My Dave

My Dave
Kebenaran ..



Raisa masih tetap tidak mau pergi dari kediaman Dave, ia memilih duduk mematung di ruang tamu. Walau sudah di usir berkali-kali oleh pelayan Raisa tetap tidak bergeming.


“Nenek sihir kau belum pergi juga?” Sasya berjalan melewati Raisa, ia akan pulang kerumahnya di antar oleh James.


“Tidak ada urusannya denganmu, aku pergi ataupun tidak.” Ketus Raisa.


“Baiklah, terserah kau saja. Lagi pula kak Dave tidak akan pulang malam ini.”


“Apa katamu?Dave tidak pulang?Lalu kemana dia?Hei... aku bertanya padamu bocah!” Raisa meneriaki Sasya yang tidak mengindahkan panggilannya.


Sasya terus berjalan tidak peduli pada Raisa yang berteriak-teriak seperti orang gila. Sementara James yang sedari tadi mengekor pada Sasya hanya diam saja, James terlalu malas menanggapi orang yang tidak penting.


“Dimana putriku?Dimana Vara?” Raisya bertanya pada pelayan yang lalu-lalang.


“Maaf, Nona. kami tidak tau.” Jawab salah seorang pelayan.


“Panggilkan Manda!Aku bilang panggilkan Mandaaa!!!.”


Karena Raisa terus saja berteriak memanggil Vara dan Dave secara bergantian, akhirnya Manda kesal juga. Manda pun turun dari kamarnya dengan wajah murah.


“Apa apa apa??Kenapa kau terus saja berteriak?”


“Dimana putriku?”


“Sudah ku pulangkan!” Manda duduk di sofa dengan santai, ia kemudian merebahkan dirinya dengan bantalan bantal sofa.


“Apa?”


“Aku bilang putrimu sudah ku pulangkan, apa kau tidak dengar??Sungguh berisik saja.”


“Ba-bagaimana bisa?Bagaimana mungkin, aku tidak melihat Vara keluar sama sekali?”


“Mau aku beri tau satu rahasia?” Manda menggerakkan jari jemarinya, memberi isyarat pada Raisa agar mendekat.


Flash back ON


Setelah berbicara pada kakek Mo. Dave langsung menemuia Manda, kala itu Manda baru selesai membersihkan diri. Manda terlihat sedang memejamkan matanya, perjalanan dari Inggris membutanya lelah. Apalagi ditambah beban pikiran karena kakaknya menghilang. Dave mengetuk pintu kamar Manda, setelah adik iparnya itu membuka pintu Dave mengajak Manda untuk berbicara di ruang kerjanya.


Awalnya Manda marah pada Dave, karena Dave sengaja mengirim Manda pergi keluar negeri saat masalah sedang menimpa rumah tangganya dengan Keisya. Manda marah karena merasa bersalah tidak bisa mendampingi kakaknya di masa sulit, di tambah lagi masalah Raisa yang tidak Dave ceritakan pada Manda. Tapi kemudian Dave menceritakan apa yang terjadi sebenarnya antara Dave dan Raisa. Dari awal Raisa mengatakan Vara adalah putrinya, Dave sudah mulai curiga. Ia mulai menyelidiki kebenaran dari identitas Vara dan apa motif Raisa mendekatinya. Tapi sayang saat Dave tengah menjalankan misi untuk mengungkap kebusukan Raisa, Keisya mengetahuinya. Keisya pun menjadi salah paham, Dave belum bisa mengatakan misinya untuk mengungkap kebusukan Raisa pada Keisya, Dave masih harus bersandiwara di depan Raisa dan Vara. Tapi lagi-lagi nasib sial berpihak pada Dave, Keisya mendapat pesan yang semakin membuatnya salah paham pada Dave. Sampai akhirnya Keisya menghubungi Juan untuk membatunya melarikan diri dan kabur.


“Jadi, apa motifnya kak?”


Dave menceraikan bahwa Raisa sengaja memanipulasi hasil DNA dengan menyuap dokter di salah satu rumah sakit terbesar kota S. Motif Raisa mendekati Dave karena ingin mencuri data-data penting Group Wilson, ia melakukan itu agar bisa menjatuhkan Group Wilson. Awalnya Raisa menikah dengan salah satu musuh terbesar Dave, karena persaingan antara suaminya dan Dave di dunia bisnis. Dave membuat suaminya gulung tikar, oleh sebabnya suami Raisa meminta Raisa untuk mendekati Dave agar mereka bisa balas dendam. Rencananya Dave mau membuat Raisa dan suaminya benar-benar hancur karna berani mengganggu ketenangan kehidupan Dave bersama Keisya. Tapi sebelum Dave mengumpulkan bukti penuh, Dave malah kehilangan Keisya.


