
Jamie benar benar melakukan hubungan intim dengan Clara malam ini, bahkan Jamie membuat Clara sampai sangat kelelahan.
Jamie mengambil sebuah kertas lagi dari laci beserta pena nya.
"Clara, tanda tangan dulu..." ujar Jamie "Ini surat perjanjian yg tadi kita tulis" ucap nya. Dan karena lelah juga mengantuk, akhirnya Clara menandatangani kertas itu.
Jamie tampak senang dan ia menyunggingkan senyum puas nya.
Jamie mengambil ponsel nya, memotret kertas itu dan mengirimkan nya pada seseorang.
....
Keesokan harinya, Ghiea dan Xavier bersiap siap untuk menghadiri acara ulang tahun ibu nya Xavier, dan entah mengapa Ghiea merasa gugup. Ia seperti seorang gadis yg akan di kenalkan Pada orang tua pacar nya.
Ghiea mencoba beberapa gaun yg terlihat casual, karena Xavier bilang hanya akan ada acara makan makan saja dan itu pun hanya dengan orang orang terdekat nya saja.
Ghiea melepas gaun berwarna hitam yg melekat di tubuh nya dan mencari gaun yg lain karena ia merasa tidak cocok dengan gaun yg di pakai nya.
Sementara itu, Xavier melirik arloji nya setelah ia merasa Ghiea benar benar terlalu lama di kamar. Xavier yg sudah siap pun menyusul Ghiea dan mendapati Ghiea yg masih belum siap dan masih sibuk memilih gaun.
"Sweetheart, kau lama sekali" ucap Xavier berjalan masuk.
"Aku tidak tahu harus berpakaian seperti apa, Xavier. Maksud ku, aku tidak pernah bertemu dengan ibu mu, jadi aku takut membuat kesan yg buruk nanti" ucap Ghiea secara spontan yang tanpa sadar itu berarti Ghiea sudah menerima Xavier dan sekarang ia ingin di terima baik oleh pemerintah ibu nya Xavier. Xavier yg menyadari itu tersenyum samar, apa lagi mengingat bahwa sebenarnya Ghiea sudah sangat mengenal ibu mertua nya dan Ghiea memiliki kesan yg sangat bagus di mata ibu mertua nya itu.
"Yg ini saja..." Xavier mengambil sebuah dress berwarna baby blue "Ini akan sangat manis membalut tubuh mu yg seksi itu..."
"Xavier, jangan mulai..." geram Ghiea.
"Memulai apa?" tanya Xavier menggoda.
"Keluar sana, aku mau pakai baju dulu" kata nya lagi.
"Pakai saja di depan ku, Sweetheart. Tadi malam saja kau tidak memakai apapun..."
"XAVIER..." geram nya dengan mata yg melotot sempurna.
..........
"Mom, sejak kapan kau mau merayakan hari ulang tahun mu?" tanya Max pada ibu nya yg sedang sibuk memasak di dapur.
"Karena hari ini ada yg spesial..." ujar ibu nya itu.
Karena hari ini hari minggu, Max tidak pergi ke kantor. Oh, tentu saja, karena semua kantor pasti tutup. Dan karena Max tidak ke kantor, Max pun membantu Ibu nya di dapur karena mereka memang tidak punya pelayan meskipun rumah mereka cukup besar.
Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu, Ibu nya meminta Max membuka kan pintu. Max pun berlari lari kecil membuka pintu dan saat pintu terbuka, dia melihat Xavier yg menggandeng tangan Ghiea.
"Wow, apa kalian di undang Mom untuk merayakan ulang tahun?" tanya Max dengan polos nya, sementara Ghiea tampak bingung, ia melirik Xavier.
"Mom?" ia bertanya pada Xavier karena masih bingung.
"Ayo masuk, nanti aku jelaskan..." kata Xavier dan dengan santai nya dia masuk melewati Max padahal Max belum mempersilahkan nya masuk. Membuat Max melongo heran, begitu juga dengan Ghiea. Ia bertanya tanya kenapa ada Max di rumah ibu nya Xavier?
Baru saja Max akan menutup pintu, kembali terdengar suara bel pintu.
"Diana? Melissa?" pekik nya yg membuat Max heran.
