
Keesokan pagi nya, keluarga Max berkumpul di meja makan dan Max terus menatap Xavier dan Ghiea dengan sinis. Seperti orang yang terkena iri hati dan dengki.
"Kamu kenapa, Max? Sejak tadi menatap kita begitu?" tanya Ghiea akhir nya yang sudah tak tahan dengan tatapan adik ipar nya itu.
"Tidak apa apa" jawab Max ketus "Kapan kalian akan pulang ke apartement kalian?" tanya nya kemudian yang membuat Ghiea dan Xavier menganga.
"Kamu mengusir kami?" pekik Xavier tak terima.
"Ya bukan begitu, aku cuma tidak suka dengan suara horor kalian. Hiii, ngeri sekali" Max benar benar bergidik membuat Mommy nya hanya bisa menahan tawa, sementara Xavier dan Ghiea justru mengernyit bingung.
"Suaara horor? Maksudnya?" tanya Xavier tak mengerti.
"Itu..."
"Max, sudah lah..." Nyonya Leona dengan cepat memotong pembicaraan Max karena ia sendiri akan malu jika hal seperti itu di bahas di meja makan.
"Tapi, Mom..."
"Biar nanti Mommy yang berbicara dengan mereka, sekarang habiskan susu mu dan cepat lah berangkat ke kantor. Lagi pula, bukan kah seharus nya kamu menjemput Lady Diana mu, hm"
"Iya sih..." gumam Max, kemudian dengan cepat ia menghabiskan roti nya kemudian ia meneguk susu nya susu nya hingga habis. Sementara Ghiea dan Xavier hanya bisa menatap Max dengan raut wajah yang penuh tanda tanya.
"Aku pergi dulu, Mom. Bye..." Max mengecup pipi Mommy nya dan kemudian segera bergegas keluar namun tentu ia masih melemparkan tatapan kesal nya pada Ghiea dan Xavier.
"Itu anak mu kenapa sih, Mom?" tanya Xavier kemudian setelah Max pergi "Sudah seperti panglima yang siap perang saja"
"Jadi, dia itu kesal sama kalian"
"Memang salah kami apa?" tanya Ghiea dengan polos nya.
"Salah nya kalian, kalian lupa kamar tamu itu bukan ruangan yang kedap suara. Suara kalian semalam sampai terdengar ke dapur..." tutur Nyonya Leona sambil tersenyum geli, sementara Ghiea yang mendengar hal itu langsung menundukkan kepala nya dengan wajah yang sudah merah padam. Beda hal nya dengan Xavier yang terlihat terkejut dalam waktu beberapa detik namun setelah itu ia kembali tampak biasa saja.
"Iya, tapi kan Max belum punya pasangan, belum tahu rasa nya hal seperti itu.."
.........
Max melajukan mobil nya menuju rumah Diana, dan baru saja ia sampai, Diana sudah keluar rumah nya dan langsung masuk ke dalam mobil Max.
"Good morning, Baby..." Sapa Diana setelah mengecup mesra pipi sang pacar.
"Morning, Baby. Kamu cantik deh pagi ini" puji Max sebelum kembali menjalankan mobil nya
"Jadi di pagi sebelum nya aku tidak cantik, begitu?" tanya Diana pura pura merajuk.
"Kamu selalu cantik setiap waktu" jawab Max yang membuat Diana tersipu. Max pun melajukan mobil nya menuju kantor mereka, sepanjang perjalanan mereka terus membicarakan tentang kehidupan masing masing dan juga harapan harapan di kehidupan yang akan datang.
"Oh ya, sebenarnya aku mau cerita sesuatu, Baby" kata Max kemudian.
"Mau cerita soal apa?" tanya Diana lembut.
"Soal Ghiea dan Xavier" cicit Max yang tentu saja membuat Diana langsung terkejut, apa lagi terlihat raut wajahnya Max yang tampak ragu untuk berbacara.
"Memang nya kenapa mereka?"
"Semalam aku dengan ada suara horor dari kamar mereka..."
"Suara serem apa?"
"Mereka emmm ah emmh begitu.." Diana tentua langsung tercengang mendengar penuturan Max itu apa lagi setelah penuturan Max berikut nya "Punya ku jadi sakit, tegang dan berdenyut, rasa nya sakit"