My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 63



Secara perlahan kedua mata Ghiea terbuka, ia mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menyesuaikan pandangan nya dengan cahaya terang di sekitar nya.


Ghiea berusaha duduk di atas ranjang yang terasa begitu asing itu, ia mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kamar yang juga terasa begitu asing itu.


"Oh Tuhan..." Ghiea memegang kepala nya yang terasa begitu pusing dan berat, bahkan pandangan nya juga seperti berkunang kunang. Ghiea mencoba mengingat apa yang sebenar nya terjadi pada diri nya sebelum ia kehilangan sadar nya.


"Nyonya itu...." ia teringat di suruh tanda tangan sebuah dokumen oleh Nenek nya Xavier saat ia setengah sadar.


"Dimana aku...." ia mencoba turun dari ranjang, namun kepala nya semakin pusing dan ia juga begitu mual. Tak lama kemudian pintu kamar nya terbuka dan menampilkan seorang wanita paruh baya yang tersenyum pada nya sembari melangkah masuk.


"Kau sudah bangun, Ghiea?" tanya wanita itu


"Maaf, Nyonya siapa ya?" tanya Ghiea sembari memijit pelipis nya.


"Aku Fina, Tante nya Xavier" ujar wanita itu yang membuat Ghiea mengernyit bingung.


"Tante?" tanya Ghiea yang semakin merasa bingung.


"Iya, Mama ku tadi mengantar kamu kesini untuk beristirahat, dia meminta ku menjaga mu" kata wanita bernama Fina itu.


"Aku ingin pulang" kata Ghiea hendak kembali turun dari ranjang namun di cegah oleh Fina


"Mau pulang kemana?" tanya nya.


"Ke rumah ku, tentu saja. Memang nya kemana lagi..." kata Ghiea ketus. Ia merasakan firasat yang tak baik dengan wanita bernama Fina ini.


"Tapi kau tak bisa pergi kemana pun, di luar sudah malam" kata Fina lagi.


Pandangan Ghiea langsung tertuju pada jendela dan ia melihat di luar memang sudah gelap.


"Tidak apa apa, pasti masih ada taksi di luar" kata Ghiea dan ia sudah akan melewati Fina untuk keluar kamar namun Fina justru membekap mulut Ghiea dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Ghiea sempat melawan namun kamudian ia kembali tidak sadarkan diri.


..........


Sementara itu, Xavier, Max dan Mommy mereka mencoba mencari Ghiea, dengan cara melacak setiap tempat dimana lokasi dari nomor telfon Nenek nya di temukan.


Mereka bekerja sampai pagi, namun hasil nya nihil. Ghiea tidak di temukan dimana pun, hal itu membuat Xavier semakin cemas.


Dan Clara, wanita itu teta pura pura tidaaaak tahu apapun di hadapan Nenek nya padahal sebenar nya ia mulai mencari tahu dimana Nenek nya menyembunyikan Ghiea.


"Kenapa kamu melihat ku begitu itu?" tanya Granny Kelly yang menangkap basah Clara sedang melirik nya. Saat ini, kedua nya sedang sarapan bersama seperti biasa.


"Tidak apa apa" jawab Clara kemudian.


"9 hari lagi ulang tahun Xavier, aku akan mengadakan pesta yang sangat mewah, jadi persiapkan diri mu untuk itu" kata Nenek nya dan Clara hanya mengangguk saja.


Sementara Nenek nya, ia sungguh kebingungan Bagaiamana cara nya membuat Xavier menandatangani surat cerai nya dengan Ghiea. Karena jika sampai Xavier tak memiliki surat cerai dengan Ghiea, maka harta Xavier nanti akan jatuh ke tangan Ghiea juga sebagai istri sah Xavier.


"Aku akan ke kantor" kata Clara kemudian setelah menghabiskan makanan nya dan meneguk air dari gelas nya.


"Hm" jawab Granny Kelly tanpa menoleh.


Clara beranjak dari kursi nya, kemudian segera naik ke kamar nya. Ia mengambil tas kerja nya dan berpamitan kembali pada Nenek nya.


Di dalam mobil, Clara langsung menghubungi Ibu nya. Ia menunggu jawaban Ibu nya dengan sangat tak sabar dan saat terdengar suara Ibu nya dari seberang telfon, Clara langsung memberi tahu apa yang terjadi.


"Mama tahu, tidak? Granny menculik Ghiea" seru Clara sembari menjalankan mobil nya.


