My Dave

My Dave
Keisya baru turun dari kamarnya bersama Dave.



Keisya baru turun dari kamarnya bersama Dave.


“Pak kemana Manda dan Sasya?” Tanya Keisya pada pak Mo. Pak Mo baru saja membersihkan ruang keluarga.


“Nona Manda dan nona Sasya pergi bersama Tuan muda Juan dan James, Nyonya. Kalau tidak salah dengar sepertinya mereka akan ke taman bermain.” Jawab pak Mo.


“Baiklah.”


Pak Mo kembali ke ruang belakang. Sementara Keisya dan Dave nyantai di ruang keluarga.


“Lihat Dave!” Keisya menunjuk perutnya.


Dave melihat perut Keisya berkedut dan kagum. “Boy sungguh aktif sayang.”


Dave mendekatkan kepalanya pada perut Keisya dan berbisik. “Boy, apa kau sudah tidak sabar ingin melihat dunia?”


Lalu ada gerakan lagi di perut Keisya seakan boy merespons pertanyaan Dave. “Hei kau menjawabku, boy Daddy sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu.”


“Sabar ya Daddy.” Ucap Keisya cedal menirukan gaya anak kecil.


“Sayang, aku tidak sabar lagi.” Dave terus-terusan menciumi perut Keisya yang sudah sedikit membuncit.


Begitu pun Keisya, perempuan itu mengelus lembut rambut kepala suaminya. “Apa kau sudah menyiapkan nama untuk putra kita?”


“Belum, aku sudah memiliki beberapa nama tapi masih ku pertimbangkan.” Jawab Dave.


“Baiklah. Kita bisa memikirnya pelan-pelan.”


Keisya merasa lapar, ia hendak bangkit dari duduknya tapi di tahan oleh tangan Dave. “Mau kemana?”


“Aku lapar sayang, mau ke dapur ambil beberapa camilan.”


Dave pun bangkit dari duduknya, menyentuh kedua bahu Keisya menuntun perempuan itu agar kembali duduk. “Aku akan mengambilnya untukmu.”


Dave langsung berjalan ke dapur.


Dalam hatinya Keisya merasa sangat senang. Perhatian-perhatian kecil dari Dave adalah kebahagiaan baginya.


Tidak butuh waktu lama Dave kembali dengan orange jus dan camilan.


“Sayang, wanita hamil harus banyak makan buah, jadi aku khusus secara pribadi menyajikan buah sebagai camilanmu.” Ucap Dave menyerahkan piring berisi irisan berbagai macam buah-buahan yang tentunya bagus untuk ibu hamil.


“Terimakasih suamiku.” Jawab Keisya.


Dave kembali duduk di sebelah Keisya, ia mengambil remote televisi dan menyalakan televisi. Dave menonton berita tentang pasar saham dengan sangat serius.


“Dave?”


“Iya, sayang. Kenapa?” Jawab Dave tidak menoleh pada Keisya, Dave masih fokus menonton televisi.


“Dari mana kau tau Farhan yang membawaku?”


Dave pun menoleh kepada Keisya begitu mendengar kata Farhan dari mulut istrinya. “Aku tidak suka kau menyebut namanya.”


“Maaf, aku hanya penasaran bagiamana kau bisa menemukanku?”


“Apa kau ingat kau pernah menghubungi Manda?” Tanya Dave dan Keisya mengangguk.


Keisya dan Dave pun mulai saling bercerita, Dave juga menceritakan bagaimana ia berhasil menemukan keberadaan Keisya.


Flashback oN


Keisya menangis seharian dan tidak mau keluar kamar bahkan mogok makan. Semua pelayan bingung harus bagaimana lagi membujuk Keisya untuk makan. Kala itu Farhan sedang tidak di Villa, dan Farhan mengancam akan membunuh semua pelayan jika tidak bisa membujuk Keisya untuk makan.


Para pelayan yang merasa nyawanya terancam pun memikirkan banyak cara untuk membujuk Keisya. Akhirnya Keisya membuat kesepakatan dengan salah satu pelayan, Keisya mau makan asalkan pelayan itu meminjamkan ponselnya pada Keisya.


Sang pelayan itu pun bingung harus berbuat apa. Sementara semua pelayan sudah di beritahu dilarang meminjamkan alat komunikasi apapun kepada Keisya.


Tapi pelayan itu tidak punya pilihan lain, nyawanya lebih penting saat ini. “Tapi nona Keisya harus janji tidak memberi tahu tuan Farhan tentang kesempatan ini.”


“Baik, saya janji. Anda tenang saja di kamar ini tidak ada CCTV.” Kata Keisya berusaha menenangkan pelayan yang sedang ketakutan dan bimbang.


Pelayan itu terlihat celingukan melihat sekeliling kamar, sesuai apa yang dikatakan Keisya kamar itu tidak ada CCTV nya.