"Hai, Max..." Diana menyapa dengan riang seperti biasa, bahkan ia juga masuk ke rumah tanpa permisi pada Max, ia berjalan melewati Max begitu saja. Max kembali melongo, sementara Melissa setidak nya mengucapkan permisi meskipun juga masuk tanpa di persilahkan.
Sementara di dalam, Nyonya Liona tampak nya sangat bahagia karena Xavier akhir nya datang ke rumah nya.
"Happy birthday, Mom..." ucap Xavier dengan suara berat nya, ia memeluk ibu nya itu penuh rindu.
"Terima kasih, Son..." ia berkata lirih, memeluk putra nya penuh rindu.
"Kamu saudara dengan Max?" tanya Ghiea penasaran dan Xavier mengangguk, kepala nya celengokan ke belakang, mengintip takut Max datang, membuat Ghiea semakin bingung.
"Meraka memang putra ku, tapi sebaik nya kita rahasiakan ini dulu dari Max dan orang lain..." ucap Nyonya Liona. Ia tersenyum hangat pada Ghiea dan memeluk nya cukup lama, Nyonya Liona teringat kembali dengan pertemuan pertama nya dengan Ghiea saat pernikahan mereka berdua.
Sementara Ghiea merasa sedikit canggung, karena bagi nya ini pertemuan pertama nya dengan ibu nya Xavier.
Ghiea juga penasaran dengan hubungan Max dan Xavier yg sebenarnya, namun ia masih malu untuk bertanya lagi. Apa lagi terdengar suara Max yg semakin mendekat.
"Aku juga mengundang sahabat sahabat mu..." kata Nyonya Liona pada Ghiea yg membuat Ghiea semakin bingung.
"Hai, Ghiea..." sapa Melissa.
"Eh, Pak Xavier juga di undang?" tanya Diana. Dan Xavier tak menanggapi nya, ia hanya memasang wajah dingin nya pada dua sahabat Ghiea itu.
"Ada undangan yg lain, Mom?" tanya Max.
"Tidak, Max. Mom hanya mengundang teman teman mu" jawab ibu nya.
"Tapi Pak Xavier bukan teman ku, Mom. Dia bos ku" ujar Max lagi dengan jujur nya yg membuat Diana dan Melissa menahan senyum dengan kejujuran Max yg tidak di saring itu "Lagi pula Mom ini aneh sekali, seharus nya Mom mengundang teman teman Mom, ini kan ulang tahun mu, Mom. Bukan mengundang teman teman ku"
"Jadi pria itu jangan banyak bicara" tukas Xavier yg membuat Max mendelik.
"Tapi Max lucu sekali saat banyak bicara" goda Diana
"Diana, sebaik nya bawa kue kue yg sudah masak ini ke ruang tengah" ujar Nyonya Liona. Diana dan Melissa pun membawa kue itu ke depan.
"Max, kau siapkan minuman ya..." seru ibu nya kemudian.
"Yes, Mom" jawab Max patuh.
Sementara mereka bertiga pergi ke depan, Ghiea dan Xavier masih berada di dapur.
"Ada yg bisa aku bantu, Tante?" tanya Ghiea sopan.
"Tidak ada, Ghiea..." jawab Nyonya Liona sambil tersenyum "Max, kau bawa Ghiea ke depan"
"Iya..." jawab Xavier, ia segera merangkul Ghiea dan membawa nya ke depan.
"Xavier, aku tidak mengerti apa yg sebenarnya terjadi" kata Ghiea setengah berbisik.
"Inti nya, aku dan Max memang bersaudara. Tapi jangan beri tahu Max, karena Max tipe pria yg tidak bisa bohong" ujar Xavier setengah meringis.
Memang itu lah alasannya Max tidak di beri tahu soal hubungan persaudaraan nya dengan Xavier, karena Max bisa jujur apa saja pada siapa saja.
"Itu bagus kan? Dari pada kamu, pembohong..." tukas Ghiea.
"Memang nya aku bohong apa?" sanggah Xavier.
"Banyak, inti nya, pria yg selingkuh itu pembohong" tukas Ghiea lagi yg membuat Xavier tersenyum simpul dan tak lagi menanggapi Ghiea.