My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 67



"Ini tidak benar!!!!" seru Clara lantang setelah mendapatkan kesadarannya kembali dari ketekejutan nya.


"Wanita ini wanita murahan, cuma wanita simpanan!!!" teriak nya lagi.


Sekarang suasana pesta semakin ricuh, yang seharusnya pesta ulang tahun Xavier sekaligus ulang tahun perusahaan ini berjalan seru dan penuh suka cita, tapi sekarang berubah menjadi sebuah drama keluarga. Para tamu sebagai penonton di buat pusing tujuh keliling, bingung harus percaya pada siapa dan berpihak pada siapa.


"Ah, diam dulu..." Ghiea mengangkat tangan nya dengan anggun dan meminta Clara diam, hal itu membuat Clara, Nenek nya dan Mama nya menjadi murka.


"Kamu yang diam..." seru Fani yang tak lagi berfikir Ghiea itu hantu. Ia maju dan hendak menyerang Ghiea namun Melissa dan Diana segera datang menjadi tameng Ghiea.


"Tunggu dulu, Bibi. Nyonya muda Anson belum selesai berbicara!!!" ujar Diana dengan berani bahkan ia menatap Granny Kelly dan berkata "Bukan begitu, Nyonya besar Anson?" Granny Kelly hanya diam dan menahan amarah nya mati matian, bukan nya tak ingin berteriak di depan wajah Ghiea, bukan nya tak ingin menjambak dan mencakar Ghiea. Namun ia tahu, jika ia melakukan hal serendah itu, maka wibawa nya sebagai seorang wanita sosialita akan hancur.


"Terima kasih, girls. Tolong tahan dua wanita ini, aku mau bicara dulu" ujar Ghiea dengan tenang nya yang membuat Clara geram. Ia menarik rambut Ghiea namun Melissa segera mengatasi nya, walaupun begitu, Ghiea sempat meringis sakit ketika rambut nya di tarik.


"Honey, dia menarik rambut ku.." ia mengadu manja pada Xavier, membuat Clara semakin meradang. Sementara Granny Kelly menggeram tertahan, ia mengepalkan tangan nya kuat kuat melihat tingkah Ghiea yang melonjak.


Dulu, Ghiea hanya lah gadis kecil yang bahkan takut pada Granny Kelly yang memelototi nya, namun sekarang?


"Sakit, hm...?" Xavier bertanya lembut sembari mengusap kepala Ghiea, Ghiea mengangguk dan memasang wajah melas nya yang lucu.


"Jangan main tangan pada istri ku, Clara. Atau aku akan memenjarakan mu" ancam Xavier yang membuat Granny Kelly semakin muak.


"Hentikan drama mu, Xavier!!!!" tegas Nenek nya yang masih berusaha mempertahankan wibawa nya dan ke anggunan nya. Namun itu tidak berlaku lagi pada Xavier.


"Drama nya baru saja di mulai, Granny" kata Xavier dengan tenang sambil tersenyum puas.


Granny Kelly melangkah mendekati Xavier, ia berusaha menarik Ghiea supaya menjauh dari Xavier, namun Xavier mendekap Ghiea dengan erat dan menghempaskan tangan Nenek nya dengan kasar. Ia menatap Nenek nya dengan tajam, rahang nya mengeras dan ia mengertakkan gigi nya kemudian berteriak.


"MOM...." bola mata Granny Kelly kembali melotot sempurna saat Nyonya Leona datang entah dari mana. Ia melongo seperti orang bodoh melihat mantan menantu nya yang sudah singkirkan bertahun tahun yang lalu.


Nyonya Leona melangkah anggun mendekati putra nya, menantu nya dan mantan mertua nya itu.


"Hai, mantan Mama mertua..." sapa Nyonya Leona terdengar ramah namun tatapan nya menggambarkan sebaliknya.


"Berani nya kau menginjakan kaki di pesta ini!!!" geram Granny Kelly.


"Memang apa salah nya?" tanya Leona dengan tatapan sok polos nya "Ini pesta ulang tahun putra ku dan juga perusahaan kami" ujar nya dengan senyum miring di bibir nya.


Kejutan sekali lagi, semua orang terhenyak, termasuk Diana dan Melissa. Mereka berdua saling melempar tatapan sebelum akhirnya tatapan kedua nya tertuju pada Max. Clara juga sangat terkejut dan tak pernah menyangka bahwa si culun itu saudara nya Xavier.


