
Marah, kesal, emosi, itulah yang di rasakan oleh Melissa setelah mendapatkan transferan uang sebesar 50 juta dari Daddy nya Alan itu. Padahal sebelum nya Melissa menghormati nya namun setelah apa yang ia lakukan, tentu Melissa sangat marah.
"Dia fikir aku wanita murahan seharga 50 juta apa?" geram Melissa dan saat ini ia sedang dalam lift, Melissa ingin menemui Xavier dan ia ingin meminta alamat rumah Alan.
"Aku harus melabrak laki-laki tua itu, kurang ajar!" geram Melissa mengepalkan tangan nya kuat kuat, sorot mata nya penuh dendam.
Ting...
Lift terbuka dan Melissa langsung bergegas menuju ruangan Xavier, namun sekretaris Xavier mengatakan Xavier belum datang dan itu membuat Melissa semakin kesal.
"Jadi aku harus bagaimana sekarang?" gumam Melissa dan ia pun teringat dengan Ghiea "Cuma Ghiea yang bisa membantu ku"
....
"Kamu yakin dia mau menerima ajakan makan siang setelah ini?" tanya George pada Alan setelah ia mengirim uang ke akun Melissa seperti yang di minta Alan.
"Yakin lah, Dad. Makhluk tuhan yang mana yang tidak senang kalau dapat uang sebanyak itu" jawab Alan dengan santai nya.
Alan memang meminta Ayah nya itu untuk mengirim uang pada Melissa setelah Melissa menolak ajakan makan siang nya, dan sejauh Alan mengenal wanita, Alan sangat yakin itu akan berhasil menarik perhatian Melissa.
"Tapi kalau aku lihat, Melissa itu seperti nya berbeda dari para kupu-kupu mu itu" ujar George.
"Memang beda, Melissa lebih mahal. Tapi pada dasar nya, semua wanita itu sama, cuma harga nya saja yang beda beda" jawab Alan lagi "Paling sebentar lagi Melissa akan telfon, terus bilang seperti ini 'Terima kasih ya, Om. Nanti kita makan siang bersama, makan malam juga boleh, makan yang lain juga boleh'" Alan menirukan suara perempuan yang biasa berkata demikian pada Alan setelah Alan memberi nya sejumlah uang atau memberi nya barang.
"Baiklah, kita lihat saja nanti"
..........
Saat Melissa Keluar dari kantor nya, ia berpapasan dengan Max dan Diana yang melangkah bergandengan tangan.
"Mau kemana, Mel?" tanya Diana apa lagi ia melihat raut wajah Melissa yang tampak tegang.
"Mau labrak orang, mau ikut engga?" tanya Melissa yang tentu saja membuat Diana dan Max semakin heran.
"Ada lah, orang yang menganggap aku wanita murahan" jawab Melissa masih dengan tatapan yang berapi-api.
"Tapi kita kan harus bekerja, Mel. Nanti gaji kita di potong kalau bolos" kata Diana lagi.
"Ya juga ya" gumam Melissa "Nanti deh pas jam makan siang, sekalian aku juga mau mengajak Ghiea"
"Mana mungkin Ghiea di bolehin pergi sama Pak Xavier, Mel"
"Ya mau aku jemput... Eh, itu orang nya datang" Melissa menunjuk Ghiea yang benar benar datang ke kantor bersama Xavier.
"Kenapa kalian bergosip di sini?" tanya Xavier setelah ia berada di dekat Melissa "Kalian ke sini kan mau bekerja, bukan nya bergosip" lanjut nya.
"Iya, Pak. Maaf..." ucap Diana.
"Ish, kenapa minta maaf, Baby? Kamu kan tidak salah" kata Max tentu karena ia masih kesal dengan Xavier.
"Kamu juga, Max. Meskipun Ayah mu punya saham di perusahaan ini, bukan berarti kamu boleh nakal. Cepat masuk!!!" titah Xavier yang membuat Max langsung memutar bola mata nya.
"Ayo, girls. Sebaiknya kita masuk..." Ghiea langsung menarik kedua sahabat nya itu menuju tempat kerja mereka.
Dan saat itu juga Melissa menceritakan tentang Om George yang memberi nya uang sebesar 50 juta dan kemudian mengajak nya ketemuan. Tentu saja Diana dan Ghiea sangat terkejut, tak menyangka rupa nya Ayah Alan sama saja dengan Alan.
"Memang benar ya kata orang, pohon jatuh tidak jauh dari buah nya" kata Diana sambil geleng geleng kepala.
"Kebalik, Di. Buah jatuh tak jauh dari pohon nya" ujar Ghiea.
"Aku mau melabrak pria tua itu, Ghe" ujar Melissa penuh semangat.
"Tenang saja, nanti kita labrak bersama pas jam makan siang. Aku tadi denger Xavier berbicara dengan Alan di telfon, mereka mau ketemu di kantor nya Alan untuk membicarakan proyek. Om. George juga ikut"