My Dave

My Dave
S2 Terbongkar



“Kakek!” Teriak Keisya. “Kakek..” Perempuan itu berlari dari kamar Boy sambil menangis dan berteriak-teriak memanggil kakek John.


Kakek yang berada di taman belakang pun langsung masuk ke dalam Villa begitu mendengar Keisya berteriak memanggilnya. “Ada apa Kei?Kenapa kau berteriak memanggil kakek, lalu kenapa kau menangis?” Tanya kakek khawatir.


“Dave kek, Dave.” Ujar Keisya sesenggukan.


“Ada apa dengan Dave, Kei?” Kakek sudah bisa menebak arah pembicaraan Keisya. Namun, kakek mencoba tenang dan berpura-pura tidak tau.


“Dave kecelakaan, kek. Dave, dia dia kecelakaan, kek. Mo..mobil Dave terbakar, kek.” Lirih Keisya yang langsung kehilangan kesadaran.


Melihat Keisya pingsan kakek pun memanggil pak Mo. Lelaki tua itu sudah tidak bisa mengangkat Keisya seorang diri. Pak Mo dan beberapa pengawal mengangkat Keisya dan membawanya ke kamar. Pak Mo pun langsung menghubungi dokter pribadi kelaurga Wilson.


***


“Apa yang terjadi, Kek?Kenapa Kak Kei bisa tidak sadarkan diri?” Tanya Manda baru saja sampai di Villa setelah magang. Begitu juga yang lainnya, James dan Jasson juga langsung pulang begitu mendapat kabar Keisya tidak sadarkan diri.


“Keisya sudah tau kecelakaan Dave.” Jawab kakek John.


“Dia mungkin shock.”


“Bagaimana kakak bisa tau?” Sahut James.


“Aku sudah membungkam mulut semua orang yang tau mengenai kak Dave untuk tidak memberi tahu kakak, siapa yang berani memberitahunya?” Jasson menimpali.


“Ku rasa Keisya tau dari orang lain.” Kakek angkat bicara.


“Maksud kakek?” Seakan meminta penjelasan pada kakek John.


“Stevi mengatakan Keisya langsung histeris setelah menerima telepon. Dia menyerahkan Boy pada Stevi dan langsung berlari mencariku.” Jelas kakek.


“Dimana ponsel kakak?” Tanya James.


“Mo!” Kakek meminta pak Mo untuk mengambilkan ponsel Keisya dan menyerahkan nya pada James.


“Ini tuan muda.” Ucap pak Mo sopan.


James langsung memeriksa ponsel Keisya dan menghubungi nomor yang terakhir menghubungi Keisya. Namun, nomor itu sudah tidak aktif.


“Bagaimana James?” Tanya Jasson.


“Sudah tidak aktif, kak. Aku akan minta bantuan Alex untuk mengurusnya.” Jawab James. Jasson pun mengangguk.


James pun pergi untuk menemui Alex.


“Bagaimana penyelidikanmu, Jasson?” Tanya kakek.


“Belum ada perkembangan, kek. Anak buah Alex dan Leo sudah menyusuri sungai tapi tidak ada tanda-tanda kakak hanyut terbawa aliran sungai.” Jasson menjelaskan apa yang dilaporkan Alex dan Leo padanya.


“Jangan menyerah!Terus lakukan pencarian, kakek yakin Dave selamat.” Ucap kakek john dengan suara bergetar.


“Baik, kek.”


Manda hanya diam dan mendengarkan apa yang kakek John dan Jasson bicarakan. Sejujurnya ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kabar dari orang-orang kepercayaan Dave yang sedang berusaha keras mencari Dave.


Tok..tok..


“Masuk!” Ucap pak Mo mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu masuk setelah mendapat persetujuan dari kakek dan Jasson. Mereka sedang di ruang kerja Dave.


“Ada apa?” Tanya Jasson pada maid yang baru saja masuk keruangan itu.


“Nyonya muda sudah sadar, Tuan.” Jawab maid itu.


“Baiklah.” Sahut Jasson. Maid pun undur diri.


“Kalau begitu aku akan menemui kakak, kek.” Ucap Manda.


“Aku akan ikut denganmu.” Jasson menahan tangan Manda dan menggenggamnya erat. Manda hanya menurut saja, ia sedang tidak mau berdebar dengan Jasson.


“Kakek akan tinggal disini sebentar.” Kakek John memilih untuk tinggal beberapa saat di ruang kerja Dave.


