My Dave

My Dave
Dave dan Raka berulah



Raka hampir tersungkur karena hampir tertabrak tubuh Keisya yang tiba-tiba ditarik oleh seorang laki-laki.


“ Dave!” Ucap Keisya pada lelaki yang saat ini tengah menggenggam tangannya dengan kasar, terlihat aura dingin di wajah Dave. “Aku bisa jelaskan!” ucap Keisya lembut.


Dave tidak menghiraukan Keisya, dia masih menggenggam tangan Keisya dengan tatapan membunuh pada Raka yang di hadapannya.


Raka berdiri lalu menghampiri Dave yang masih menatapnya dengan garang. Seulas senyum sinis hadir di wajah Raka. “ Kau lihat Tuan Dave, Istrimu bahkan masih datang menemuiku. Dia masih ingat tempat ini, kenangan kita saat bersama.” Ucap Raka dengan senyum sinis penuh kemenangan.


Dave tidak bergeming sama sekali mendengar ocehan Raka. Dia hanya menatap tajam pada Raka.


“Bukankah seharusnya Tuan Dave menyerahkan Keisya padaku, Tuan Dave sendiri tahu bukan saat ini Tuan Dave telah kalah. Apa Tuan Dave ingat perjanjian kita?” Tanya Raka tajam.


Flash back ON


Setelah menerima telefon dari Raka di ponsel Keisya (Chapter 39). Dave dan Raka janjian untuk bertemu di sebuah Cafe.


“ Raka .” Ucap Raka memperkenalkan diri, menjulurkan tangannya.


“ Dave.” Dave menjabat tangan Raka. “ Mari kita perjelas saja Tuan Raka, Saya dan Keisya telah menikah secara resmi di mata Hukum. Saya harap Tuan Raka berhenti mengirim pesan maupun mencari keberadaan istri Saya!” Tegas Dave pada Raka.


“ Maaf sepetinya saya tidak bisa untuk tidak menghubungi Keisya, selama ini Keisya tidak pernah mengatakan sudah menikah dan saya tidak percaya dengan semua yang Tuan Dave katakan.” Ucap Raka tidak kalah tegas dari Dave.


“ Saya tidak peduli Tuan Raka akan mempercayai saya atau tidak, yang perlu Tuan ketahui Keisya adalah milik saya. Istri sah saya!!.”


“ Bagaimana Tuan Dave bisa begitu yakin, Apa Keisya pernah mengatakan mencintai Tuan Dave?.” Tanya Raka.


Dave terdiam sejenak selama ini Keisya memang belum pernah mengatakan cinta pada Dave.


“ Saya tebak Keisya tidak pernah mengatakan Cinta bukan?” Ucap Raka lagi. “Bagaimana jika kita bertaruh, jika saya mampu membawa Keisya menemui saya maka Tuan akan melepaskan Keisya!,”


“ Jika tidak?” Tanya Dave.


“ Maka saya akan menyerah pada Keisya!” Tegas Raka.


“ Baiklah aku setuju!” Ucap Dave.


Setelah membuat kesepakatan Dave dan Raka mengakhiri pertemuan mereka. Dave sangat yakin Keisya tidak akan menemui Raka lagi, karena dia tahu selama Dave bisnis di luar negeri Keisya menghindari Raka sampai harus menginap dirumah sisi dan di butik. Dave sudah tau apa yang terjadi pada Keisya dan Raka, karena Alex sudah melaporkan semuanya secara detail.


Aku akan menjadikannya milikku seutuhnya, tidak akan ada yang bisa mengambil Keisya dariku. Gumam Dave penuh keyakinan.


Flash back Off.


“Apa?Perjanjian apa Dave?” Tanya Keisya tidak mengerti dengan apa yang Raka katakan.


“ Keisya, kami telah membuat kesepakatan jika kau menemuiku lagi, maka Tuan Dave akan melepaskan mu.” Ucap Raka.


“ Jika aku tidak Menemuimu?.” Tanya Keisya menatap tajam Raka.


“ Maka aku akan menyerah pada mu!,” jawab Raka.


“ Apa benar itu Dave?!” Tanya Keisya menatap kearah Dave. Dave masih tidak bergeming. “ Dave jawab aku!” bentak Keisya.


“ Ya benar.” Ucap Dave melepaskan genggamnya dari tangan Keisya. Keisya yang melihat Dave melepaskan tangannya dari tangan Keisya perlahan air matanya jatuh.


“ Jadi kalian membuat kesepakatan tanpa sepengetahuan ku?Apa menurut kalian aku barang bisa di lempar kesana kemari?!” Tanya Keisya dengan air mata bercucuran.


“ Raka, kau tau aku sudah bersuami tapi kau tetap saja menggangguku?Apa itu yang kau katakan Cinta?” Tanya Keisya menatap Raka, kemudian dia menoleh pada Dave. “Dan kamu Dave, kenapa kau membuat kesepakatan konyol bersama Raka?Apa yang ada di otakmu?” Tanya Keisya pada Dave.


