
"Sekarang masuk ya, aneh rasa nya kalo cuma di ambang pintu" rengek Diana yang membuat Max tersenyum senang dan tanpa aba aba ia pun langsung menyentak dengan sekali sentakan membuat Diana kembali berteriak histeris apa lagi ia merasa belum siap.
"Agh, Max. Kenapa engga bilang bilang? Huaa... Sakit..." rengek Diana sembari menekan jari jemari nya di pundak Max dan air mata saling mengalir deras di sudut mata nya.
"Ma_Maaf, Baby. Tadi kan kata nya di suruh masuk" lirih Max kemudian ia mengusap air mata Diana di sudut mata nya dengan lembut.
"Tidak apa apa" jawab Diana berusaha menghentikan tangis nya.
"Maaf ya, tadi memang susah, seperti ada yang menghalangi jadi aku sentak saja" kata Max lagi, ia menatap Diana dengan begitu lembut.
"Tidak apa apa, Baby. Aku tahu kamu tidak bermaksud menyakiti ku" ucap Diana yang kini mulai tersenyum
"Tapi, jika boleh jujur. Aku merasa ini benar benar enak, Baby. Aku suka..." Max berkata dengan wajah yang merona, membuat Diana tersenyum geli.
"Sekarang bergerak lah, tapi pelan pelan dulu ya" Max tantu langsung mengangguk senang dan ia pun mulai bergerak perlahan. Tatapan kedua nya bertemu dan saling mengunci, bibir kedua nya sama sama tak bisa diam dan mengeluarkan suara indah bagai melodi romantis yang semakin menyulut hasrat sang pengantin. Semakin keras suara rintihan penuh kenikmatan sang istri, semakin semangat Max memacu diri nya dan tentu rasa nya semakin membuat Max melayang. Bahkan Max pun tak bisa menahan rengekan nikmat nya saat ia merasakan inti dirinya yang begitu di manjakan oleh sang istri.
"Ini, ternyata tidak menyeramkan seperti yang aku bayangkan" ucap Max dengan nafas yang memburu, kedua nya telah bermandikan keringat dan sama sama terbakar hawa panas akan hasrat yang setiap detik nya semakin melambung tinggi.
Dan sekarang Max tahu, teriakan Ghiea dan Xavier ternyata karena kenikmatan yang sungguh nikmat. Kenikmatan yang tidak pernah Max bayangkan selama hidup. Tapi satu hal yang masih mengganjal di benak Max, kenapa saat itu ia merasa berdenyut?
"Ini benar benar enak, Baby. Aku suka, ini seperti vacuum cleaner. Benar-benar hampir di sedot semua nya" adu Max di tengah kegiatan nya memacu diri.
"Ini hadiah yang aku maksud, Baby. Kau suka, hm?" tanya Diana sembari melingkarkan kedua kaki nya di pinggul sang suami dan itu berhasil membuat Max kembali berteriak indah saat ia merasakan diri nya semakin tertanam dalam.
"Iya, kamu benar benar seperti ingin menelan ku" kata Max dengan nafas yang begitu memburu. Max menunduk dan mengintip ke bawah kemudian berkata "Kalau aku tekan semua nya ke dalam, apa akan sakit?" tanya nya yang membuat Diana melongo.
"Memang nya belum masuk semuanya?" tanya Diana.
"Belum, masih ada sisa sedikit tuh. Aku ingin masuk semua nya, Baby" rengek Max.
"Ya tuhan, jadi belum semua? Padahal aku merasa..." Diana tak bisa berkata-kata, padahal ia merasa begitu penuh dan sesak di dalam sana namun ternyata masih ada bagian yang belum masuk. Diana takut sebenarnya, namun ia juga penasaran bagaimana jika Max masuk semua nya.
"Ak_akh...." belum sempat Dina berbicara, Max langsung menenggelamkan diri sepenuh nya membuat Diana semakin mengerang tak tahan. Max pun menunduk dan membungkam bibir Diana dengan bibirnya, Diana menerima nya dengan senang hati. Bibir dan lidah kedua menari indah, lembut namun menggebu.
Kedua nya bergerak seirama, mengejar kenikmatan yang siap menggulung pengantin baru itu. Sudah tak terhitung berapa kali Diana menjemput kenikmatan yang di persembahkan oleh suami tercinta nya, namun Max belum ada tanda tanda ia akan menjemput kenikmatan itu.
Hingga Diana pun kembali menjemput kenikmatan itu dan kali ini ia datang bersama Max. Kedua nya mengerang indah dengan otot otot menegang, Diana memeluk Max dengan kuat sementara Max menekan pinggul Diana dan ia pun mempersembahkan keindahan yang membuat Diana melayang hingga ke angkasa.
"Masih ada, Baby. Banyak sekali, ugh".
..........
Jam menunjukan pukul 4 dini hari, Diana merasa tulang tulang nya seperti remuk karena melayani kebutuhan suami nya yang seperti nya tidak ada puas nya itu.
Diana tadi sudah tertidur sebenarnya, namun Max terus mengganggu nya di karenakan ia ingin nambah ronde dan pada akhirnya Diana pun kembali mempersembahkan pelayanan terbaik nya yang bukan nya memberikan kepuasan pada Max justru membuat Max semakin kecanduan.
"Kamu pernah belajar biologi kan?" tanya Diana yang saat ini sedang memainkan jari jari lentiknya di dada Max.
"Ya, sedikit" jawab Max "Aku homeschooling dan yang banyak aku pelajari bisnis dan bahasa asing" jawab Max yang juga memainkan jari jari nya di rambut Diana yang sudah sangat berantakan.
"Hem begitu" gumam Diana "Terus sekarang faham kan kenapa kamu sesak dan berkedut saat mendengar suara Ghiea dan Xavier?"
"Tentu saja, karena aku lelaki normal" jawab Max yang membuat Diana terkekeh.
"Sangat normal, sampai aku kelelahan sekali"
"Maafkan aku, Baby. Sekarang tidur lah, I love you, my wife"
"Love you, my husband"
..........
...Hai, kalian suka cerita ini?...
...Jangan lupa tap β€οΈ, kemudian tekan like, tinggalkan comments, dan aku sangat mengharapkan gift serta vote dari kalian βΊοΈ....
...Jangan lupa juga follow SkySal supaya tidak ketinggalan Novel menarik lain nya. ...
...Aku tunggu jejak nya di setiap episode ya, thank you and I love you, all. π...
...Episode ini masih berlanjut, tunggu episode selanjutnya yang pasti engga kalah seru nya ya... π...