
Klik . . .
Suara pintu. Dave dan Alex menoleh secara bersamaan, Dave yang sudah tahu apa yang dialami Keisya dari orang suruhannya berdiam hanya menatap Keisya pura pura tidak tahu .
“ Selamat malam Nona Keisya, saya Alex asisten Pak Dave.Tadi pagi belum sempat kenalan.” sapa Alex pada Keisya yang berjalan menuju ruang tamu.
“ Selamat Malam tuan Alex, saya Keisya.” dengan senyum yang dipaksakan Keisya menyapa balik Alex.
“ Tuan Dave belum istirahat, bagaimana Luka Tuan ? “ tanya Keisya melihat tangan Dave.
“ Sudah mendingan nona, apakah nona sudah makan malam?” Dave bertanya balik.
“ Sudah Tuan, Tuan Sendiri dan Tuan Alex apakah sudah makan malam?” Keisya juga dengan sopan bertanya pada Dave.
“ Sudah, tadi nona Manda membawa banyak makanan dari Ayah dan ibu nona. Kami jadi ikut makan gratis.” Alex dengan cepat menjawab.
“ Oh iya Manda sudah balik, kalo begitu selamat beristirahat Tuan. Saya masuk dulu.” ucap Keisya berlalu menuju kamar Manda, karena kamar Keisya di pinjamkan sementara untuk Dave.
“ Kita juga istirahat Alex!” seru Dave.
“ Baik Tuan, saya akan berjaga di sini.” jawab Alex dengan sigap, malam itu Alex tidur di sofa ruang tamu sementara Dave dikamar Keisya.
Keisya tidak bisa tidur takut mengganggu Manda, ia memilih tidur di ruang jahit, disana ada bed kecil disamping mesin jahit. Keisya menangis sesenggukan dengan menutup mulutnya agar tidak di dengar oleh penghuni rumah lain. Tanpa disadari Dave yang juga belum tidur mendengar tangisan Keisya. Merasa perih pada pipi yang tadi ditampar Jimmy, Keisya mengambil beberapa es untuk mengompres di dapur .
“ Nona Keisya belum tidur?” Tanya Dave menghampiri Keisya yang masih duduk sambil menentang es mengompres pipinya.
“ Ah Tuan Dave, maaf malah membangunkan Tuan, iya saya tidak bisa tidur.” jawab Keisya.
“ Pipi nona kenapa?” Dave bertanya pura pura tidak tahu, padahal bawahan Dave sudah melaporkan semua kejadian yang dialami Keisya.
“ Tadi saya kepleset ngga sengaja nabrak kursi kena pipi, jadi agak lebam.” Keisya menyembunyikan kebenaran dari memar di pipinya
“ Saya temani Nona, kalo tidak keberatan.” Dave menawarkan diri untuk menemani Keisya.
“ Boleh, Tuan tidak mengantuk?” Tanya Keisya.
“ Tidak, Saya sering begadang. Jam segini belum tidur sudah biasa. Tapi Nona Keisya besuk harus berangkat kerja, lebih baik istirahat.” pinta Dave agar Keisya istirahat.
“ Tidak, besuk saya ambil cuti.Panggil saya Keisya saja Tuan.”
“ Baiklah, Nona juga bisa memanggil saya dengan nama biar adil.”
“ Sepertinya lebih sopan saya memanggil dengan Tuan.”
“ Kalau begitu saya juga akan memanggil Nona dengan sebutan Nona!” Dave kembali tidak mau kalah.
“ Sepertinya Anda tidak mau kalah yaa, baiklah saya akan mengalah Tuan Dave eh Dave!” seru Keisya.
“ Seperti ini lebih baik Keisya “ jawab Dave
Raut muka Keisya memerah malu, mendengar Dave menyebut Keisya langsung tanpa embel embel nona. Keisya selesai mengompres memar di pipi. Kemudian pamit pada Dave untuk istirahat, mereka kembali ke kamar masing masing .
Keesokan paginya, Keisya berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan. Amanda bersiap siap untuk ke kampus. Dave yang sudah bangun, karena Alex pagi-pagi sekali sudah datang membawa pakaian ganti Dave. Rencana Dave hari ini akan kembali ke kediaman pribadi Dave, karena dirasa sudah terlalu lama menumpang dirumah Keisya dan urusan penyelidikan Leo juga sudah selesai .
Krekk pintu kamar terbuka Dave keluar diikuti Alex
“ Pagi Tuan Dave, Tuan Alex mari sarapan. Kami sudah menunggu!” Ajak Manda, tangan Manda melambai isyarat agar Dave dan Alex segera ke ruang makan. Memang tidak ada sekat antara ruang tamu dan ruang makan yang di dapur, apartemen milik Keisya hanya sederhana.
“ Maaf, merepotkan Manda!” seru Alex yang sudah duduk di meja makan dengan Dave.
“ Tidak masalah Tuan Alex, Manda senang ada teman sarapan.Biasanya hanya berdua sama kakak, kalo kak Kei kerja lebih pagi atau keluar kota karena urusan kerjaan Manda makan sendiri.” Jawab Manda.
“ Kamu sering keluar kota Kei?” Tanya Dave menatap ke arah Keisya.
