My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 78



Granny Kelly, Fani dan Clara kini sudah di pindahkan ke penjara wanita, mereka di tempatkan di sel dimana di dalam sudah ada 7 orang tahanan dengan wajah wajah yang sangat menyeramkan. Clara dan Fani hanya bisa meneguk ludah mereka dan menempel pada Nenek mereka karena takut saat ke 7 orang tahanan itu menatap tajam pada mereka.


"Granny, kita harus keluar dari sini" rengek Clara.


"Iya, Ma. Mereka sangat menyeramkan dan seperti nya orang jahat" sambung Fani yang tentu saja membuat Nenek itu semakin stres.


"Hey, Mbah..." seru salah satu tahanan yang memiliki wajah paling sangar dan tubuh paling besar "Kenapa bisa masuk penjara di usia setua ini, Mbah? Apa kamu mencuri untuk memberi makan cucu mu? Hahah" para wanita itu tertawa terbahak bahak.


"Jaga bicara mu ya" tegas Granny Kelly "Aku tidak muncuri untuk memberi makan cucu ku, aku punya kekayaan yang tidak akan habis tujuh turunan"


"Oh, orang kaya ternyata. Lalu siapa kedua wanita ini yang tampak nya seperti....." wanita itu berjalan mengitari mereka bertiga "Wow, kulit kalian mulus dan putih, meskipun sudah bentol bentol mungkin di gigit nyamuk, dan rambut kalian..." wanita itu menarik rambut Clara dan menghirup aroma nya "Hem, wangi dan lembut. Seperti nya kalian memang orang kaya" seru nya yang membuat Clara merasa begitu risih namun juga takut.


"Terus kenapa orang kaya masuk penjara?" tanya wanita yang lain.


"Mungkin kekayaan nya hasil menipu" sambung yang lain nya.


"Atau mungkin hasil membunuh keluarga sendiri" yang lain menimpali.


"Aku ini orang bermartabat!" tegas Granny Kelly "Aku tidak pernah melakukan hal rendah hanya demi harta"


"Padahal, di dunia ini yang paling menggoda selain wanita adalah harta dan tahta" sambung wanita sangar tadi yang adalah pemimpin para tahanan di sel itu.


"Kalian benar benar orang tidak berkelas" desis Granny Kelly kemudian ia melangkah ke pojokan di ikuti Clara dan Fani, mereka memojok seperti pasangan di malam minggu saja. Dan wanita sangar tadi pun menghampiri mereka, kemudian melepaskan pakaian nya dan duduk bersila di depan Clara, membuat Clara terkejut.


"Punggung ku gatal, cepat garuk...!" tegas wanita itu yang membuat Clara bergidik ngeri, apa lagi punggung wanita itu sudah seperti parutan saja.


"Ih, tidak mau. Jijik..." seru Clara menolak.


"Hey, jangan berani menolak ya..." sambung anak buah si wanita sangar, ia menari paksa tangan Clara dan memperhatikan kuku kuku Clara yang sedikit panjang, terawat dan cantik dengan cat kuku berwarna merah.


"Lepaskan!!!" teriak Clara.


"Lepaskan cucu ku" seru Granny Kelly dan Fani berusaha menari tangan Clara namun ia juga di halangi oleh tahanan yang lain.


"Bos, kuku nya panjang, enak nih buat garuk garuk" ujar anak buah nya dan ia memegang tangan Clara kemudian menggarukan kuku nya ke punggung bos nya dengan pelan pelan, membuat Clara merasa begitu risih dan jijik, ia berusaha melawan namun tak bisa. Sehingga ia dan Nenek juga Mama nya hanya pasarah.


...


Ghiea dan Xavier pergi kerumah sakit untuk memeriksa kandungan Ghiea yang ternyata kandungan nya sudah berjalan ke usia 4 minggu.


"Itu arti nya yang pertama kali itu yang jadi Baby" kata Xavier girang yang membuat Ghiea terkekeh.


"Sudah pasti, kamu mengeluarkan semua nya di dalam dan sangat banyak" ujar Ghiea yang membuat Dokter yang memeriksa nya hanya bisa menahan senyum.


"Dimana bayi ku, Dok?" tanya Xavier kemudian saat Dokter melakukan USG.


