
“Iyaa, dia siapa?” Tanya Keisya tidak sabaran.
“Dia putriku Kei, maafkan aku.” Lirih Dave menunduk di hadapan Keisya.
“Aku pernah punya tunangan 5 tahun yang lalu, kami berpisah karena suatu hal dan ternyata saat berpisah dia sudah mengandung.” Dave menambahkan jawabannya.
Airmata Keisya mulai menggenang di pelupuk matanya. “Aku mengerti.” Ucap Keisya dengan tenang. Keisya tidak mau menunjukkan betapa terlukanya dia dihadapan Dave.
Dave mencoba meraih tangan Keisya, namun Keisya menampik tangan Dave. Keisya masih saja membuang muka tidak mau menatap Dave. Keisya tahu Dave sama terlukanya dengan Keisya. “Keluarlah, Dave!!Aku mau sendiri.” Perintah Keisya pada Dave.
Dave sangat enggan untuk meninggalkan Keisya saat ini. Tapi, ia tau jika Dave tidak pergi Keisya akan lebih terluka. Dengan berat Dave melangkahkan kakinya meninggalkan kamar tamu. “Istirahatlah,”
Saat Dave berjalan keluar, Keisya mengarahkan pandangannya pada punggung Dave yang lalu tidak kelihatan saat Dave menutup pintu kamar. Seketika itu pula tangis Keisya pecah, air mata yang dulunya menggenang kini meluap di wajah Keisya. Keisya menangis sesenggukan, dia menutup mulutnya dengan kedua tangan agar tidak ada yang mendengar jika saat ini dia sedang menangis. Tapi Keisya salah, di balik pintu kamar Dave terduduk lemah bersandar pintu. Meskipun Keisya menutup mulutnya dengan kedua tangan, tapi sesenggukan Keisya masih bisa terdengar jelas oleh Dave yang berada di balik pintu.
Maaf, maafkan aku sayang. Dave merasa terluka, dadanya terasa sangat sesak mendengar suara sesenggukan Keisya. Dave masih ingat betul bagaimana dia berjanji akan menjaga Keisya saat menjemput keisya dari tempat bibi Lana. Tapi, kenyataanya Dave membuat Keisya terluka lagi.
Apa yang harus aku lakukan Kei?Setidaknya jika ingin menangis, menangislah di pelukanku, kenapa kau menahannya sendiri?
Lagi-lagi Dave mengutuk dirinya sendiri, dia menyesali perbuatannya di masalalu.
Alex masih berjaga di depan pintu kamar Keisya, dia juga melihat bagaimana tuannya yang terlihat kacau duduk berdandan pintu. Sekitar 1 jam lebih Dave mendengarkan Keisya sesenggukan di balik pintu, sampai akhirnya Dave beranjak dari duduknya karena mendapat pesan dari Raisa. Dave meninggalakn Keisya dengan penjagaan yang ketat, Dave takut Keisya akan kabur.
Hari berikutnya Stevi sudah kembali karena pesan dari Dave. Stevi nampak berjaga bersama Alex di depan pintu kamar yang Keisya tempati. Sudah dari semalam Keisya tidak keluar kamar, bahkan untuk sarapan pun Keisya meminta pak Mo untuk mengatarnya.
***
“Dave, bagaimana dengan istrimu?Apa dia marah?”
Dave yang baru saja sampai di apartemen Raisa langsung duduk di sofa diikuti oleh Raisa yang duduk di sebelahnya. “Dimana Vara?”
“Dia masih tidur, kau belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana Istrimu?” Tanya Raisa, terlihat sekali wajah penasaran Raisa.
“Dia marah, dia bahkan sama sekali tidak mau bertemu denganku.” Jawab Dave. Dave beranjak meninggalkan Raisa menuju kamar dimana Vara masih terlelap. Bocah kecil mungil itu masih tidur di balik selimut. Dave mengusap lembut rambut bocah kecil itu, diam-diam Raisa memperhatikannya. Raisa senang melihat perhatian Dave pada putrinya.
Drttt... Ponsel Dave bergetar ada satu pesan masuk.
[ Tuan, nyonya muda mencari anda. ] Stevi.
Dave membaca pesan dari Stevi, dengan cepat Dave berdiri melangkah keluar dari kamar Vara.
“Dave, kamu mau kemana?” Tanya Raisa melihat Dave yang berjalan ke arah pintu. Raisa kala itu sedang memasak di dapur.
“Aku harus pulang, Keisya mencariku!” Jawab Dave terburu-buru meninggalkan apartemen Raisa.
