My Dave

My Dave
Keributan



“Mungkin itu anak-anak Dave.” Keisya juga mendengar suara ribut dari pintu utama. “Coba kamu periksa!”


Dengan langkah malas Dave menuruti kemauan istrinya. Dia berjalan ke pintu utama untuk memeriksa kekacauan yang terjadi.


Saat sampai di pintu utama Dave melihat Sasya sedang ribut dengan James, mereka terlihat berebut kamera. Sepertinya Sasya sedang berusaha merebut kamera dari tangan James.


Sementara di ruang tamu terlihat Manda dan Juan berbaring di sofa dengan posisi tengkurap dan satu tangan di lantai. Sepertinya Manda dan Juan sudah sampai ke alam mimpi karena kecapekan.


Dave menggelengkan kepalanya melihat Manda dan Juan, bahkan sepatu masih melekat di tubuh mereka.


Dave kembali ke dapur tanpa menyapa James ataupun Sasya yang masih ribut.


“Ada keributan apa Dave?” Kakek John baru saja keluar dari kamarnya di lantai satu.


“Kebetulan ada Kakek, tolong kakek pisahkan kedua cucu Kakek yang sedang ribut itu!” Dave menunjuk arah ruang tamu kemudian melanjutkan langkahnya kembali ke dapur.


Kakek pun penasaran dengan kebisingan suara dari ruang tamu. Kakek berjalan menuju ruang tamu, seperti Dave, kakek pun menggelengkan kepalanya begitu melihat Manda dan Juan yang tepar di sofa tanpa melepas alas kaki.


Kemudian pandangan kakek beralih ke Sasya dan James.


“Berikan padaku!” Teriak Sasya.


“Ambil sendiri jika kau bisa!” James mengangkat tinggi tangannya yang memegang kamera. “Cebol kau tidak akan bisa menjangkaunya, setidaknya kau harus sedikit lebih tinggi!” James menepuk kepala Sasya dengan tangannya yang lain.


“Awas kau James, aku akan membalasmu!” Ucap Sasya bersungut-sungut.


“Hoho aku sangat menantikan pembalasanmu, cebol.” Balas James dengan tertawa terbahak.


“Aku bilang kemarikan kamera itu!” Teriak Sasya emosi.


“Ehemm.” Deheman Kakek John menyita perhatian Sasya dan James. Seketika mereka mengalihkan pandangan pada kakek.


Sasya langsung berlali ke kakek mencari bantuan. “Kakek James menindasku.” Ucap Sasya memeluk lengan Kakek.


“Apakah begitu, James?” Kakek John menatap tajam James berpura-pura seperti berpihak pada Sasya.


James menggeleng. “Tidak, Kek. Dia yang menindasku. Kakek lihat James bahkan dicakar nya.” James memperlihatkan bekas cakaran Sasya di lengannya.


Kakek beralih menatap Sasya. “Kau apa kau yang melakukan itu pada, James?”


Sasya menunduk. “Aku tidak sengaja Kek, bocah itu membuatku marah.” Menatap James dengan berapi-api.


“Tidak kek, aku tidak pernah membuat cebol marah. Dia berbohong.” Dengan cepat James membela dirinya sendiri.


“Hei memang kapan aku membuatmu marah?” Tanya James pada Sasya.


“Apa kau lupa?Kau memotret ku saat aku sedang jelek dan kau memperlihatkan nya pada Juan. Kau jahat!” Ujar Sasya masih berapi-api.


“Benarkah itu Sya?” Tanya kakek.


Sasya mengangguk. “Iya kek, dia banyak sekali memotret saat aku sedang jelek.”


Kini kakek beralih ke James. “Apa yang dikatakan Sasya benar James?” Tanya kakek.


James bingung harus menjawab apa. Pastilah dia akan kena marah kakek.


“Apa kakek boleh lihat seberapa jelek foto-foto Sasya?Kakek jadi penasaran?” Kakek berjalan menghampiri James seraya tersenyum.


“Kakek!!” Teriak Sasya. Dia kalah, Sasya kalah dari James. Bahkan kakek terlihat sangat senang saat James memperlihatkan hasil foto-fotonya.


Sasya mencari-cari Keisya untuk mengadu. Sasya yakin Keisya akan memarahi James. Hanya Keisya satu-satunya yang akan berpihak padanya, setelah Manda dan kakek menghianatinya dan memihak pada James .