"Ini, Pak..." kata Dokter menunujukan sebuah titik hitam di layar monitor.


"Cuma satu titik" gumam Xavier.


"Benar, karena usia nya baru 4 minggu" seru sang Dokter. Setelah selesai melakukan USG, Xavier membantu Ghiea turun dari bed gynaekolog dan membawanya duduk ke kursi yang ada di meja kerja Dokter yang saat ini sedang meresepkan vitamin untuk Ghiea.


"Cuma pusing, mual, mudah mengantuk" jawab Ghiea sembari mengingat ngingat apa saja yang ia alami selama sebulan terkahir ini.


"Baiklah, Bu Ghiea. Itu sebenar nya bukan masalah yang serius, wanita yang hamil muda akan mengalami hal serupa. Dan jika bisa, emm sebaiknya jangan dulu Pak Xavier mengunjungi bayi nya apa lagi mengeluarkan nya di dalam ya, Pak. Karena itu bisa berbahaya bagi janin. Sebab, sperma mengandung prostaglandin yang bisa merangsang kontraksi pada otot rahim. Dampak buruk kontraksi di trimester ini adalah terjadinya pendarahan hingga abortus" tutur sang Dokter yang membuat Ghiea dan Xavier saling pandang, karena selama bersama, mereka beberapa kali melakukan hubungan dan Xavier selalu mengeluarkan nya di dalam.


Dari tatapan mereka, Dokter menyadari seperti nya pasangan ini telah melakukan hal itu dan itu kembali membuat nya menahan senyum.


"Syukurlah karena janin kalian baik baik saja, tapi lain kali sebaik nya jangan. Dan jika memang sangat mendesak atau tak bisa di tahan lagi, lakukan dengan pelan, cari posisi yang nyaman dan aman, dan harus di cabut sebelum kecolongan ke dalam" tukas sang Dokter.


"Seperti nya dia yang harus ingat itu, Dok" kata Ghiea.


"Ya kamu nya jangan menggoda dong, Sweetheart" sambung Xavier.


"Kapan aku menggoda?" tanya Ghiea.


"Hampir setiap hari" jawab Xavier dengan cepat "Apa lagi kalau aku baru mandi, kamu main tarik handuk ku saja"


Dokter itu meringis mendengar perdebatan sepasang suami istri ini dan tentu ia tahu siapa mereka, berita di pesta itu sudah menyebar seperti wabah dan dari kisah yang mereka ceritakan, tentu mereka akan tahu bahwa kedua nya menjadi budak cinta satu sama lain.


"Baiklah, kalian bisa pulang sekarang dan kalian bisa menebus vitamin ini untuk menguatkan kandungan Bu Ghiea" kata Dokter itu mengusir, membuat Ghiea meringis dan merasa malu.


Mereka pun segera keluar dari ruangan Dokter itu dan pergi ke apotek rumah sakit untuk menebus vitamin Ghiea. Setelah itu, mereka pun bergegas pulang ke apartement Ghiea.


"Sweetheart, apa kau ingin bulan madu?" tanya Xavier sembari membukakan pintu mobil untuk Ghiea.


"Hem seperti nya itu rencana yang bagus, kemana?" tanya Ghiea yang sudah duduk manis di mobil.


"Kamu mau nya kemana?" tanya Xavier yang menyusul masuk kemudian ia men starter mobil nya dan keluar dari parkiran rumah sakit.


"Aku tidak tahu" kata Ghiea.


"Kau ingin ke Eropa?"


"Apa boleh?" Ghiea bertanya dengan mata yang berbinar, tampak nya ia memang menginginkan hal itu.


"Tentu saja, aku akan mengurus semua nya nanti" kata Xavier. Ia menyetir dengan kecepatan yang sangat sangat lambat dan mengambil jalan sedikit ke pinggir.


"Xavier, bisa kau percepat mobil nya?" tanya Ghiea yang sudah tidak betah dengan cara Xavier menyetir.


"Jangan, Sweetheart. Nanti bahaya, kamu sedang mengandung" tegas Xavier.


"Tapi ini terlalu pelan, Honey. Aku jadi gregatan..." rengek Ghiea.


"Pelan asal selamat itu jauh lebih baik" tegas Xavier.


"Tapi..."


"No debat, Sweetheart! ini demi calon anak kita"