My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 123



"Kamu bebasin dia?" pekik Ghiea setelah Xavier memberi tahu nya bahwa ia telah membebaskan Clara.


"Hem, aku fikir dia memang bisa di beba..."


"Kenapa?" tanya Ghiea memotong pembicaraan Xavier dan ia melempar tatapan dingin nya pada Xavier, rahang nya mengeras dan kekecewaan tampak sangat jelas di mata nya sejak Xavier memberi kabar yang tak pernah Ghiea sangka itu.


"Sweetheart, dengarkan dulu penjelasan ku..."


"Penjelasan apa, Xavier?" seru Ghiea dengan nada tinggi yang langsung membuat Xavier terkesiap, kini istri nya itu benar benar terlihat marah.


"Jangan jangan kamu ada rasa ya sama dia?" tuding Ghiea kemudian yang membuat mata Xavier langsung terbelalak.


"Sweetheart, Honey. Itu tidak benar..." ucap Xavier memelas namun Ghiea masih terlihat sangat marah.


"Aku tidak mengerti apa yang membuat mu membebaskan wanita itu, Xavier. Apa kamu ingat bagaimana dia menampar ku di kantor? Kamu tidak ingat saat dia memanggil ku jal4ng? Kamu tidak ingat dia membius ku dan melempar ku ke sungai? Aku juga bingung, kenapa yang kamu bebaskan malah Clara yang masih muda dan sehat, bukan nya Nenek kamu yang sudah tua renta itu" hardik Ghiea yang tentu saja membuat Xavier terdiam dengan dada yang bergemuruh. Padahal ia hanya ingin memberikan Clara kesempatan apa lagi ada Jamie yang bisa menjaga dan mengawasi Clara.


"Sayang..." lirih Xavier dan ia mencoba menyentuh tangan istri nya itu namun Ghiea menepis nya dengan kasar.


"Aku jadi curiga sama kamu, Xavier. Jangan jangan kamu ada rasa sama dia ya? Atau kamu pernah menjalin hubungan layak nya suami istri? Pernah tidur sama dia?"


"Ghiea..." lirih Xavier, ia menatap sendu istri nya yang terlihat sangat marah itu. Hati Xavier seperti tercabik cabik mendengar tudingan istri nya yang sangat jauh dari kebenaran itu.


Ghiea keluar dari kamar nya dengan emosi yang sudah memuncak. Cemburu, marah, kecewa, semua nya ia rasakan saat ini. Ghiea sangat benci dengan Clara apa lagi mengingat bagaimana perlakuan Clara dulu.


Ghiea pergi ke halaman samping rumah, ia duduk di sana dan mulai terisak. Entah kenapa rasa kecewa ini teras begitu menyakitkan hati nya.


"Dear..." Sang Ibu mertua menyentuh pundak Ghiea dengan lembut dan ia pun duduk di samping menantu tercinta nya ini.


"Xavier membebaskan Clara, Mom" ucap Ghiea di tengah isak tangis nya "Padahal Clara itu jahat, dia melempar ku dari sungai dan Xavier bisa dengan mudah nya membebaskan dia dari penjara?" tukas nya dengan dada yang bergemuruh.


"Aku mengerti perasaan mu, Dear. Kamu pasti kecewa, tapi mungkin Xavier hanya ingin memberikan Clara kesempatan kedua apa lagi dia bebas bersyarat dan ada Jamie yang akan selalu mengawasi nya"


"Tapi tetap saja, Mom. Xavier membuat ku benar benar kecewa, dan kenapa hanya Clara yang mendapatkan kesempatan kedua? Kenapa bukan nya Nenek nya yang sudah tua dan sudah merawat Xavier selama ini? Jangan jangan Xavier punya hubungan sama Clara"


"Itu tidak benar, Dear. Tidak mungkin Xavier mengkhianati mu"


"Mom, ada apa?" Ghiea dan Nyonya Leona mendongak saat mendengar suara Max "Ghiea, kamu menangis? Ada apa?"


"Tidak apa apa" ketus Ghiea.


"Max, masuk lah dan siapkan makan malam" titan Nyonya Leona dan meskipun Max masih penasaran sekaligus bingung dengan Clara yang menangis, namun ia tak berani bertanya lebih lanjut. Ia pun segera bergegas untuk menyiapkan makan malam sesuai perintah Ibu nya.


"Ghiea..." Nyonya Leona berkata dengan lirih dan ia menatap wajah sembab menantu nya itu "Aku tidak tahu apa alasan Xavier membebaskan Clara, tapi aku yakin Xavier sudah memikirkan semua nya. Sebenarnya kenapa Xavier tidak membebaskan Nenek nya yang sudah tua dan sudah merawat Xavier, itu karena kejahatan Nenek itu sudah sangat besar, Dear. Dia pantas mendapatkan semua ini, dia harus di beri pelajaran dan kamu lihat sendiri kan? Meskipun ada di penjara, dia tidak berubah dan tetap sombong jadi dia tidak pantas mendapatkan kebebasan. Selain itu, otak dari semua kejahatan yang dilakukan Fani dan Clara adalah Nenek sihir itu. Dia mencuci otak Clara dan memberi pengaruh buruk, tak hanya itu, dia juga menjadi penyebab kehancuran hidup kita. Aku tahu, kamu mungkin tidak ingat bagaimana Jahat nya dia sama kamu dulu. Tapi kalau bukan karena dia, mungkin kamu tidak akan pernah berpisah dengan Xavier dan kalian tidak Alan kehilangan anak pertama kalian, mungkin sekarang cucu ku sudah tumbuh menjadi anak yang lucu dan cerdas. Tapi Nenek sihir itu merenggut kebahagiaan kita, sedangkan Clara hanya boneka nya saja"