
Max bersenandung ria sembari menuruni tangga, wajah nya berbinar karena sebentar lagi ia akan melamar sang pacar. Max pun pergi ke meja makan dimana di sana sudah ada keluarga nya, Ghiea dan Xavier yang melihat itu mengernyit bingung sementara Nyonya Leona tentu sudah tahu apa yang membuat putra bungsu nya ini bersenandung ria.
"Sudah dapat warisan dari Mom, Max?" tanya Xavier.
"Belum" jawab Max dengan polos nya yang membuat Ghiea terkekeh.
"Terus kenapa kamu terlihat bahagia begitu?" tanya Ghiea kemudian.
"Minggu depan mau melamar Diana" jawab Max yang membuat Xavier dan Ghiea tercengang. Kedua nya pun langsung menatap Nyonya Leona dan ibu dua anak itu hanya bisa mengangguk kecil.
"Secepat itu, Mom?" pekik Xavier.
"Lebih cepat lebih baik, Xavier" jawab Max "Lagian aku kan juga mau bawa istri ku ke rumah, tidur sama istri ku, mesra-mesraan 24 jam seperti kalian" kata Max lagi yang membuat Ghiea tersenyum geli.
"Memang nya kamu sudah yakin sama keputusan mu, Max? Kamu sama Diana itu bagaikan langit dan bumi lho" ujar Ghiea mengingat dulu Diana selalu membully Max.
"Ya yakin, Ghe. Kan yang penting cinta" jawab Max percaya diri.
"Iya deh, semoga langgeng ya, Max. Jangan sakiti sahabat ku lho, nanti kamu berhadapan sama aku" tegas Ghiea.
"Dia memang sahabat mu, tapi akan jadi istri ku. Tidak ada yang bisa melindungi seorang wanita lebih baik dari suami nya" kata Max bijak yang tentu saja membuat keluarga nya itu merasa gemas.
"Oh, so sweet..." kata Ghiea.
Sementara Nyonya Leona hanya terdiam dengan senyum samar di bibir nya, karena ia tidak pernah merasakan di lindungi oleh suami nya meskipun ia pernah menikah dua kali. Nyonya Leona tidak tahu rasa nya berbagi masalah dengan suami, mengeluh pada suami, apa lagi bermesraan 24 jam seperti kata Max.
"Mom..." Xavier menyentuh tangan Ibu nya "Kami di sini, meskipun tidak ada Daddy yang bisa melindungi mu. Tapi Daddy sudah mengirim dua pangeran untuk melindungi mu" kata Xavier yang seolah bisa membaca fikiran Ibu nya.
"Tapi setelah menikah, kalian akan mengurus istri kalian masing masing" kata Nyonya Leona sambil tersenyum "Tidak apa apa, melihat anak anak ku bahagia itu sudah membuat Mommy sangat bahagia" lanjut nya.
.........
Setelah Xavier dan Max pergi ke kantor, Ibu mertua Ghiea juga pergi untuk menemui calon besan nya dan membicarakan hubungan Max dan Diana.
Sementara Ghiea juga bersiap siap pergi, ia memasukan sebuah Flashdisk ke dalam tas nya dan kemudian ia memanggil taksi.
Tak butuh waktu lama taksi datang menjemput nya, Ghiea memberikan sebuah alamat pada sopir taksi yang menjadi tempat tujuan nya.
Selama dalam perjalanan, Ghiea hanya diam saja dengan raut wajah yang nampak tegang.
Dan sesampainya Ghiea di tempat tujuan nya itu, Ghiea meminta sopir taksi menunggu nya karena setelah ini Ghiea akan pergi ke suatu tempat lagi.
Ghiea menatap rumah di depan nya sebelum akhirnya ia mengetuk pintu nya dan tak lama kemudian pintu terbuka. Ghiea langsung tersenyum miring saat melihat siapa yang membuka pintu nya apa lagi orang itu terlihat sangat terkejut melihat Ghiea.
"Ghiea?"
