My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 127



"Hey, tutup pintu nya, sialan" desis Melissa kesal.


"Okey" jawab Alan dengan santai nya dan Melissa fikir Alan akan menutup pintu nya dan pergi dari depan kamar nya, namun yang terjadi...


Alan justru masuk dan kemudian menutup pintu nya bahkan mengunci nya.


"Hey, KENAPA DI TUTUP PINTU NYA?" teriak Melissa sekencang mungkin bahkan Alan sampai harus menutup kedua telinga nya sambil meringis.


"Kan kamu yang suruh, Sugar..." rengek Alan karena pagi pagi sudah di teriaki, sementara Melissa menatap Alan dengan sangat tajam dengan emosi yang memuncak, dada nya bahkan sudah naik turun dan kedua tangan nya mengepal kuat.


"Kamu tuh ya..." desis Melissa "Maksud aku kamu pergi dan tutup pintu nya, dimana sopan santun mu di rumah orang, huh?" teriak Melissa lagi sembari melangkah mendekati Alan.


"Tadi Mama kamu yang suruh aku masuk..." jawab Alan yang membuat Melissa semakin emosi, ia langsung menarik kerah kemeja Alan dengan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya memutar kunci, setelah itu ia membuka pintu dan melempar Alan keluar dari kamar nya.


"Dengar ya, Pacar. Kita itu masih pacaran, tidak boleh di kamar berduaan. Bahaya!!!" tegas Melissa.


"Tapi kan..."


"Tidak usah bicara lagi ya, dasar sialan" desis Melissa kemudian ia menutup pintu kamar nya dengan keras hingga menimbulkan suara gebrakan yang menarik perhatian Mama nya di bawah.


"Shhh" Alan hanya meringis sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. Padahal biasa nya ia selalu di sambut di kamar seorang wanita bagaikan seorang raja, tapi Melissa justru melempar nya keluar kamar dengan sadis.


"Suara apa itu, Nak Alan?" tanya Nyonya Rita yang menyusul ke atas.


"Bukan apa apa, Tante. Cuma Melissa ternyata lagi pakai baju, aku kaget terus aku langsung tutup pintu nya. Maaf ya, Tante. Jadi buat keributan, spontan soal nya" jawab Alan dengan dusta yang begitu lancar Sementara Melissa yang mendengar nya dari dalam kamar hanya bisa menggeram kesal.


"Selain player ternyata dia juga tukang bohong" desis Melissa.


Sementara di luar, Nyonya Rita justru melemparkan senyum bangga nya pada Alan yang mengira Alan adalah pria yang baik dan sopan.


"Oh begitu, Melissa memang punya kebiasaan buruk, jarang kunci pintu. Mungkin karena di rumah ini kami cuma berdua saja dan memang jarang ada tamu, paling yang datang cuma Diana dan Ghiea" tutur nya panjang lebar dan Alan kembali melemparkan senyum manis nya.


"Iya, Tante. Padahal bahaya kalau wanita tidak kunci pintu kamar, takut nya ada orang yang masuk sembarangan" ucap nya sok bijak yang membuat Melissa bergidik di dalam kamar nya.


"Ya sudah, kita tunggu Melissa di bawah saja. Kamu mau Tante buatkan kopi atau teh?" tanya Nyonya Rita kemudian sembari menuruni tangga, Alan pun mengekori nya dari belakang.


"Kopi saja, Tante. Kopi susu, biar tidak mengantuk nanti" jawab Alan.


Kini Alan duduk di sofa sementara Nyonya Rita pergi ke dapur untuk membuatkan kopi teman putri nya itu. Tak lama kemudian Nyonya Rita membawakan secangkir kopi dan sepiring biskuit untuk Alan.


"Sudah sarapan, Nak Alan?" tanya Nyonya Rita kemudian.


"Belum, Tante. Saya jarang sarapan orang nya" Jawab Alan jujur.


"Sarapan itu penting lho, Melissa juga jarang sarapan sebenar nya. Tante sudah peringatkan berkali kali betapa penting nya sarapan"


"Wah, berarti aku sama Melissa cocok ya, Tante"


"Iya, kalian cocok sekali. Kamu juga sangat baik dan sopan, pantas saja Melissa mau berteman sama kamu ya"


"Hehe..." Alan hanya cengengesan mendengar pujian tak benar dari Ibu pacar nya ini. Terbersit dalam benak Alan untuk memberi tahu bahwa ia dan Melissa pacaran, namun entah mengapa Alan tak berani.


Kedua nya pun membicarakan beberapa hal tak berfaedah sampai akhir nya Melissa turun dan ia langsung menatap tajam pacar nya itu.


"Ma, kenapa Alan di biarin naik sih, Ma?" tanya Melissa kesal, ia tak habis fikir dengan Mama nya yang tak menjaga anak gadis nya itu.


"Mama fikir kamu sudah siap, Mel. Lagian kamu jangan marah marah begitu lah, Alan itu anak nya baik, sopan, menghargai perempuan. Tadi dia langsung menutup pintu nya saat tahu kamu sedang mau pakai baju" tukas Nyonya Rita dengan bangga nya yang tentu saja membuat Melissa menggeram kesal.


"Ma, dia itu..."


"Mel, kita berangkat sekarang" kata Alan menyela, ia tak rela jika kesan anak baik di mata Nyonya Rita di rusak oleh Melissa.


"Aku bisa berangkat sendiri" ketus Melissa.


"Jangan begitu lah, Mel. Kamu sopan sedikit dong sama teman kamu, dia rela menunggu kamu dari tadi lho"


"Tapi, Ma..."


"Mama tidak mengajari kamu tidak menghargai orang ya, Mel"


"Astaga, ya sudah iyaaaaa"