“ Keisya aku ,” Raka hendak berbicara pada Keisya tapi Keisya memberi isyarat dengan tangan agar dia diam.


“Cukup Raka, jangan katakan apapun!” Bentak Keisya.


Dave mengacak rambutnya sendiri, dia menyesal dengan apa yang dilakukannya. Dia berniat mengejar Keisya, tapi Keisya sudah lari dengan taksi. Sementara Raka masih mematung di tempatnya.


Didalam sebuah taksi Keisya menangis dengan sesenggukan. Dia mengirim pesan pada Manda bahwa tidak bisa mengunjungi Ayah selama beberapa hari, dia beralasan sedang sibuk mencari suplier baru untuk butiknya. Manda pun percaya, karena dia saat ini tinggal sementara bersama ayah dan ibu di apartemen Keisya. Jadi dia tidak tau kehidupan sehari-hari Dave dan Keisya.


“ Mau kemana Nona?” Tanya sopir taksi.


“ Tolong antarkan saya ke stasiun terdekat Pak.”


“ Baik Nona.”


Beberapa saat kemudian Keisya sampai di stasiun, dia berniat pergi untuk sementara. Saat hendak masuk ke dalam kereta dia dihentikan oleh beberapa orang berpakaian rapi lengkap dengan setelah jas.


“ Maaf Nyonya, Anda tidak bisa masuk.” Ucap salah satu laki-laki itu.


“ Kenapa saya tidak bisa masuk?Kalian suruhan siapa?” Tanya Keisya.


“ Maaf Nyonya kami hanya di perintahkan untuk menahan Nyonya.” Jawab laki-laki itu . “ Kami tidak akan menyakiti Nyonya, jadi kami harap Nyonya ikut bersama kami!” Ajak lelaki itu.


“ Sampaikan pada Dave jika dia menghentikan ku, maka aku akan menceraikannya!” Tegas Keisya.


Laki-laki itu kemudian terlihat berbicara dengan bahasa asing dalam panggilan telefon. “ Nyonya anda bisa pergi, tapi kami akan bersama Anda untuk menjamin keselamatan Anda, jika Nyonya menolak kami di perbolehkan untuk membawa Nyonya secara paksa.”


“ Terserah kalian saja, tapi jangan terlalu dekat padaku. Aku tidak mau di tatap aneh oleh orang lain.” Ucap Keisya kemudian dia masuk ke dalam kereta.


Para pengawal itu mengikuti Keisya dengan jarak sesuai kemauan Keisya.


Aku harus melepaskan diri dari pengawal Dave.


Ternyata Keisya pergi ke pasar malam di salah satu kota terpencil yang masih dalam lingkup kota S. Dia berjalan menelusuri pasar malam yang indah itu, melihat banyak muda-mudi bergandengan tangan, pedagang makanan terlihat berjejer rapi. Dia membuka tasnya melihat hanya ada 2 lembar uang cash.


Dia membeli Gula kapas dan memakanya dengan ceria, seperti anak kecil yang tidak mempunyai masalah. Keisya melihat sosis bakar, dia kemudian mendekat kearah sosis bakar dengan bumbu pedas manis favoritnya. Dia membeli satu, saat hendak memakan tiba tiba dia merasa mual. Keisya berlari mencari toilet dan memuntahkan isi dalam perutnya. Saat keluar dia mendapati pada body guard telah berjaga di depan toilet.


“ Nyonya Anda tidak papa?.” Tanya salah satu body guard itu.


“ Tidak papa. Tapi aku merasa sedikit pusing,” jawab Keisya. “Huwek huwek” Keisya kembali ke dalam toilet. Cukup lama Keisya di dalam toilet sampai salah satu Bodyguard itu menggedor pintu toilet. Keisya keluar dengan lemas, dia baru ingat sudah satu bulan lebih tidak mens. Dia berfikir mungkin saja dia hamil. “Kalian, bisakah kalian menemukan Dokter di sekitar sini?” Tanya Keisya.


“ Bisa Nyonya, saya akan kembali bersama Dokter.” Langsung saja satu Bodyguard pergi mencari Dokter. Masih 3 orang yang berada disamping Keisya.


“ Tolong hubungi Dave.” Ucap Keisya.


“ Baik Nyonya.”


Kali ini Keisya merasakan pusing di kepalanya, saat hendak berjalan brukk Akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri.


Bersambung...


.


.


Temen temen yang sudah mampir jangan lupa like yaa, beri author kritik dan saran juga agar lebih semangat lagi.


Untuk yang mau memberi Vote, author akan sangat berterimakasih.


Dan mari berteman di Ig, Igku @nurmalitasugiartii, untuk yang mau Follow dm yaa 🥰🥰


Thankyou guys, jaga kesehatan kalian selama pandemi ini, jangan lupa cuci tangan sesering mungkin dan jaga pola makan sehat.


Semoga covid-19 segera berakhir .