Akhirnya Sasya menemukan Keisya di dapur, bukannya merasa senang telah menemukan tempat mengadunya Sasya justru tambah kesal.


Di dapur Sasya melihat Dave sedang memeluk Keisya dari belakang. Mereka terlihat saat mesra, sesekali Dave menciumi pipi Keisya.


“Huh menyebalkan!” Sasya memutuskan untuk naik ke kamar Manda, sampai dikamar Manda ia membaringkan tubuhnya di ranjang.


‘Aku akan membalasmu James.’


***


Jasson dan Farhan baru saja tiba di negara S. Mereka langsung menuju Villa milik Jasson yang letaknya tidak terlalu jauh dari Villa luxury milik Dave.


‘Akhirnya aku bisa kembali ke negara ini, sebentar lagi aku akan Menemuimu Kei.’ Farhan sangat senang begitu menginjakkan kaki di negara S, negara dimana pujaan hati dan musuhnya tinggal.


Berbeda dengan Jason ia tampak murung, dari raut mukanya terlihat kecemasan. Beberapa bulan yang lalu Jasson sempat mengintai Keisya dan Manda. Bahkan Jason yang membantu Keisya saat di tabrak oleh orang suruhan Lusi, belum selesai penyelidikan tentang Keisya dan Manda, Jasson harus kembali ke Negara B karena ada kakek nya mendadak sakit.


Dan kali ini Jasson kembali lagi ke negara S untuk melanjutkan penyelidikannya, dan tentunya untuk meminta maaf pada tunangan masa kecilnya.


“Apa kau sudah dapatkan apa yang ku minta?” Tanya Jasson pada asistennya.


“Sudah Tuan.” Asisten itu menyerahkan laporan nya pada Jasson. “Sangat susah untuk masuk ke Villa itu Tuan, Tuan Dave memperketat keamanan Villa. Banyak anggota bayangan King yang berjaga tanpa kita ketahui, hanya keluarga dan orang kepercayaan yang bisa masuk ke Villa itu. Tapi saya melihat Tuan muda Juan dan Tuan muda James bolak balik ke Villa, bahkan menurut mata-mata yang berjaga Tuan Muda Juan dan James sering menginap disana.” Asisten itu menjelaskan pada Jasson.


“Kalau begitu aku juga bisa masuk dengan mudah, karena aku masih keluarga.” Ucap Jasson lega. Sudah lama sekali Jasson tidak bertemu dengan dua kembaranya.


“Bagaimana keadaan Juan dan James?” Jasson sangat penasaran, apa saja yang dilakukan kudua adik nakalnya itu. Dulu yang Juan dan James tau hanya mengikuti Jasson kemanapun Jasson pergi.


“Mereka sangat baik Tuan, sore ini tuan muda Juan dan James nampak mengunjungi taman bermain bersama nona Manda dan sahabatnya.” Asistennya memberikan beberapa foto yang berhasil di abadikan bawahannya saat membuntuti Juan dan James.


Jasson menatap foto-foto itu dengan sangat kesal. ‘Kenapa mereka seperti double date saja.’


Di foto-foto itu terpancar keceriaan dari Manda, ada juga foto Juan yang menggandeng lengan Manda mesra.


‘Tidak boleh, ini tidak boleh terjadi.’ James meremas foto itu. Ia tidak bisa menahan rasa cemburunya melihat adik dan tunangannya bergandengan tangan.


‘Manda sejak awal kau tunanganku, dan sampai akhir pun hanya bisa menjadi tunanganku. Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu, bahkan Juan sekalipun!’ Jasson mengepalkan kedua tangannya.


“Persiapkan, aku akan mengunjungi tunanganku!”


“Baik, Tuan.”


Tak ada yang menyadari sepasang telinga dan mata tidak jauh dari tempat Jasson. Orang itu adalah Farhan, ia tersenyum puas melihat kecemburuan di mata Jasson. Farhan akan memanfaatkan kecemburuan Jasson untuk meretakkan hubungan Jasson dan keluarganya.


Jika begitu Dave pasti akan berpihak pada Juan, dan Jasson akan membenci Dave. Maka Farhan akan membuat Jasson membantunya merebut Keisya dari Dave.


.


.


.


Bersambung ..


Farhan kenapa kau selicik itu?


Netizen: Thor Farhan yang licik tidak cocok dengan visualnya yang tampan !!Kami tidak terima !