
“ Apa yang kamu lakukan Dave, kenapa kamu seperti ini?” Keisya yang sudah berkaca-kaca, perlahan air mata mengalir di pipi Keisya.
Dave tidak menjawab Keisya, dia hanya memperhatikan Keisya kemudian mendekatkan wajahnya kearah Keisya dan mencium Keisya lagi. Keisya sangat tidak nyaman, ia berontak memukul dada bidang Dave berulang ulang, sampai akhirnya kedua tangan Keisya ditangkap kedua tangan Dave, Dave menahan kedua tangan Keisya dan melanjutkan aksinya, Dave ******* bibir Keisya dengan sangat kasar. Sampai beberapa saat dan Dave menghentikan ciumanya, sementara Keisya masih menangis tersedu.
“ Ini hukuman untuk kamu yang berani keluar dengan laki-laki lain!” tegas Dave seraya menatap Keisya, Dave kemudian melepaskan tangan Keisya.
“ Apa maksudmu Dave?”
“ Kau tanya apa maksudku?”
Apa dia benar tidak tau kesalahannya.
“ Ya, aku tanya apa maksudmu, apa yang kau sebut laki-laki itu adalah Raka?kenapa aku tidak bisa keluar dengannya?hah, dia adalah sahabatku!” Keisya begitu marah pada Dave.
“ Keisya jangan mengucap nama laki-laki lain saat bersamaku!” Dave meninggalkan Keisya menuju suatu meja, disana dia menuang wine ke dalam gelas dan meneguknya sampai habis.
Keisya lagi-lagi berusaha untuk melarikan diri. Dia mencoba membuka pintu.
“ Keluarlah, kau bahkan tidak akan bisa kabur. Di depan sudah ada pengawalku yang berjaga.” kata Dave datar menikmati winenya.
Apa kau mengurungku, ada apa denganmu Dave, aku bahkan tidak bisa membaca isi dalam pikiranmu saat ini.
Mendengar ucapan Dave Keisya berbalik arah menuju sofa seraya menghapus air matanya.
Drttt drttt dering ponsel Keisya berbunyi, dia meliha siapa yang tengah menghubunginya. Nama Raka muncul di layar ponselnya, Keisya hendak mengangkat telefon dari Raka tapi kalah cepat dengan Dave yang membanting Handphone Keisya hingga pecah pada layarnya. Sontak Keisya.
“ Dave!” teriak Keisya.
“ Kenapa?Apa kau mau bersama laki-laki itu, apa kau lebih nyaman bersamanya daripada bersamaku?” Dave mendekat menyentuh dagu Keisya dengan jemarinya.
“ Aku lebih nyaman dengan siapa itu bukan urusanmu, jadi biarkan aku pulang oke?”
“ Tidak bisa, kau akan menginap disini bersamaku!”
“ Tidak mau, aku ingin pulang.”
Apa yang terjadi padanya kenapa Dave bertingkah seperti ini.
Dave mulai merasa mabuk karena banyak minum diacara ulang tahun Andre, ditambah ia minum 2 gelas di apartemen. Suasana hati Dave sangat buruk. Dave tiba tiba memeluk erat Keisya. Dia mencium kening, pipi Keisya secara bergantian, lalu ******* bibir Keisya.
“ Lepaskan aku Dave!” Isak tangis Keisya pecah seraya mendorong Dave.
“ Menikahlah denganku Kei!” Dave kembali mendekat pada Keisya menarik Keisya dalam pelukannya.
" Sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu hiks hiks.” teriak Keisya sesenggukan.
Apa dia lebih memilih menikah dengan si Raka itu. Aku sangat marah sekarang, ingin sekali ku habisi si Raka itu.
" Dari awal kau milikku, selamanya hanya bisa menjadi milikku!” ucap Dave semakin merekatkan pelukannya pada Keisya, Dave menyentuh bibir Keisya dan ***** bibir Keisya lagi.
" Kau Pria brengsek!! Jangan sentuh.” Keisya meronta ronta mencoba melepaskan diri dari pelukan Dave.
Kau iblis yang pernah kutemui Dave.
“ Kenapa, apa menurutmu aku iblis?”
Apa??dia bahkan bisa membaca pikiranku.
“ Menurutlah, hari ini aku tidak akan melepaskan mu.”
Dave menggendong Keisya ke dalam kamarnya, kemudian melempar Keisya ke atas ranjang. Dave menindih tubuh Keisya, mencium bibir Keisya, kemudian turun mencium tengkuk leher Keisya sampai meninggalkan bekas merah. Keisya yang sedari tadi meronta dan menangis sesenggukan hampir kelelahan. Tangan Dave mulai nakal menggerayangi dada Keisya.