***



“Anda sudah sadar tuan?” Lelaki seusia Dave terlihat menghampiri Dave.


“Kau yang menyelamatkanku?” Tanya Dave. Lelaki itu mengangguk.


“Saya langsung menuju lokasi setelah mendapat pesan dari anda.” Jawab lelaki itu.


“Terimakasih Jack, dimana kita sekarang?” Tanya Dave pada lelaki itu yang diketahui namanya adalah Jack.


“Kita berada di pulau angel, Tuan. Saya terpaksa membawa anda kesini karena ini tempat yang paling aman.” Jelas Jack.


“Apa kau sudah menghubungi keluargaku?” Tanya Dave mengkhawatirkan Keisya dan yang lainnya. Mereka pasti shock, terutama Keisya. Dave tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan Keisya saat mengetahui dirinya kecelakaan.


“Maaf tuan, saya menunggu anda sadar dulu.” Jack tidak tau harus bagaimana menjelaskan pada keluarga Dave. Lebih baik ia menunggu Dave tersadar.


“Baiklah, tidak masalah.” Dave bangkit duduk dan melepas jarum infusnya.


“Apa yang akan anda lakukan, Tuan?Anda masih belum pulih.” Ujar Jack.


“Aku baik-baik saja, persiapkan semuanya. Aku harus pulang!” Perintah Dave pada Jack tidak mau mendengar bantahan. Mau tidak mau Jack pun menuruti Dave. Lelaki itu mulai mempersiapkan kepulangan Dave.


Flash back on


Dave akan menemui Raka. Sebelum bertemu Raka, ia mengirim pesan pada Jack untuk mengikuti Dave. Dave meminta Jack selalu melacak keberadaannya dalam tiap sepuluh menit. Ia sudah merasakan bahaya akan datang mengancamnya.


Dave memang sengaja datang sendiri menemui Raka untuk memancing, kemungkinan musuhnya menyerang Dave. Musuh Dave pasti akan bertindak tanpa berpikir panjang jika tau Dave menemui Raka seorang diri.


Sesuai dugaan Dave saat ia dalam perjalanan setelah menemui Raka, ia melihat dari kaca spion mobilnya beberapa mobil tengah membuntutinya.


“Kirim bantuan, lacak lokasiku!” Dave menghubungi Jack saat menyadari bahaya mengancamnya.


Setelah nya ia pun fokus pada kemudinya dan memikirkan beberapa cara untuk terhindar dari serangan musuh-musuhnya selagi menunggu tim bantuan datang.


Namun, naas serangan membabi buta dari orang-orang itu membuat Dave kewalahan. Ia terpaksa membanting setirnya masuk ke jurang. Sebelum mobil terjun bebas ke jurang Dave melompat keluar dari mobil. Beruntung ia tersangkut di pohon. Untuk beberapa saat Dave bertahan dengan berdiam diri di pohon tersebut agar pihak musuh tidak menyadari dirinya selamat. Dave pun menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri mobilnya yang meledak dan terbakar.


Setelah yakin keadaan aman dan orang-orang yang tadi menyerangnya meninggalkan tempat itu barulah Dave keluar dari persembunyiannya. Ia berusaha turun dari pohon dan memeriksa lukanya.


Dave merobek kemejanya untuk membalut luka di lengan dan kaki nya. Ia juga merobek celana kain panjangnya agar luka di kakinya tidak terkena gesekan kain.


Sampai akhirnya terdengar suara helikopter mendekat, seseorang dari atas helikopter melempar kan tali tambang ke bawah. Dave yakin itu anak buahnya. Ia pun meraih tali itu dan terangkat hingga helikopter menemukan tempat landasan yang cukup.


Dave berusaha sekuat tenaga bertahan saat helikopter itu mengangkatnya dari jurang. Ia berpegangan pada tali dengan sangat erat.


“Tuan, anda tidak papa?” Tanya Jack yang sudah turun dari helikopter menghampiri Dave. Dave sudah tergeletak di tanah dengan sisa kekuatannya.


“Cepat kita pergi dari sini!” Perintah Dave pada Jack.


“Tapi, bagaimana dengan keadaan disini?” Tanya Jack.


“Leo dan Alex pasti membereskan nya, lebih baik kita cepat pergi sebelum seseorang melewati area ini.” Ucap Dave tegas.


“Baik, tuan.”


Dave pun langsung tidak sadarkan diri.


Flash back off.


.


.


.


.