"Hai, Clara... Apa kabar?" tanya Ghiea santai dan ia menerobos masuk ke dalam rumah itu meskipun tak di persilahkan.
"Untuk memastikan kamu tak lagi berbisa di lingkungan yang bebas"
...........
Mampir juga di cerita Sky yang berjudul Lentera Don Gabriel Emerson, tentang seorang Don Mafia yang bernama Gabriel, ia menikah dengan cucu seorang kiai yang bernama Zeda Firdaus, gadis berusia 18 tahun yang cantik, polos, bar-bar dan tentu pemberani.
Cuplikan...
Firda berlari memasuki rumah, ia menaiki anak tangga dengan tidak sabar ingin segera bertemu dengan Gabriel.
Firda membuka pintu kamarnya dan ia mendapati Gabriel yg meringkuk di tepi ranjang, membelakangi nya.
Firda langsung masuk dan ia merangkak naik ke atas ranjang, membuat Gabriel tersentak kaget dan langsung menolehkan kepala nya.
Firda melihat wajah Gabriel sembab, airmata bahkan masih mengalir di sudut mata Gabriel. Gabriel menangis untuk pertama kalinya dan itu membuat hati Firda tercubit, dadanya terasa sesak melihat kelemahan sang suami.
Sementara Gabriel yg melihat Firda kembali merasa tidak percaya dan ia hanya tercengang, menganggap semua ini hanya mimpi.
Tanpa berbicara sedikitpun, Gabriel mengangkat kepalanya dan meletakkannya di pangkuan Firda. Sekalipun ini hanya mimpi, setidak nya Gabriel masih bisa melihat Firda dan menghirup aroma sang istri.
Namun saat ia merasakan Firda mendekap nya dan mencium ubun ubun nya berkali kali, Gabriel tahu ini bukan mimpi apa lagi saat air mata Firda jatuh memabasahi kening nya.
"Kamu kembali... '' entah itu pertanyaan atau pernyataan, namun Gabriel berkata dengan begitu lirih dan penuh haru. Ia mendesakan wajahnya di perut Firda dan Firda mendekap sang suami dengan erat.
Keduanya sama sama tak berbicara dan hanya terdengar suara tangisan yang semakin lama semakin mereda.
Firda masih mendekap Gabriel dan masih terus menghujani kepala dan kening suaminya itu dengan ciuman dan kecupan.
"Jangan meninggalkan ku..." lirih Gabriel akhirnya sambil menghirup aroma sang istri, ia melingkarkan tangannya di pinggang Firda dengan erat.
"Aku mencintaimu..." ucap Firda yg membuat Gabriel langsung mendongak, menatap Firda tak percaya. Pupil matanya melebar dan bibir nya sedikit terbuka, Gabriel merasa ia sedang bermimpi atau berhalusinasi sekarang. Namun pemikiran itu musnah saat ia merasakan tangan mungil Firda membelai pipinya dan menghapus air matanya dengan begitu lembut.
"Aku ingin meninggalkan mu, aku takut pada mu" ucap Firda masih menghapus air mata Gabriel dan kemudian membelai rambut Gabriel
"Tapi aku mencintai mu, aku tidak bisa pergi karena aku mencintaimu. Aku tahu aku bisa saja mati karena mu, tapi tetap saja hati ku meneriakan cinta untuk mu" tutur nya yg membuat jantung Gabriel seperti akan melompat dari tempat nya dan ia masih tercengang, mencoba mencerna apa yg sedang di ungkapkan istri nya.
"Dan karena aku mencintaimu, aku tidak akan pergi dari sisi mu. Aku akan bertahan semampu ku di sisi mu, asalkan jangan pernah kamu kembali pada dunia hitam itu"
Gabriel langsung menganggukan kepalanya dan ia menarik tangan Firda yg masih setia membelai nya, Gabriel mengecup tangan Firda berkali kali dan mata nya kembali terasa panas. Air mata kembali meluncur bebas dari sudut matanya.
Penasaran kisah selengkapnya? Cek yuk, jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 😘