My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 152



"Pertumbuhan nya sangat bagus, janin nya juga sangat sehat. Dan tidak masalah melakukan penerbangan, tapi tetap harus istirahat yang cukup. Asupan gizi nya di jaga juga ya, apa lagi ini anak pertama kalian" ujar Dokter kandungan Ghiea pada Ghiea dan Xavier.


"Ini anak kedua kami, Dok" kata Ghiea lirih "Yang pertama sudah pergi ke Surga sebelum melihat dunia" lirih nya yang membuat Dokter itu terdiam dan tampak merasa menyesal namun Ghiea dengan cepat melemparkan senyum yang memberi tahu ia baik baik saja.


"Kami ikhlas, Dok. Lagi pula sekarang kan sekarang sudah ada ganti nya" kata Ghiea, Xavier mengelus pundak istri nya itu dan mengecup pucuk kepala nya.


"Semoga yang ini lahir dengan sehat dan sempurna ya, saya juga pernah mengalami hal itu. Rasa nya memang sangat sakit kehilangan buah hati"


"Sayang nya saya tidak ingat rasanya saat itu, Dok. Karena saya amnesia, tapi rasa nya tetap sakit saat di beri tahu bahwa saya pernah kehilangan anak" lirih Ghiea yang membuat hati Xavier terenyuh.


Setelah selesai memeriksakan kandungan nya, Ghiea dan Xavier pun segera pulang ke rumah Nyonya Leona Karena malam ini Nyonya Leona mengundang Diana dan Mama nya untuk makan malam di rumah meraka dalam rangka membicarakan pernikahan Diana dan Max.


..........


Malam hari nya...


Keluarga Max dan Diana sudah berkumpul di rumah Max, namun sayangnya Max belum turun dan itu menimbulkan tanda tanya Diana dan Mama nya.


"Kata nya tadi dia itu gugup, terus masuk lagi ke kamar nya. Bahkan dia sampai mules kata nya" jawab Ghiea memberi tahu. Beberapa menit sebelum kedatangan Diana dan Mama nya, Max memang mengeluh gugup bahkan sampai mules, Diana dan yang lain nya pun tertawa.


"Biar aku susul Max ke kamar nya, Tante. Kalau boleh..." usul Diana.


Diana pun segera naik ke kamar Max dengan senyum nakal yang terbit di bibir nya, senyum itu semakin mengembang saat ia melihat pintu kamar Max yang sedikit terbuka.


Diana masuk ke dalam dan menutup pintu itu, bersamaan dengan itu terdengar suara flush dari kamar mandi dan tak lama kemudian Max keluar sembari menarik resleting celana nya ke atas. Diana bersender di daun pintu, melipat tangan nya di dada.


"Baby..." panggil nya yang membuat Max langsung terlonjak kaget.


"Baby, kenapa kamu bisa ada di sini?" pekik Max terkejut.


"Aku menyusul mu, kamu lama sekali" kata Diana dan ia masih dalam posisi yang tadi, Max terlihat gugup dan itu membuat Diana terkekeh. Diana melambaikan tangan nya pada Max, dan dengan malu malu Max mendekati Diana yang masih setiap di tempat nya.


Saat Max sudah dekat dengan nya, Diana langsung menarik tangan Max hingga Max menabrak tubuh nya. Tindakan Diana itu semakin membuat Max gugup, apa lagi mereka hanya berdua di kamar yang tertutup rapat.


"Aku dengar kamu sanggup gugup sampai mules, Baby" ucap Diana setengah berbisik, dengan nada yang terdengar mendayu-dayu di telinga Max.


"Ini hanya pertemuan untuk membicarakan pernikahan kita, Baby. Bukan malam pernikahan kita, hm" goda Diana dan ia menempelkan ujung hidung nya dengan hidung Max.


"Aku ingin sekali memakan mu malam ini, Baby. Kamu sangat menggemaskan"