“ Hanya beberapa kali Dave, waktu menggantikan perjalanan dinas teman kantor.” jawab Keisya.
“ Dave!” seru Manda dan Alex bersamaan.
“ Itu agar tidak terlalu formal antara saya dan Keisya.” jawab Dave melihat kekagetan Amanda dan Alex, Keisya hanya menganggukkan kepala menyetujui perkataan Dave.
“ Oh!” seru Alex, lAjaib Tuan tidak pernah memperbolehkan wanita memanggil nama Tuan secara langsung, jangan jangan.” gumam Alex dalam hati.
“ Kakak habis nangis?” tanya Manda ke Keisya.
“ Hari ini kakak antar kamu Manda, nanti Kakak mau bawa mobilnya!” seru Keisya.
“ Kakak cuti hari ini? Mau kemana?” tanya Manda.
“ Manda bisa diantar sama Alex atau bawahan saya Kei, kalo kamu ada urusan penting. Biar Manda, orang saya yang bantu antar ke kampus!” seru Dave.
“ Iya nona Keisya, biar saya antar Manda sekalian jalan.” Alex menambahkan perkataan Dave.
“ Manda tidak keberatan, apalagi di antar pria tampan.” sahut Manda dengan tawa.
“ Baiklah, jika tidak merepotkan Tuan Alex.” jawab Keisya.
Setelah sarapan Alex dan Manda meninggalkan rumah, hanya tinggal Keisya dan Dave. Terlihat Dave memegang laptop, sedang bekerja. Sementara Keisya berdandan cantik dengan tas selempang siap untuk keluar rumah.
“ Saya tinggal dulu ya Dave, anggap saja rumah sendiri.” pamit Keisya pada Dave.
“ Hati hati di jalan Kei.” Dave tersenyum lembut ke Keisya.
Keisya meninggalkan apartemennya dan menuju Mobil. Beberapa saat mobil Keisya keluar dari daerah apartemen melaju pelan, Dave hanya memperhatikan. Beberapa bawahan Dave masuk ke rumah.
“ Semua sudah siap Tuan!” seru salah satu bawahan Dave.
“ Baik tunggu Sebentar.” Dave meninggalkan surat di meja makan dan amplop, lalu keluar dari rumah Keisya, di ikuti bawahan Dave yang membawa tas berisi barang Dave selama menginap di apartemen Keisya.
“ Sekarang kemana Tuan?” Tanya sopir Dave.
“ Ke Grup Wilson!” jawab Dave yang masih sibuk dengan tablet ditangan.
*** Kampus Amanda dan Sasya***
“ Mandaaaaa!!” seru Sasya dari kejauhan berlari kearah Manda dan memeluknya, “ Aku kangen banged sama kamu, sama kak Kei juga.Kamu pulang ke desa ngga ajak aku.” Sasya cemberut.
“ Habis kamu ngrepotin kalo diajak.” jawab Manda seraya melepas pelukan Sasya “ Kamu ngga ada kelas?” tanya Manda.
“ Masih nanti, nanti temani aku ke Mall yaa. Aku mau shopping.” pinta Sasya.
“ Ngga bisa, hari ini aku mau cari kerja partime, maaf ya.” Manda memang berencana untuk mencari kerja sambilan untuk membayar biaya kuliah semester ini, tidak mungkin minta Keisya membayar semuanya sementara Keisya harus membayar sewa apartemen belum lagi kehidupan sehari-hari mereka berdua. Untuk Ayah dan Ibu sepertinya tidak bisa membayar penuh uang semester ini karena hasil panen menurun dari panen lalu.
“ Yah, aku temani kamu cari kerja deh. Boleh kan?” Pinta Sasya lagi.
“ Aku sih ngga papa, tapi nanti kamu capek terus sopir kamu bagaimana? “ tanya Manda.
“ Gampang, nanti aku kabarin biar ngga perlu jemput. Sekalian aku nginep rumah kamu saja deh.” jawab Sasya.
“ Ngga bisa nginep hari ini, lain kali saja.” Ucap Manda.
“ Kenapa?Kan rumah kak Kei, terserah aku mau nginep, kak Kei juga ngga bakal keberatan wek.” Sasya tetap mau nginep di rumah Keisya.
“ Bukan ngga boleh. Dirumahku lagi ada tamu, ngga ada tempat tidur buat kamu. Kamar kak Kei dihuni tamu, jadi kak Kei tidur sama aku.” Manda menjelaskan.
“ Aku gak papa tidur di sofa depan, yaya?” harap Sasya dengan tampang memelas.
“ Kamu apa sih nginep. Rumah kamu kan gede mewah!” ujar Manda.
“ Tetap saja gak ada teman.” jawab Sasya.
“ Yaudah terserah kamu, kita masuk yuk. Kelasku sudah hampir mulai.” ajak Manda merangkul bahu Sasya.
Bersambung.
****
Hai salam kenal dari author
Terimakasih untuk yang sudah like dan vote, untuk yang belum boleh dong kasih like, komen dan vote
Follow Ig ku yaa @nurmalitasugiartii
Jaga kesehatan ya temen-temen, jangan lupa sering cuci tangan dan tetap jaga jarak aman.
Semoga covid19 segera berlalu ..