My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 97



Max menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan sebelum memulai pekerjaan nya, pertemuan nya dengan Diana tadi benar benar membuat jantung nya berolah raga. Tak lama kemudian Selena datang dan seperti biasa ia membawakan kopi susu untuk Max.


"Penampilan mu luar biasa, Sir" kata Selena memuji Max.


"Benarkah?" tanya Max ingin memastikan dan Selena langsung mengangguk pasti "Tapi aku tidak nyaman tanpa kaca mata, seperti ada yang kurang" jelas nya.


"Sebenar nya anda juga masih tampan dengan kaca mata, Sir. Kenyamanan anda seharus nya lebih penting dari apapun" tukas Selena sambil tersenyum.


"Hem, Xavier juga mengatakan hal yang sama" kata Max sambil memegang rambut nya "Menurut mu bagaiamana gaya rambut ku? Kata Mommy ini berantakan" ia mengadu seperti anak anak membuat Selena terkekeh gemas.


"Sangat bagus, cocok dengan anda" kata Selena lagi.


"Baiklah, sekarang aku mau bekerja" kata Max sambil membuka laptop nya.


"Baik, Sir..."


...


"Sweetheart..." Ghiea yang sedang fokus pada pekerjaan nya tersentak kaget karena tiba tiba Xavier memanggil nya dan saat menoleh, Xavier sudah ada di belakang nya.


"Astaga, Honey. Kamu mengagetkan ku saja. Ada apa?" tanya Ghiea sambil mengelus dada nya.


"Aku rasa sebaik nya kita pulang, kamu perlu beristirahat" kata Xavier tenang namun tatapan nya mengisyaratkann yang lain.


"Kenapa?" tanya Ghiea menatap Xavier dengan heran.


"Bukan nya tadi kamu mual?" Ghiea langsung menatap kedua sahabat nya itu setelah apa yang di katakan Xavier, Ghiea fikir sahabat nya memberi tahu Xavier namun kedua sahabat nya itu langsung menggeleng beberapa kali.


"Tapi, Honey. Aku...."


"Xavier..." pekik Ghiea saat tiba tiba Xavier membungkuk, menyelipkan tangan nya di lutut Ghiea dan di punggung nya kemudian ia mengangkat Ghiea.


"Xavier... Turunkan aku..." pekik Ghiea setelah Xavier menggendong nya dan membawa nya pergi tanpa memperdulikan mata karyawan yang menatap mereka. Sementara kedua sahabat nya hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Xavier, kedua nya langsung mendongak dan menatap cctv di sana. Seperti biasa, Xavier mengawasi Ghiea setiap detik.


"Aku mau bekerja..." kata Ghiea lagi.


"Iya, nanti kalau kamu sudah sehat" kata Xavier dengan tenang nya dan ia membawa Ghiea memasuki lift.


"Baiklah, kita pulang tapi kamu turunkan aku, ya..." pinta nya memelas "Semua orang menatap kita, aku malu" bisik Ghiea.


"Aku hanya menggendong mu, bukan menggagahi mu. Kenapa harus malu?" tanya Xavier dengan frontal nya yang membuat wajah Ghiea langsung bersemu merah.


"Jaga bicara mu itu, Honey. Kenapa kamu frontal sekali... " ujar nya namun Xavier tak memperdulikan nya.


Saat dalam lift, Xavier menurunkan Ghiea namun ia tetap merengkuh tubuh sang istri.


"Aku akan mengantar mu ke rumah Mommy ya, jadi ada yang menjaga mu. Aku banyak pekerjaan hari ini..." kata Xavier kemudian sambil mencium kepala Ghiea dan menghirup aroma rambut nya.


"Tas ku ketinggalan di atas" kata Ghiea yang baru teringat dengan tas nya.


"Itu gampang, biar nanti aku suruh Dino mengambil nya" kata Xavier masih dengan aktifitas yang sama. Ia bahkan menarik tengkuk Ghiea dan menempelkan bibir nya ke bibir Ghiea, bersamaan dengan itu pintu lift terbuka, sontak Ghiea langsung mendorong dada Xavier apa lagi ada beberapa orang di depan lift yang memperhatikan mereka.


Ghiea menunduk malu sembari melangkah cepat namun Xavier tetap santai dan tak merasa malu sedikitpun. Orang orang itu yang tak lain adalah karyawan Xavier menundukkan kepala nya dengan hormat saat Xavier melewati mereka.


