
Guys yang udah mampir kasih like dan rate yaa, Terimakasih ..
Keesokan paginya Manda memilih tidak masuk kuliah, begitu juga dengan Sasya. Mereka menjaga Butik berdua.
“ Kak Dave berencana menjemput Kak Keisya!” ucap Sasya.
“ Dari mana kau tau ?”
“ Juan yang mengatakan padaku, Kak David juga menghubungiku. Apa kamu akan memaafkan Kak Dave?”
“ Aku tidak menyalahkanya, aku hanya sedikit kesal. Bagaimanapun jika Kak Keisya bisa menerima Kak Dave, aku pun begitu.”
“ Menurutmu, apa Kak Dave akan berhasil membujuk Kak Keisya?”
“ Entahlah, dengan kemampuan Kak Dave aku rasa hanya masalah waktu bagi kak Keisya untuk memaafkannya!”
“ Syukurlah, aku berharap begitu.”
Manda mengeluarkan ponselnya, mengirim pesan kepada Dave.
✉️Manda: ingat untuk membawa pulang kakakku, jangan kecewakan aku lagi!!😡
✉️Dave: Percayakan semua pada kakak iparmu ini.
Manda tersenyum melihat balasan dari Dave, bagaimanapun Manda sangat atau Keisya sudah mencintai Dave.
***Desa Foster***
“ Tuan apa anda bisa melihatnya?” Tanya Alex yang menyadari beberapa gerakan pengawal bayangan.
“ Hemm, biar Juan yang menyelesaikan!” jawab Dave.
Dan benar saja Han, asisten Juan turun dari mobil, dana seketika para pengawal bayangan pun menghilang. Kali ini Dave ditemani Alex, karena Leo ditugaskan untuk mengurus perusahaan. Mereka sampai di rumah bibi Lana.
Tok tok...
“ Bibi ini Juan!!” teriak Juan menggedor pintu.
“ Juan?Ataga Juan kecil kau sudah tumbuh menjadi seorang lelaki!” ucap Bibi memeluk Juan, Bibi Lana memang keluarga dari Sisi tapi juga sahabat dari Ibu Keisya.
“ Apa kakak disini Bi?” Tanya Juan.
“ Yaa, kakakmu sedang pergi ke peternakan menghirup udara segar. Lalu siapa Pria disampingmu ini?” tanya bibi melihat Dave.
“ Bibi perkenalkan ini Dave, suami Kak Keisya!”
Dave kemudian memperkenalkan diri, bibi Lana tidak tau masalah antara Dave dan Keisya, yang dia tau Keisya hanya sedang sakit dan ingin berlibur sementara di rumah bibi Lana.
“ Masuklah nak!Bibi tidak tau Keisya sudah menikah. Bibi kira dia sedang putus cinta, semalam menangis tanpa henti.”
“ Itu karena kakak sangat merindukan suaminya.” Ucap Juan.
Adik ipar yang satu ini tidak buruk. Gumam Dave.
“ Bibi apa saya bisa menemui Keisya?”
“ Tentu saja, pergilah temui istrimu, dia akan sangat senang.” Bibi Lana menjelaskan rute arah peternakan, Dave pergi sendiri menemui Keisya.
Keisya terlihat sangat senang menikmati hamparan hijau dan hewan ternak, Dave memperhatikan Keisya dari jauh. Ada rasa takut tersendiri saat dia ingin menghampiri Keisya.
Dave tidak bisa menunda lagi, dia menghampiri Keisya.
“ Keisya!”
Keisya menoleh dan tidak percaya dengan apa dilihatnya, “ Dave..?” Keisya berbalik arah ingin berlari, seketika Dave menarik tangan Keisya.
“ Jangan lari!” ucap Dave pada Keisya yang membelakanginya.
Aku ingin sekali memeluk perempuan ini. Dave mengatur nafasnya.
“ Maafkan aku.” ucap Dave lembut.
“ Apa salahmu?Kau tidak perlu minta maaf.” ucap Keisya tidak mau membalikkan badanya.
“ Maafkan aku membuatmu terluka, aku tidak ada saat kamu di posisi sulit, saat kamu kehilangan anak kita. Maafkan aku!”
Dave manarik tubuh Keisya, sekarang mereka saling berhadapan. “ Aku tidak akan pernah bercerai denganmu, aku sudah merobek surat cerainya, jangan pernah sekalipun mengucapkan kata cerai!” Tegas Dave.
“ Apa pedulimu?Aku bahkan kehilangan anakku karena kekasihmu!” akhirnya Keisya buka suara menyalahkan Dave.
“ Maafkan aku!”