“ Kumohon jangan begini Dave, lepaskan aku hiks hiks!”
“ Diamlah!! Kau bahkan berpelukan dan bermalam dengan pria lain.”
Kapan aku bermalam dengan seorang pria??Apa dia melihat saat Raka memeluku waktu itu?Dia bahkan sedang bermesraan dengan perempuan itu.
“ Apa maksudmu aku tidak pernah bermalam dengan pria manapun.”
“ Jangan berbohong aku melihat semuanya, kau berpelukan dengannya dan bermalam dengannya. Apa yang kalian lalukan, apa kau melakukan itu?”
Dave tidak bisa menahan kemarahannya lagi, mengingat laporan dari Leo semakin membuat Dave geram.
“ Dengarkan aku Dave, kau salah paham. Tidak seperti yang kau fikirkan. Kumohon lepaskan aku, aku akan jelaskan semuanya!”
Lepaskan aku Dave, aku bahkan masih murni, apa yang kau pikir aku lakukan dengan Raka, kau benar-benar bodoh.
“ DIAM!”
Dave tidak menghiraukan Keisya, dia semakin nakal menggerayangi tubuh Keisya. Tangan Dave bermain pada bagian dada Keisya, lalu semakin turun ke bawah. Keisya sudah kehabisan tenaga tidak bisa berontak lagi, air mata mengalir deras di pipi Keisya. Dave sudah tidak bisa mengendalikan hasratnya lagi, dia melepaskan pakaian Keisya dan pakaiannya , malam panjang terjadi dengan isak tangis dan desahan dari Keisya. Terdengar Keisya merintih kesakitan. Hingga akhirnya Dave puas melepaskan hasratnya, mereka pun terlelap dalam tidur.
Pukul 04:00 dini hari Dave terbangun, ia memandangi perempuan disebelahnya yang tengah terlelap dalam balutan selimuti tanpa sehelai pakaian.
Apa yang tadi kulakukan, aku bahkan mengambil kesucianmu, aku tidak tau kamu masih murni. Maafkan aku Keisya, aku akan bertanggung jawab.
Dave mencium lembut kening Keisya, memejamkan matanya dan terlelap kembali.
Keesokan paginya Keisya bangun merasakan ada yang perih pada bagian bawah tubuhnya, ia membuka mata menatap Dave yang masih terlelap di sampingnya, Keisya menatap Dave dengan mata berkaca-kaca.
Bagaimana bisa kamu melakukan sesuai ini kepadaku Dave.
Air mata mulai menetes di pipinya, Keisya bangkit memegang selimut menutupi tubuhnya menuju lemari pakaian Dave, karena baju semalam sedikit rusak jadi Keisya mengambil kemeja putih milik Dave untuk ia kenakan. Keisya mengambil tas dan berniat meninggalkan apartemen Dave tapi percuma di depan pintu dia dihadang oleh pengawal yang tidak mengizinkan Keisya pergi tanpa perintah dari Dave. Dia mondar mandir di ruang tamu memikirkan cara untuk keluar.
Aku bahkan tidak bisa menghubungi siapapun. Aku harus keluar dari sini, Handphone ku hancur.
“ Selamat pagi!” Dave memeluk Keisya dari belangkang, dia langsung mencium pipi kiri Keisya, “Apa kamu berusaha melarikan diri?”
Dia tau apa yang kurencanakan.
“ Lepaskan aku!” Keisya melepaskan pelukan Dave, menatap tajam ke arah Dave, “ Apa kau tau apa yang kau lalukan padaku semalam?hah?!” Teriak Keisya memukul dada bidang Dave, “ Apa kau tau, kau telah menghancurkan hidupku?Apa kau tidak berfikir betapa aku sangat menjaga kesucianku sampai saat ini, tapi kau hancurkan begitu saja!Apa kau masih waras?Kenapa aku bisa bertemu dengan iblis sepertimu?Aku sangat membencimu Dave!”
“ Tenanglah Kei!Dengarkan aku dulu.”
“ Apa lagi yang harus aku dengarkan, kau mengira aku bermain dengan Raka bukan?Aku tak semurahan itu Dave, aku hanya tidak sengaja bertemu dengan Raka.”
“ Aku tau maafkan aku, maafkan aku.”
“ Maaf??Apa maafmu bisa merubah segalanya, apa maafmu bisa mengubah keadaan seperti semula?hah?”
“Bertanggung jawab?? Hahaha, bagaimana caramu bertanggung jawab?”
“ Aku akan menikahimu!”
“ Siapa yang mau menikah denganmu?Aku tidak mau. Aku tidak mau, aku tidak mau berbagi dengan wanita lain!!”