Setelah mendapat ponsel dari pelayan, Keisya segera menghubungi Manda. Ia khawatir Manda akan kebingungan jika Keisya tidak mengabarinya. Apalagi yang Keisya tau Manda masih di Inggris.


📲 Keisya: Manda bagaimana kabarmu di sana?Apa sekolahmu disana menyenangkan?Bagaimana kabar kakek?


Setelah selesai mengetik Keisya langsung menekan tombol send. Cukup lama Keisya menunggu balasan dari Manda.


📲 Manda: Kabarku dan kakek baik kak. Kakak bagaimana?Apa calon keponakanku baik-baik saja. Isi balasan pesan dari Manda.


Keisya pun kembali membalas pesan dari Manda.


Tanpa menunggu balasan dari Manda, Keisya mengembalikan ponsel itu pada pelayan. Ia sudah merasa lega karena Manda baik-baik saja.


Keisya sengaja tidak memberitahu Manda bahwa dirinya sedang menjadi tahanan rumah Farhan. Baginya Manda tidak perlu tahu.


“Terimakasih.” Ucap Keisya pada pelayan itu. Setelahnya pelayan itu menyembunyikan ponselnya di dalam rok.


Dan Keisya pun makan dengan lahap. Keisya memang tidak pernah berniat mogok makan. Semua itu ia lakukan demi bisa menghubungi keluarganya.


Di Villa luxury..


Manda langsung berlari ke bawah mencari Dave. Ternyata Dave tidak dirumah. Manda pun langsung meminta Stevi untuk menemaninya mencari Dave.


Stevi menghubungi Alex menanyakan keberadaan mereka. Alex memberitahu mereka jika sedang berada di markas King.


Dengan cepat Manda dan Stevi menyusul Dave di markas King. Saat sampai di markas King Manda begitu takjub melihat kakak iparnya sedang memberi arahan kepada beberapa anggota King. Arahan itu berisi rencana perluasan pencarian Keisya.


“Manda?Kenapa kau kemari?” Tanya Dave begitu menyadari kehadiran adik iparnya.


“Kak, kak Keisya menghubungiku.” Manda pun menyerahkan ponselnya pada Dave. Dave membaca percakapan Keisya dan Manda.


“Alex!”


“Ya, Tuan.”


“Lacak lokasi Keisya lewat ini.” Dave menyerahkan ponsel Manda pada Alex.


Dave dan Alex langsung menuju ke salah satu ruangan yang berisi banyak monitor. Salah satu anak buah Dave tengah sibuk mengetik dan munculan tulisan tulisan di monitor itu. Lalu muncul juga semacam peta dan satu titik merah di peta itu. Titik merah itu diyakini adalah lokasi dimana Keisya mengirim pesan pada Manda.


“Lebih detail lagi!” Ucap Alex pada bawahanya. Setelah mengetahui lokasi itu, anak buah Alex langsung mencari tahu lokasi apa itu dan milik siapa.


“Tuan disana ada kastil di pinggir pantai yang di kelilingi pagar tinggi. Untuk sampai kesana butuh helikopter, dan kepemilikannya..” Alex menghentikan ucapannya.


“Siapa pemiliknya?” Tanya Dave dan Manda serentak.


“Tuan Farhan Atmawinanda.” Ucap Alex ragu.


“Farhan.” Dave mengepalkan kedua tanganya, lagi-lagi Farhan yang mengusik keluarganya.


“Siapa Farhan, Kak?”


“Manda, kakak akan jelaskan lain kali. Sekarang kau pulanglah. Kakak akan segera menjemput Kakakmu. Selama kakak tidak ada kau jangan keluar dari Villa, dan minta James atau Juan untuk menemani mu di Villa. Apa kau mengerti?” Tanya Dave serius.


Manda pun mengangguk. Manda langsung pamit pulang ke Villa bersama Stevi dan pengawalnya.


“Persiapkan Alex!Malam ini kita jemput istriku!”


“Baik, Tuan.”


Flash back Off


.


.


.


Bersambung..


Promo “Bekasi Istri Yang Kaya”


Sinopsi


WARNING 21+ sesuaikan usia baca kalian.


Sebuah cerita perjuangan hidup Ayu, seorang gadis yang rela mempertaruhkan mimpinya demi membiayai pengobatan Ayahnya.


Ayu harus rela dinikahi oleh Raka yang saat itu tengah membutuhkan seorang istri. Pernikahan mereka terjadi karena saling membutuhkan, Ayu membutuhkan uang untuk biaya operasi Ayahnya, sedangkan Raka membutuhkan Istri yang penurut.


Apakah Ayu akan menemukan kebahagiaannya di atas pernikahan tanpa cinta?Dan bagaimana Raka yang mulai menunjukan rasa cintanya pada Ayu.


Pengorbanan membawa mereka ke dalam perpisahan yang akhirnya menyadarkan betapa dalam cinta mereka..


***


..


Selamat berlibur 🥰


Author baperan..