"Terus ternyata Ghiea itu istri nya Xavier, Ma. Mereka menikah resmi secara agama dan negara 5 tahun yg lalu. Yang artinya, dia akan menjadi ahli waris Xavier yang sah, tapi aku tidak perduli dengan itu semua. Yang aku mau, Xavier menjadi suami ku dan aku menjadi satu satu nya istri Xavier yang sah"


Tutur Clara panjang lebar namun dari seberang telfon justru terdengar kekehan Mama nya, yang membuat Clara mengernyit bingung.


"Kok Mama malah ketawa?" tanya nya.


"Kamu lucu, wong sekarang Ghiea ada di rumah Mama"


"Huh..." pekik Clara.


"Tapi kenapa Granny tidak memberi tahu ku?"


"Kata Nenek mu, kamu bodoh sekali. Maka nya di tidak mengajak mu melakukan rencana ini" Clara tentu langsung mendengus mendengar apa yang di katakan Mama nya itu.


"Aku ke sana sekarang ya, Ma" Ujar nya


"Nenek mu juga sengaja tidak memberi tahu mu karena takut rahasia ini bocor...."


Clara terdiam setelah mendengar apa yang di katakan Mama nya itu, namun ia terbayang kembali kata kata Nenek nya yang mengatai nya bodoh dan bahkan sudah dua kali menampar Clara.


Clara memutuskan sambungan telfon nya itu secara tiba tiba, kemudian ia menancap gas dan melajukan mobil nya lebih cepat menuju rumah Mama nya.


"Nenek tua itu bilang aku bodoh? Lihat saja, jika aku berhasil menyingkirkan Ghiea, dia juga akan di untungkan" desis nya. Clara tahu, alasan Nenek nya menyembunyikan Ghiea adalah untuk mendapatkan surat cerai Ghiea dan Xavier. Tapi, jika Ghiea mati, maka otomatis mereka telah bercerai kan?


Sesampainya di rumah Mama nya, Clara langsung turun dari mobil nya, ia mengetuk pintu dan tak lama kemudian Mama nya membukakan pintu.


"Clara, kamu ngapain ke sini? Kan sudah Mama bilang, jangan ke sini. Nanti Nenek mu marah kalau dia sampai tahu" tutur Mama nya namun Clara tak memperdulikan nya.


"Dimana Ghiea?" tanya Clara tajam.


"Di kamar atas, kamu mau apa?" tanya Mama nya sembari kecik mengikuti Clara yang berlari naik ke atas.


Sementara di kamar atas itu, Ghiea terdiam dengan seribu pertanyaan di benak nya. Sekarang ia tahu Nenek Xavier bukan orang yang baik dan juga tidak berniat baik pada nya, karena tidak mungkin orang baik akan mengurung orang apa lagi sampai membius nya beberapa kali.


Ghiea mencoba keluar dari jendela namun jendela begitu tinggi dan kecil


"Ini kamar apa gudang sih" gerutu Ghiea.


Ghiea mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk memanjat ke jendela itu namun tiba tiba pintu terbuka.


"Clara..." Pekik Ghiea.


"Jadi kamu yang menculik ku..." seru nya.


"Iya, kenapa? Tidak terima?" seru Clara sembari berjalan mendekati Ghiea. Ghiea langsung mengantisipasi pergerakan Clara yang tampak mencurigakan itu.


"Kamu mau apa?" tanya Ghiea melangkah mundur.


"Mau membunuh mu" kata Clara dengan tenang nya, sekarang ia sudah seperti psychopath yang menemukan mangsa nya. Sementara Ghiea meskipun sebenarnya takut, namun ia tetap berusaha tampak tenang dan menyunggingkan senyum sinis nya.


"Kamu iri ya sama aku..." kata Ghiea kemudian "Ternayata aku istri sah Xavier lho, dan seperti nya dia juga sangat mencintai mu dan dia juga bilang kalau dia tidak menyentuh mu sama sekali. Ah, aku mengerti sekarang kenapa dia begitu, pasti karena dia tidak mau mengkhianati aku dan pantas saja kamu selingkuh, kekurangan kasih sayang dari suami ternyata" ejek Ghiea yang membuat Clara semakin tampak marah, begitu juga dengan Mama nya Clara.


Kemudian kedua wanita itu mencoba menangkap Ghiea, namun Ghiea berusaha lari. Ketiga nya sempat lari larian di kamar sempit itu hingga akhir nya Ghiea berhasil di ringkus dan kembali di bius.