“Baiklah. Aku paham. Kalau begitu kakak fokus saja mencari kak Keisya, biar aku yang mengurus perempuan itu.”


“Oke, Manda. Kakak percayakan dia padamu.”


Setelahnya dengan bantuan Alex dan Stevi menda membuat rencana agar Raisa datang ke Villa Dave. Ia sengaja memancing Raisa, setelah Raisa sampai di Villa Dave, Manda akan berpura-pura menerima Raisa dan Vara. Kemudian Manda akan mengambil Vara dan mengirimnya pulang ke orang tua Raisa tanpa sepengetahuan Raisa. Setelah itu Manda berniat mengurung Raisa hingga kakaknya ditemukan, Manda ingin Raisa meminta maaf kepada Keisya secara pribadi. Ia mau Raisa merasakan sakit yang kakaknya rasakan, merasa dikhianati oleh keluarganya sendiri. Ia juga mau Raisa mengakui semua kebohongan yang ia buat kepada Keisya. Oleh sebabnya Manda menghubungi orang tua Raisa dan membuat kesepakatan, Manda meminta orang tua Raisa untuk membesarkan Vara dengan baik agar tumbuh menjadi anak yang bisa membedakan kebaikan dan keburukan, semua biaya Vara akan ditanggung oleh kakek John. Sebagai imbalannya Manda memberikan sebuah peternakan kepada orang tua Vara, peternakan itu bisa menjadi sumber uang untuk kehidupan orang tua Raisa yang sudah lama bangkrut. Dan mereka pun berjanji pada Manda akan membesarkan dan mendidik Vara sebaik mungkin.


Flash back Off.


Setelah mendengar keseluruhan cerita dari Manda, Raisa langsung terduduk lemas di lantai. Ia mulai mengutuk dirinya sendiri, selama ini ia sangat yakin Dave sudah jatuh pada perangkapnya. Tidak disangka justru ia yang jatuh di perangkap Manda, bahkan ia kini harus rela kehilangan putrinya yang selalu ia manfaatkan untuk kepentingannya. Buliran air bening jatuh dari pelupuk mata Raisa, ia mulai menangis menyadari kebodohannya selama ini. Sekarang ia hanya bisa pasrah, pasrah karena hidupnya sudah benar-benar tamat di tangan Manda. Raisa tidak pernah berfikir akan di kalahkan oleh gadis yang usianya masih sangat jauh dibawahnya.


“Iya, Nona muda” jawab pak Mo dan Stevi serentak, pak Mo dan Stevi terlihat berjalan Villa bagian dalam menghampiri Manda yang masih berbaring leyeh-leyeh di sofa.


“Pindahkan dia ketempat seharunya dia berada!”


“Baik, Nona muda.”


Pak Mo dan Stevi menyeret Raisa yang masih terduduk lemas, Raisa pun menurut tanpa melawan. Ia sadar posisi saat ini melawan pun tidak akan mengubah keadaan, yang ada jika melawan hidupnya akan semakin menyedihkan.


Prok..prok... tepuk tangan berasal dari lelaki tua yang berjalan mendekati Manda dengan tongkat klasiknya. “Kau sudah benar-benar menjadi bagian keluarga Wilson, kekejamanmu sudah mirip seperti Dave.” Ucap lelaki tua itu.


“Kakek, aku kan belajar dari kakek.” Jawab Manda.


“Andai saja kakakmu punya sedikit saja sifat sepertimu, pasti akan mudah. Tapi tidak mungkin, dia terlalu lembut dan baik hati.”


“Semoga saja kakak segera di temukan kek.”


“Iyaa, jika tidak aku khawatir anak itu akan menggila.” Yang dimaksud kakek anak itu adalah Dave. Kakek John sangat tau seberapa Dave mencintai Keisya. Apalagi dengan kondisi Keisya yang sedang hamil.


.


.


.


.


Bersambung..


.


.


.


Like


Like


Like


Vote


Vote


Vote


Author mau ngenalin karya baru dariku “Bekas Istri yang kaya”..


Mohon dukungannya yaa..