"Sweetheart, pelan pelan saja jalan nya..." seru Xavier dan ia melangkah lebih cepat, setelah berada di samping Ghiea, ia kembali melingkarkan tangan nya di pinggang Ghiea.


"Xavier, aku rasa kamu harus menahan diri kalau kita sedang di kantor" kata Ghiea setengah berbisik "Malu kan kalau ketangkap basah sedang ciuman seperti tadi, sudah beberapa kali lho" Ghiea mengingatkan suami nya itu untuk yang kesekian kalinya.


"Justru bagus kalau ketangkap basah kita sedang mesra mesraan, Sweetheart. Dengan begitu semua orang tahu kalau kamu milik ku..." tukas Xavier yang tak mau merasa bersalah.


"Semua orang sudah tahu kalau aku milik mu, kejutan di pesat ulang tahun mu saat itu tidak akan pernah terlupakan..." jawab Ghiea.


"Aku tidak perduli, pokok nya semua orang harus tahu kamu miliki ku dan kamu tidak boleh mencegah ku kalau ingin mencium mu dimana pun dan kapan pun" tegas nya tanpa bisa di bantah.


Kedua nya pun masuk mobil, dan seperti biasa Xavier menyetir sangat pelan pelan.


"Tidak, kenapa?" tanya Xavier masih mengernyit bingung.


"Soal nya mobil mu jalan seperti keong sakit perut" kata Ghiea yang membuat Xavier langsung tergelak.


"Ada ada saja kamu ini, Sweetheart..." kata Xavier masih tertawa.


"Ya maka nya, jalan nya percepat sedikit. Greget aku ini..." kata Ghiea merengek.


"Jangan, aku harus memastikan kamu dan bayi kita aman..." kata Xavier.


"Tapi, Honey. Tidak seperti ini juga kali..." rengek Ghiea.


"Ini perintah suami, demi keamanan juga" kata Xavier dengan santai nya.


Tak lama kemudian mata Ghiea berbinar saat menangkap sesosok tukang bakso keliling yang sedang berjalan di pinggir jalan.


"Honey, beli bakso dong... Itu..." Ghiea menunjuk penjual bakso keliling itu.


"Aduh, jangan, Sweetheart. Itu pasti tidak sehat..." kata Xavier.


"Mau itu, Honey. Ngidam..." Ghiea kembali merengek.


"No, kita beli di restaurant saja..." kata Xavier lagi.


"Pokok nya mau bakso itu, titik" tegas Ghiea sambil melipat tangan nya di dada.


"Tapi, Sweetheart..."


"Bayi kita yang mau, nanti dia sedih lho kalau kamu tidak mau menuruti apa mau nya..." Ghiea kembali merengek dengan wajah yang cemberut.


"Pengen bakso yang itu ya?" tanya Xavier lagi dan Ghiea mengangguk masih dengan wajah cemberut nya.


"Ya sudah, kita beli tapi aku yang turun. Kamu tetap di mobil" kata Xavier yang membuat Ghiea langsung memekik girang, ia bahkan langsung mencium pipi Xavier dengan gemas.


Xavier menepikan mobil nya di samping penjual bakso itu, ia pun turun dari mobil dan menghampiri penjual nya.


"Mau beli bakso, Pak?" tanya penjual bakso itu.


"Hm" jawab Xavier dingin.


"Mau beli berapa?"


"Satu..." jawab Xavier namun Ghiea berteriak dari mobil.


"Dua, Honey..." kata nya.


"Okey, dua" kata Xavier.


"Pedas ya..." teriak Ghiea lagi.


"Baik, Bu" jawab si penjual.


Kemudian si penjual membuka tutup panci dan menguarlah aroma khas bakso. Ia pun mulai meracik isi bakso itu ke dalam plastik, Xavier memperhatikan nya dengan seksama.


Setelah selesai, Xavier memberikan uang satu lembar berwarna merah.


"Aduh, Pak. Tidak ada kembalian nya, Bapak pembeli pertama hari ini" kata si tukang bakso.


"Ambil saja kembalian nya, Pak..." teriak Ghiea dari dalam mobil "Minta lagi juga boleh, biar sedekah suami saya" kata nya dan dengan polos nya Xavier mengambil dua lembar uang merah lagi dari dompet nya dan memberikan nya pada si penjual.


Setelah itu ia segera masuk ke dalam mobil dan memberikan dua bungkus bakso nya pada Ghiea.


"Heemmm, jadi tidak sabar pengen cepat sampai rumah..." gumam Ghiea.