“ Maaf?Maaf? Kamu bisa berkata maaf lalu bagaimana denganku, bagaimana dengan bayiku? Dia masih sangat kecil di disini, tidak sempat terlahir, apa kau tahu bagaimana perasaanku?kau tidak tau?!”Teriak Keisya seraya mengelus perutnya, air mata sudah tidak bisa dibendung lagi, mengalir deras di pipi Keisya.
“ Maafkan aku, maafkan aku!” Dave menarik Keisya ke dalam pelukannya, ia meronta memukul dada Dave.
“ Aku kehilangan anakku Dave, anakku huhuhu.” Keisya menangis dengan keras di pelukan Dave.
“ Anak kita, aku juga kehilangan anakku atas kecerobohanku. Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku akan menebus kesalahanku, beri aku kesempatan!” Dave memeluk Keisya mencium kening Keisya lalu memeluknya lagi.
“ Tidak mau!aku tidak mau memberimu kesempatan.” Keisya melepaskan pelukan Dave berlari meninggalkannya.
“ Keisya, Aku mencintaimu!” ucap Dave membuat langkah Keisya tertahan.
Aku juga mencintaimu Dave, sangat mencintaimu tapi ini sudah terlambat. Keisya kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertahan. Dia kembali ke rumah bibi Lana.
“ Juan?”
“ Kakak!”Juan berlari memeluk Keisya “ Dimana kakak ipar?” tanya Juan.
“ Maksudmu?”
“ Kak Dave, dimana dia?Tadi dia menyusul mu.”
“ Kau sudah tau?” Tanya Keisya, “ Darimana kau tau dia kakak iparmu?”
“ Ceritannga panjang.” Juan menceritakan pada Keisya kejadian di Club, dia juga memberi tahu Keisya bahwa Lusi menjadi tahanan bawah tanah Dave. “ Kak aku turut bersedih untuk kehilangan keponakanku, tapi Kakak harus berfikir ulang untuk memaafkan kak Dave, bagaimanapun dia peduli pada Kakak.”
Cerita Juan yang sedikit dilebih-lebihkan pada bagian Dave mampu meluluhkan hati Keisya. Keisya tidak menanggapi perkataan Juan, dia lebih memilih diam.
“ Apa kakak akan ikut pulang??” tanya Juan.
“ Tidak, aku masih ingin tinggal beberapa hari..” jawab Keisya.
“ Aku juga akan tinggal untuk beberapa hari!” ucap Dave yang baru saja sampai di depan.
“ Siapa yang mengizinkan mu?” Ketus Keisya.
“ Jika istriku tidak pulang aku juga tidak akan pulang!” ucap Dave datar.
“ Baiklah, maka aku akan kembali lebih dulu.” ucap Juan.
“ Tolong jaga Manda selama kita disini!” tegas Dave, sebenarnya Dave hanya ingin memancing Keisya agar pulang, Dave tau Keisya tidak akan tega meninggalkan Manda sendirian dalam waktu lama.
Mendengar kata Manda Keisya diam untuk berfikir. “ Aku akan pulang denganmu!” ucap Keisya. Dia kepikiran Manda, apalagi Manda sudah membuat keributan dengan Lusi. Keisya takut hal buruk bisa saja terjadi pada Manda.
“ Itu bagus kak, ayo aku akan membantu kakak berkemas!” Juan mengedipkan matanya pada Dave, dan memberikan jempol. Dave bisa membujuk Keisya dalam waktu singkat.
Setelah itu mereka berpamitan pada bibi Lana, awalnya Keisya ingin satu mobil dengan Juan, tapi Juan beralasan tidak bisa memberi Keisya tumpang, karena ada urusan mendadak dan haru cepat pulang.
“ Aku hanya bisa membantumu sampai sini Kak!” bisik Juan pada Dave.
Dave mengemudikan mobil sendiri, karena dia mau berdua dengan Keisya saja. Leo ikut mobil pengawal di depan Dave. Sepanjang perjalanan sangat tenang, Keisya tidak mau berbicara pada Dave, sesekali Dave melirik Keisya yang ternyata sudah terlelap. Dave membawa Keisya ke Villa luxury, saat sampai di Villa Keisya belum bangun. Dave tidak tega untuk membangunkannya.
“ Maafkan aku sayang.” ucap Dave dihadapan Keisya, dia berjongkok didepan Keisya, menatapnya dalam waktu yang lama.
Mulai hari ini aku akan mencintaimu dengan cara yang benar. Dave mengangkat tubuh Keisya dalam gendongan, membawa Keisya masuk ke dalam Kamar.
“ Selamat datang kembali Tuan Muda dan Nyonya Muda.” ucapPak Moo.
“ Hemm.”
Bersambung...
***Next ***
📞 Raka
Panggilan masuk di handphone Keisya dari Raka.