“ Apa maksudmu berbagi?”
“ Wanita itu yang bermesraan denganmu, wanita yang bergelanyut manja padamu, wanita yang menciummu di hotel waktu itu, aku tau semuanya!”
Wanita di hotel?Siapa ?Aku bahkan lupa
Dave diam mencoba mengingat siapa wanita yang dimaksud Keisya, ia teringat pada Lusi karena hanya Lusi wanita yang berani manja pada Dave ditempat umum. Dave tertawa melihat Keisya yang masih berapi-api.
“ Apa karena itu kau memblokir nomorku?” Dave menarik tangan Keisya pada pelukannya.
Sialan. Kenapa pelukan Dave terasa hangat dan nyaman.
Keisya berontak ingin melepaskan diri dari pelukan Dave.
“ Biarkan aku memelukmu sebentar, dengarkan aku perempuan itu namanya Lusi, dia adalah teman sekolahku dulu, aku tidak janjian dengannya, Paman Lusi adalah klien bisnisku kita sedang membicarakan bisnis, saat itu Lusi menemani pamannya. Tidak ada yang spesial.” begitulah Dave menjelaskan pada Keisya.
Jadi aku salah paham.
“ Benarkah?” Keisya mendongak ke atas melihat wajah Dave.
“ Apa kau cemburu?”
“ Tidak!siapa yang cemburu.” ucap Keisya membenamkan wajahnya pada dada bidang Dave.
“ Uh, kamu sungguh menggemaskan saat sedang cemburu.” Dave mempererat pelukannya pada Keisya, “ Jadilah Istriku Kei!.” ucap Dave mencium kening Keisya.
“ Apa kau mencintaiku?”
“ Aku akan belajar mencintaimu, biarkan aku bertanggung jawab padamu Keisya.”
“ Apa kau serius?”
“ Aku sangat serius!”
Dave melepaskan pelukannya pada Keisya dan menatap lembut Keisya, “ Apa kau mau menjadi istriku?” Tanya Dave lagi, yang hanya dijawab dengan anggukan dari Keisya pertanda ia setuju dengan Dave.
aaaaa aku pasti tidak sadar, aku akan menikah, apa aku mimpi. Gumam Keisya
“ Dave, aku harus bekerja.”
“ Mandilah, aku akan menyuruh Leo menyiapkan bajumu.”
Keisya mengangguk, lalu berjalan menuju kamar Mandi. Dengan langkah yang berat.
Aku harus segera menyelesaikan hubunganku dengan Lusi, jangan sampai Keisya salah paham lagi.
Tok Tok . . .
“ Masuk!”
Leo masuk dengan membawa tas berisi baju ganti Keisya, “ Ini baju ganti untuk Nona Keisya, Tuan.”
“ Hemm.”
“ Kalo begitu saya permisi Tuan.”
“ Tunggu sebentar, tolong kamu selidiki latar belakang Raka sedetail mungkin, jangan lewatkan informasi sekecil apapun!”
“ Baik, Tuan.”
Beberapa saat kemudian Keisya selesai mandi dan mengganti pakaiannya, sementara Dave terlihat sudah rapi dengan Jasnya, Dave sudah mandi di kamar tamu.
“ Kamu sudah selesai, duduklah!”
“ Dave, apa kau tau dimana ponselku?”
“ Ini adalah ponsel barumu, semua data dan kontakmu sudah di pindah kesini.” Dave menyerahkan handphone baru pada Keisya.
“ Tapi ...”
“ Tidak ada tapi, mulai sekarang kau adalah tanggung jawabku, Kamu dan Manda akan tinggal bersamaku di Villa luxury,Pak Moo yang akan mengurus kepindahanmu, kan dan Manda langsung pindah saja tidak perlu bawa apa-apa.”
“ Maaf, Aku tidak bisa Dave.”
“ Ada apa denganmu Keisya, bukankah tadi kita sudah sepakat untuk menikah?”
“ Tapi aku harus bicara pada Manda dulu, pada orangtua ku, aku tidak bisa menikah begitu saja.”
“ Tentang itu kamu tidak perlu khawatir, aku akan bicara dengan Manda. Dan untuk orang tuamu tunggulah aku menyelesaikan masalah Perusahaanku di kota Yalong, kita akan menemuinya.” Dave mengusap rambut Keisya.
“ Baiklah, aku akan pindah setelah kita menikah.”
“ Ok, Terserah kamu saja.”
Bersambung..
.
.
.
.
***Next Chapter
“ Apa Kak Dave serius?” Tanya Manda dengan tatapan tajam.
“ Serius, aku akan menikah dengan kakakmu. Apa kau mengizinkan Manda?”