Semua teman kantor Max juga begitu terkejut, dan sekarang perhatian mereka tertuju pada Max yang saat ini tampak salah tingkah.


"Pak Xavier putra nya Tante Leona?" Diana bertanya lirih pada Melissa.


"Mama nya Max? Jadi mereka saudara?" Melissa juga bertanya lirih.


"Mereka adalah anak anak ku, dan perusahaan ini milik anak anak ku" kata Nyonya Leona penuh kemenangan.


"Jangan bermimpi kamu" desis Granny Kelly.


"Oh, tidak sama sekali, Mantan Mama mertua" jawab Nyonya Leona, kemudian ia bertepuk tangan sebanyak dua kali.


Jamie datang dengan membawa beberapa berkas di tangan nya, Jamie menyerahkan semua berkas itu pada Nyonya Leona. Dan Clara yang melihat itu semakin terkejut, begitu juga dengan Granny Kelly. Jantung mereka seperti akan meledak saking banyak nya kejutan yang mereka terima malam ini.


"Ini adalah surat..." Nyonya Leona menyodorkan sebuah berkas pada Clara "Cerai"


"Apa?" pekik Clara bingung, ia segera membuka berkas itu dan berapa terkejut nya ia karena itu memang surat cerai nya dan Xavier, bahkan ada tanda tangan nya juga "Aku tidak pernah tanda tangan surat cerai, kalian pasti menipu ku!!!" teriak Clara histeris.


"Silahkan panggil pengacara mu dan cek, apakah dokumen itu termasuk tanda tangan mu apakah asli atau palsu" ujar Xavier dengan tenang nya.


"Kalian pasti menipu ku!!!"


"Kalian menjebak ku!!!" teriak Clara histeris.


"Ssshhtt..." Nyonya Leona membungkam mulut Clara dengan sisa dokumen yang ia pegang "Drama masih berlanjut, manis. Jangan mengiterupsi supaya cepat selesai" kata nya kemudian yang kembali membuat Clara melongo.


"Dan ini..." Sekarang Nyonya Leona memberikan beberapa dokumen pada Granny Kelly dan Granny Kelly pun menerima nya dengan kesal "Dokumen yang menyatakan semua harta kekayaan turun temurun keluarga Anson tanpa terkecuali..." Nyonya Clara berkata penuh penekanan "Menjadi milik Xavier dan Ghiea, dan itu sudah di tanda tangani oleh Anda, Nyonya Kelly Anson"


Kedua mata Granny Kelly kembali melotot sempurna dan ia segera membuka dokumen itu, ia menggeleng keras dan menatap tajam Nyonya Leona.


"Ini pasti palsu..." teriak Granny Kelly histeris, ia menatap nyalang manusia manusia di depan nya ini, namun manusia itu justru tersenyum sangat manis.


"Ini jebakan!!!!" ia kembali berteriak dan sekarang ia sudah lupa dengan wibawa yang harus ia jaga.


"Aku tidak pernah menandatangani surat surat ini, ini pasti palsu" ujar nya kemudian.


"Kita bisa ke meja hijau untuk membuktikan keaslian surat surat itu terutama tanda tangan mu, mantan Mama mertua" ujar Nyonya Leona santai.


"Tolong jangan pingsan dulu..." seru Ghiea sambil terkekeh, ia melihat wajah ketiga manusia jahat itu sudah merah padam "Kejutan nya belum selesai" ujar nya dan bersamaan dengan itu, beberapa polisi datang yang membuat Fani, Granny Kelly dan Clara panik setengah mati.


"Bu Clara, Bu Fani dan Bu Kelly, kalian semua kami tahan atas kejahatan yang kalian lakukan pada Ibu Ghiea. Dengan tuduhan penculikan dan percobaan pembunuhan"


Fani dan Clara langsung pingsan di tempat mendengar apa yang di katakan polisi, sementara Granny Kelly tampak begitu marah, tatapan nya begitu tajam pada Ghiea dan Nyonya Leona.


"Gotong saja yang pingsan itu, Pak. Nanti juga bangun sendiri" kata Ghiea yang membuat Granny Kelly semakin di bakar amarah.


"Sesuai perintah anda, Nyonya muda" kata polisi itu.