“Keisya lagi, Keisya lagi!” Raisa merasa marah Dave belum lama sampai di apartemennya bahkan belum sempat bermain dengan Vara tapi harus pergi karena Keisya.
Prank..prank.. Raisa membanting sembarang peralatan dapur yang ada di dekatnya.
“Mami?” Kata Bocah mungil yang baru saja terbangun karena mendengar suara gaduh dari dari barang-barang yang Raisa lempar. “Mami, kenapa marah-marah lagi?” Tanya Vara polos.
“Tidak, sayang. Mami tidak marah, Mami tidak sengaja menjatuhkan barang-barang ini.” Raisa lalu menggendong Vara membawa Vara kembali ke kamar dan memandikan Vara.
***
Mobil pribadi Dave memasuki area Villa luxury, dengan cepat Dave memarkirkan mobilnya. Dave masuk ke dalam rumah dengan berlari.
Dave hanya mengangguk. “Sayang, bolehkah aku masuk?” Tanya Dave seraya mengetuk pintu kamar Keisya.
“Ya.” Jawab Keisya datar.
Meskipun jawaban Keisya hanya datar, tapi Dave sudah merasa senang Keisya mau bertemu dengannya. Dave menghampiri Keisya yang duduk bersandar di ranjang, ia langsung duduk di kursi sebelah ranjang Keisya.
“Stevi bilang kau mencariku, apa kau sudah tidak marah?” Tanya Dave sedikit berhati-hati.
“Apa kau tadi menemuinya?” Bukan menjawab, Keisya menanyakan hal lain pada Dave.
Dave terlihat gugup saat akan menjawab pertanyaan Keisya. “Maaf, aku tadi menemuinya.” Jawab Dave. Dave tidak mau lagi berbohong pada Keisya.
“Tidak perlu minta maaf, lagipula kau memamg ayahnya. Sudah sepantasnya seorang ayah menemui putrinya, lalu bagimana dengan ibunya?”
“Aku tidak ada hubungan apapun dengan ibunya. Tolong percayalah padaku, Kei. Aku hanya kesana demi Vara.”
“Baiklah.” Entah mengapa Keisya merasa sangat berat saat mengucapkan kata itu.
Dave memberanikan diri untuk menyentuh tangan Keisya. “Apa kau tidak marah lagi?”
Sebenarnya Keisya masih marah, tapi dia tidak mau memperpanjang masalah. Nasi sudah menjadi bubur begitu pikirnya, marah pun tidak akan mengubah keadaan. Keisya juga merasa kasian pada Vara, Vara memang butuh kasih sayang dari ayahnya. Keisya akan mencoba Legowo dan menerima Vara, tapi hanya Vara saja. Jika Raisa juga ingin mendapat kasih sayang dari Dave, maka itu akan menjadi hal yang berbeda.
“Aku tidak marah, kau bisa tetap menemui Vara.” Ucap Keisya, dia memberi Dave senyuman tulus apa Keisya Louis.
“Tapi aku tidak suka kau bersama mantanmu, apa tidak bisa Vara saja yang kesini?aku tidak keberatan Vara tinggal sini.” Ucapnya lagi pada Dave.
Dave terperanjak tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. “Kau serius sayang?Aku bisa membawa Vara kesini?”
“Yaa.” Jawab Keisya singkat padat dan jelas.
Setelah percakapan itu, hubungan Dave dan Keisya kembali membaik. Tapi Dave masih tidak mengizinkan Keisya keluar rumah. Dave masih takut keisya akan melarikan diri.
Dua hari berlalu, Keisya merasa bosan dirumah. Dia ingin sekali menghirup udara luar.
Drttt... pesan masuk yang langsung di buka oleh Keisya.
[ Kau yakin suamimu hanya milikmu sendiri? ] Begitulah isi pesan yang masuk di ponsel Keisya. Yang disusul oleh foto mesra Dave sedang menggendong anak perempuan, satu tangan Dave menggendong anak perempuan dan satu tangan nya yang lain melingkar di seornag wanita yang bersender di dadanya. Satu foto lagi menyusul, kali ini foto Dave sedang di cium oleh perempuan dan anak kecil secara bersamaan.
.
.
.
Bersambung ...
Netizen: Thor kenapa sih Dave jahat banged?
Author: Kenapa yaa?Author juga nggak tau kenapa Dave gitu..
Netizen: Thor Dave kok ****** sih?
Author: Dia nggak minum susu kecerdasan soalnya waktu kecil..