My Dave

My Dave
S2 Memaafkan



Hubungan Dave dan Farhan masih sama. Ternyata kedua lelaki itu hanya berpura-pura baikan di depan Keisya saja. Dibelakang Keisya, mereka akan kembali menjadi dingin dan saling acuh. Dave memang tidak melarang Farhan ke Villa luxury tapi dalam hatinya Dave masih jengkel. Jika saja Keisya tidak sedang hamil Dave pasti sudah mengusir Farhan.


***


Flasback on


Beberapa hari yang lalu di Villa milik Jasson.


Farhan yang masih menumpang dirumah Jasson nampak termenung di balkon kamarnya. Laki-laki itu memikirkan ulang rencananya untuk merebut Keisya dari Dave. Juga rencananya untuk mengadu domba J bersaudara. Apakah semua rencananya akan tetap ia jalankan atau ia batalkan.


Jika ia tetap menjalankan rencananya kemungkinan berhasil anggaplah 50% dan 50% gagal. Tapi, apa Keisya bisa menerima Farhan jika ia merebutnya dari Dave. Apa Keisya bisa bahagia jauh dari Dave?Dan, yang paling Farhan ragukan adalah apa dirinya bisa membuat Keisya jatuh cinta padanya?


Sementara Farhan tau satu-satunya lelaki di hati Keisya adalah Dave. Tidak mudah menggoyahkan hati Keisya. Jangankan menggoyahkan sepertinya mengetuk pintu hati perempuan itu sangatlah sulit.


‘Damn, wajahnya selalu mengganggu pikiranku.’ Batin Farhan saat sosok Keisya melintas di pikirannya.


“Cinta tidak harus memiliki kak!” Jasson menepuk bahu Farhan dan duduk di sebelahnya. Entah kapan laki-laki itu sampai, Farhan bahkan tidak menyadarinya.


“Memang kau bisa tidak memiliki Manda?” Seloroh pertanyaan ia lontarkan pada Jasson, pertanyaan yang bahkan Farhan sudah tau Jawabanya.


Jasson menyunggingkan senyum tipis. “Tidak!Karna, dari awal Manda memang milikku. Selamanya hanya bisa menjadi milikku. Berbeda denganmu kak, kak Keisya sejak awal milik tuan Dave.” Mengingatkan pada Farhan kenyataan yang tidak bisa lagi dibantah oleh Farhan. Ya, Farhan sudah tau kisah awal mula pertemuan Keisya dan Dave. Hingga mereka menikah.


Sulit untuk Farhan mengakui jika Dave juga sangat mencintai Keisya seperti apa yang ia rasakan saat ini.


“Kau benar, Jasson!Dia bukan milikku. Jika ku paksakan pun semesta tidak akan memihak padaku.” Menyulut sebatang rokok. Sorot matanya menerawang jauh menatap langit malam yang di penuhi kemerlip bintang.


“Setidaknya aku ingin bertemu dengannya untuk terkhir kali.” Lanjutnya dengan suara berat.


“Kau bisa menemuinya kak.” Ucap Jasson memberi semangat.


“Aku tidak punya kesempatan, Jasson. Lebih tepatnya aku tidak punya akses untuk bertemu dengannya!” Ujar Farhan sendu.


“Kau lupa aku bagian dari keluarganya, aku adiknya kak. Dia tidak akan menolak bertemu denganku, kak.” Jasson memutuskan untuk membantu Farhan bertemu dengan Keisya. Bagaimanapun sebenarnya Farhan lelaki yang baik. Entah apa masalahnya dan Dave hingga mereka menjadi musuh seperti sekarang.


“Maksudmu kau akan membantuku?” Jasson mengangguk.


“Kau yakin Jasson?” Bangkit dari duduknya menghampiri Jasson dan memegang erat kedua bahu Jasson.


“Hanya bertemu tidak untuk macam-macam!” Seru Jasson.


“Aku janji!” Balas Farhan.


Akhirnya Jasson pun memberanikan diri untuk mengajak Farhan ke Villa luxury. Jasson sedikit takut jika Dave akan memarahinya, tapi ia yakin Keisya akan membantunya. Jasson tau Keisya sangat menyayangi Jasson dan kedua kembaranya.


Flash back off


***


Sudah lewat beberapa hari sejak Farhan datang ke Villa luxury. Laki-laki itu datang untuk minta maaf pada Keisya. Tapi tidak pada Dave. Ia minta maaf karna pernah menculik Keisya dan membuat Keisya jauh dari keluarganya. Keisya pun dengan senang hati memaafkan Farhan. Laki-laki itu juga pamit pada Keisya karna akan kembali ke negaranya.


