My Possessive Boss Is My Husband

My Possessive Boss Is My Husband
Episode 85



Sesekali isak tangis Diana masih terdengar, namun ia terlihat sedang menenangkan diri.


Dan sekarang mereka ada di ruangan Xavier, karena Xavier tentu tak mau apa yang terjadi menjadi perhatian para karyawan nya.


"Jadi apa benar kamu di lecehkan Max, Diana?" tanya Xavier dengan tegas.


"Jujur saja, Di. Jangan takut..." seru Ghiea "Sekalipun dia adik ipar ku, aku tetap membela kamu, Di" lanjut nya.


"Iya, Di. Kita ada di pihak kamu..." Melissa menimpali. Sementara Alan hanya bisa geleng geleng kepala, jelas jelas dia melihat Diana menikmati ciuman Max, mana mungkin itu bisa jadi pelecehan?


"Sekarang Max dimana?" tanya Alan.


"Tidak tahu..." jawab Diana lirih.


"Jadi sekarang bagaimana?" seru Xavier yang sudah tidak tahan dengan drama laporan pelecehan ini.


"Max... Max tidak melecehkan ku kok" kata Diana berusaha menghentikan isak tangis nya.


"Terus?" tanya Melissa "Kenapa kamu menangis?"


"Entahlah, aku bingung" jawab Diana yang memang merasa bingung dengan perasaan nya.


"Tapi kata Alan kalian berciuman" kata Xavier yang membuat kedua bola mata Diana langsung membulat sempurna, ia langsung menatap Alan yang justru cengengesan.


"B... Bohong" kata Diana gugup "Alan cuma mau lari dari masalah kali" lanjut nya.


"Hey, tidak mungkin aku Lari dari masalah..." sanggah Alan "Memang nya kapan aku lari dari masalah? Tadi aku hanya membicarakan mu dan Max, dan perhatian semua orang langsung teralihkan begitu saja. Aku saja kaget" akunya.


"Sudah cukup!" tegas Xavier sambil memijat kepala nya "Kepala ku pusing mendengar laporan kalian itu, jadi sebenarnya apa yang terjadi? Dan kamu Melissa, masih mau melaporkan Alan ke polisi?" Melissa terdiam mendengar pertanyaan Xavier, ia menatap Diana dan Ghiea bergantian.


"Bagaiamana, Mel?" tanya Ghiea.


"Aku tidak akan melaporkan nya ke polisi kalau dia mau meminta maaf pada ku" tegas Melissa.


"Ayo, Alan. Cepat minta maaf..." titah Xavier dan seperti nya itu tidak masalah sama sekali untuk Alan.


"Kau..." Melissa bahkan sampai kehabisan kata kata untuk menghadapi pria mesum di depan nya ini.


"Sudah kan? Di maafkan kan?" tanya Xavier ingin memperjelas.


"Tidak bisa di maafkan begitu saja" ketus Melissa "Tapi ya sudahlah. Lupakan saja" lanjut nya yang membuat Alan tersenyum manis dan bahkan mengedipkan mata nya pada Melissa, membuat Melissa mendelik kesal.


"Jadi sekarang kita pindah ke masalah Diana dan Max" tukas Xavier.


"Tapi terdakwa pria nya tidak ada, Honey. Bagaimana masalah ini bisa di selesaikan?" tanya Ghiea.


Xavier pun segera mengambil ponsel nya dan mencoba menghubungi Max, namun ponsel Max justru berdering dari meja kerja nya.


"Bagaiamana bisa dia meninggalkan ponsel nya di sini?" gumam Xavier.


"Sudah lah, Pak Xavier. Ini bukan masalah besar" lirih Diana.


"Benar, ini kan hanya ciuman. Masalah besar dari mana nya?" sambung Alan.


"Ci..ciuman apa sih" kata Diana gelagapan. Alan yang melihat reaksi Diana seketika langsung memicingkan mata nya pada Diana, Alan mencium aroma aroma yang tak biasa. Apa lagi melihat Diana yang tadi menangis, padahal sebelumnya dia berciuman mesra dengan Max, tapi sekarang Diana bersikap seolah menutupi hubungan nya dan Max.


"Diana, benar kamu ciuman sama Max? Kalian punya hubungan?" tanya Xavier.


"Tidak" jawab Diana lirih.


"Baiklah, mungkin ini hanya kesalah fahaman" kata Xavier kemudian, sementara Alan masih melirik Diana dengan tatapan curiga.


"Ya, hanya salah faham" sambung Alan.


"Ini pasti akal akalan Mr. Pervert ini untuk memperkeruh suasana" tuduh Melissa "Sudah, Di. Ayo kita kembali bekerja, pekerjaan kita banyak dan menumpuk. Beda sama mereka yang sudah bos bos itu" kata Melissa ketus.


"Kamu mau jadi istri bos juga, sugar? Mau menikah dengan ku?"


"Tidak mau!!!" tegas Melissa tepat di depan wajah Alan.