembali sakit dan juga pusing namun Ghiea menahan nya. Ghiea memejamkan mata dan mencoba menyusun kepingan kepingan ingatan nya akan masa lalu nya.


"Kamu memang harus membayar semua nya!"


.........


Berbeda hal nya dengan Ghiea dan Xavier yang sedang melow, Max justru senyum senyum sendiri di kamar nya saat berbalas pesan dengan sang pacar.


Me


^^^Baby^^^


^^^"Memang nya kenapa harus buru buru, Baby?"^^^


Me


"Aku rasa itu tidak buru buru, kan kita sudah mengenal cukup lama, Baby. Mommy kita juga sahabatan"


Me


"Minggu depan aku datang kerumah mu ya, Baby"


^^^Baby^^^


^^^"Baiklah, aku bicara dulu sama Mama"^^^


"Yeyyyyy" Max langsung melompat girang setelah membaca pesan dari pacar nya itu, ia pun langsung melompat turun dari ranjang nya dan kemudian berlari turun sambil berteriak memanggil Mommy nya.


"Mommy..." ia berlari di tangga seperti anak anak yang kegirangan.


"Mommy..."


Sang Mommy yang sedang menonton film di ruang tengah langsung berdiri setelah mendengar teriakan putra bungsu nya itu "Di sini, Max. Ada apa?" teriak nya dan tak lama kemudian Max pun muncul dengan wajah berseri seri.


"Ada apa, Max?" tanya Nyonya Leona lagi yang merasa heran dengan tingkah putra bungsu nya itu.


"Mom, minggu depan kita lamar Diana ya"