Satu penyesalan Keisya, ia tidak bisa membuat Dave dan Farhan berbaikan. Baik Dave maupun Farhan masih sama-sama keras kepala. Mereka bertahan pada ego masing-masing.


***


Manda menuruni anak tangga dengan langkah terburu-buru. Gadis remaja itu akan pergi ke kampus. Ia tidak mau telat karna ada kuis pagi ini.


“Manda, biarkan aku mengantarmu.” Ujar Jasson berjalan mengikuti Manda. Laki-laki itu sudah menunggu Manda di depan kamar Manda sejak setengah jam yang lalu. Jasson sengaja menginap di rumah Dave. Ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Manda.


“Tidak perlu!” Ketus Manda mempercepat langkahnya. Ia menuju ruang makan untuk mengambil sarapannya yang sudah pak Mo siapkan dalam bentuk bekal. Manda akan memakan sarapannya di mobil.


Jasson masih mengekori Manda kemanapun. Bahkan diruang makan laki-laki itu tetap mengekori Manda. Ia sama sekali tidak menghiraukan pandangan dari beberapa orang yang sedang menikmati sarapan mereka. Mereka adalah Dave, Keisya, James dan Juan. Ya, si kembar memutuskan untuk tinggal bersama Keisya.


“Manda,, aku hanya akan mengantarmu sampai gerbang.” Ucap Jasson memelas.


“Aku bilang tidak ya tidak!” Seru Manda meneguk segelas susu putih. Ia sama sekali tidak peduli pada Jasson yang sedari tadi memohon untuk mengantarnya ke kampus.


“Ehem.” Dave sengaja berdehem agar kedua orang yang sedang ribut itu sadar jika keributan mereka sudah menyita pandangan penghuni ruang makan.


“Sayang, aku sudah selesai sarapan.” Ucap Dave lembut. Keisya tersenyum. Laki-laki itu bangkit dari duduknya diikuti oleh istrinya.


“Aku akan mengantarmu sampai depan.” Ucap Keisya. Dave dan Keisya pergi meninggalkan ruang makan.


“Ayo, James!Kita juga harus pergi!” Ajak Juan pada Dave.


“Oke!” Sahut James. Keduanya meninggalkan ruang makan dengan acuh. Tidak ada yang menyapa Manda atau pun Jasson.


“Ini semua gara-gara kau!” Ujar Manda mengambil berkal sarapannya lalu berjalan meninggalkan ruang makan.


“Kenapa gara-gara aku?” Jasson mengikuti Manda.


“Tuan muda Jasson tidak sarapan dulu?” Tahan pak Mo.


“Tidak pak, saya sudah kenyang karna penolakan Manda.” Sahut Jasson yang sudah berjalan di belakang Manda.


“Kenapa kau mengikuti ku terus?” Keluh Manda.


“Aku akan mengantarmu!” Ucap Jasson datar.


“Aku akan berangkat dengan sopir!”


“Maka aku akan ikut untuk mengantarmu!”


“Enyah kau.”


“Tidak mau.”


Perdebatan Manda dan Jasson terus berlanjut sampai Manda mengalah dan mau diantar oleh Jasson.


***


“Hati-hati sayang!” Mengecup sekilas bibir Dave.


Meraih pinggang Keisya dan memeluknya. “Uh, aku tidak ingin ke kantor.” Menyenderkan kepalanya di bahu Keisya.


“Aku akan berkunjung ke kantormu saat jam makan siang nanti.” Ucap Keisya.


“Janji?” Dave melepaskan pelukannya.


“Janji!” Balas Keisya.


Cup.. cup..cup.. Dave menghujani wajah Keisya dengan kecupan.


“Aku berangkat dulu!” Ucap Dave, Keisya mengangguk.


Mobil Dave yang di kemudikan Leo pun meninggalkan Villa luxury. Tak lupa Dave melambaikan tangannya pada istrinya.


Di luar gerbang Villa luxury. Sebuah mobil hitam dengan pengemudi wanita nampak terparkir di bawah pohon yang rimbun. Wanita itu mengamati setiap mobil yang keluar masuk dari Villa luxury. Saat mobil Dave keluar, wanita itu tersenyum sinis. Wanita itu bahkan mengepalkan tangannya. Tak lama mobil wanita itu melaju meninggalkan area tempat itu. Ia tidak mengikuti mobil Dave tapi berputar arah.


“Kau akan kembali ke pelukanku, Dave.” Ujarnya dengan sinis.


.


.


.


.


Hai.. Musim kedua mu Dave akan dimulai. Di musim kedua ini akan menceritakan kehidupan rumah tangga Dave dan Keisya serta bayi mungil mereka. Juga tambahan critani Manda dan Jasson..


Selamat membaca 😊


Kiss jauh dari aku untuk pada pembaca setia My Dave..