My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 129



"Ghiea, kamu mau apa datang ke sini?" tanya Clara ketus


"Untuk memastikan kamu tak lagi berbisa di lingkungan yang bebas"


"Maksud kamu?" tanya Clara tak mengerti, alih alih menjawab pertanyaan Clara, Ghiea justru memperhatikan setiap sudut rumah itu.


Rumah itu milik Jamie dan Ghiea mendapatkan nya dari Diana yang sengaja meminta Diana untuk mencari tahu alamat rumah Jamie. Ghiea hanya ingin memastikan apakah Jamie benar-benar akan menjaga Clara.


"Dimana selingkuhan mu itu... Ups, maksud ku si pahlawan mu..." cibir Ghiea yang tentu saja membuat Clara kesal.


"Maksud kedatangan kamu apa kesini? Aku kan sudah tidak mengganggu hidup mu lagi jadi jangan ganggu hidup ku" kata Clara ketus.


Ghiea merogoh Flashdisk nya dari tas nya dan memberikan nya pada Clara, meskipun sempat ragu namun Clara mengambil Flashdisk itu.


"Itu bukti kejahatan Nenek mu, Clara. Aku mau kamu melihat semua nya" kata Ghiea dan kini raut wajah nya berubah menyeramkan.


"Maksud nya?" tanya Clara heran.


"Kamu akan tahu maksud ku setelah kamu melihat isi nya, dan setelah itu aku benar benar berharap kamu sadar akan kesalahan kamu dan tidak muncul lagi di hadapan ku maupun Xavier. Atau aku akan membuka kembali kasus Nenek mu dan menyeret mu juga Mama mu, dan saat kasus itu di buka, akan aku pastikan kalian mendapatkan hukuman gantung" gertak Ghiea yang tentu saja membuat Clara langsung bergidik ngeri. Dan setelah menakut nakuti Clara, Ghiea pun langsung bergegas keluar dari rumah itu dan kini tujuan Ghiea adalah penjara.


.........


"Enak banget ya jadi Clara, sudah bebas aja" gerutu Fani sementara Granny Kelly hanya diam saja.


Semenjak Clara di bebaskan, ia lebih sering diam dan murung. Terlihat jekas sekali di kedua matanya ia sangat tidak suka dengan kebebasan Clara.


"Seharus nya yang Xavier bebaskan itu aku, aku Nenek nya yang merawat dia sejak kecil..." Granny Kelly memukul tembok dengan emosi yang sudah ada di Ubun ubun "Tapi kenapa Clara yang di bebaskan? Sekarang bagaimana cara nya supaya aku bebas? Aku tidak mau selama nya terkurung di tempat hina ini.."


"Mbah nomor 123...." terdengar suara nyaring sipir memanggil Granny Kelly namun yang di panggil tak merespon sedikit pun.


"Apa?" ketus nya.


"Di panggil, Ma..." cicit Fani.


"Mbah, ada kunjungan untuk mu" kata sipir yang kini sudah membuka pintu sel. Granny Kelly yang mendengar hal itu langsung berdiri dengan antusias.


"Itu pasti Xavier, dia pasti mau membebaskan Nenek nya ini..." kata nya girang.


"Ma, aku juga mau bebas..." teriak Fani namun Granny Kelly tak menggubris nya. Ia berjalan di belakang sipir dengan raut wajah yang tampak bahagia terbayang sebentar lagi ia akan bebas.


Namun saat sampai di ruang kunjungan, raut kebahagiaan nya langsung musnah saat melihat Ghiea lah yang datang menemui nya. Kini raut wajah nya berubah marah apa lagi setelah Ghiea melemparkan senyum sinis nya.


"Kenapa kamu datang ke sini, huh?" desis Granny Kelly dan karena ia enggan duduk di kursi nya, Ghiea pun berdiri dan mendekati Granny Kelly kemudian.


PLAKKKKK


Kedua mata Granny Kelly langsung membulat sempurna dan dada nya bergemuruh saat ia mendapatkan tamparan dari wanita bau kencur di depan nya ini.


Sementara Ghiea mengibas-ngibaskan tangan kiri nya yang baru saja menyapa pipi Granny Kelly dengan sempurna. Si sipir juga terkejut dengan apa yang di lakukan Ghiea namun mengingat siapa Ghiea, ia tak berani menegur nya.


"Kurang ajar!!!" desis Granny Kelly.


"Hanya satu tamparan dan kamu sudah sangat marah?" cibir Ghiea.


"Itu tidak apa apa nya di bandingkan rasa sakit hati ku atas semua penghinaan mu dan juga pembunuhan yang kamu lakukan!!!"