
Temen-temen jangan lupa like dan rate yaa, syukur-syukur kasih Vote .
Keisya berangkat kerja dengan mengendarai mobilnya setelah mengantar Manda ke kampus. Dia masuk lift menuju lantai ruangannya, kemudian seperti biasa sibuk dengan tugas tugas kerjaan yang ada di meja.
Sekitar pukul 16:00 pekerjaan Keisya telah selesai dia bersiap untuk pulang.
“ Ayo turun bersama’l ajak Kak Rani pada Keisya.
“ Baik, Kak.”
Brak Saat keluar dari lift tidak sengaja Keisya menabrak seseorang.
“ Maaf Tuan, saya tidak sengaja.” Ucap Keisya berusaha berdiri, dibantu kak Rani, Keisya sempat terjatuh.
“ Tidak papa Nona.” balasnya pada Keisya.
“ Raka?” Ucap Keisya saat mengetahui orang yang ditabraknya adalah Raka.
“ Keisya?kamu kerja disini?” Tanyanya pada Keisya.
“ Ia, Apa yang kamu lakukan disini?”
“ Aku habis meeting dengan Ditektur Perusahaan ini.” jawab Raka, “ Apa kita bisa berbicara sebentar?” Tanya Raka melirik ke arah Kak Rani, Rani yang memahami keadaan kemudian pamit.
“ Aku duluan ya kei.” ucap Kak Rani
“ Baik kak, hati-hati di jalan.”
Setelah Kak Rani pergi Keisya menatap Raka yang sedari tadi memperhatikannya. “ Kita bicara di coffe shop depan kantor ku saja.”
“ Baiklah.” ucap Raka mengikuti Keisya yang berjalan menuju arah Coffe Shop.
Mereka memesan beberapa camilan dan minuman ringan yang tidak beralkohol.
“ Ada apa Raka??”
“ Kamu belum menjelaskan padaku, kenapa saat di pesta Andre kamu tiba-tiba menghilang?”
Astaga aku lupa, aku tidak mungkin bilang aku menghilang karena Dave.
“ Maaf aku lupa memberitahu mu, aku merasa pusing saat itu jadi pulang duluan.”
“ Tidak papa, aku sangat khawatir padamu saat itu, apalagi nomormu tidak aktif, aku tidak bisa menghubungimu.” Raka memandang Keisya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, “ Kei aku minta maaf!”
“ Minta maaf untuk apa?”
“ Maaf meninggalkan mu, maaf atas perlakuan orang tuaku padamu.”
“ Sudahlah, itu masa lalu. Aku sudah melupakannya.”
“ Apa kau bisa memberiku kesempatan, menebus kesalahanku di masa lalu?kali ini aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi!”
“ Maaf Raka semua sudah berubah, keadaan sekarang tidak sama lagi.”
“ Apa yang berubah, aku masih tetap Raka yang dulu, dan kamu masih tetap Keisya yang aku sayangi.”
Aku sudah menikah Raka, tentu saja hatiku juga sudah berubah.
“ Aku tidak bisa Raka, semua sudah berubah. Maaf lebih baik aku pergi sekarang.” Ucap Keisya seraya bangkit dari duduknya.
“ Aku masih mencintaimu Kei!” ucap Raka seraya menarik tangan Keisya .
“ Aku sudah tidak mencintai kamu Raka!” Keisya menoleh ke arah Raka yang masih menggenggam tangannya.
“ Tatap aku!Aku yakin kamu masih mencintaiku.” ucap Raka menarik bahu Keisya dengan kedua tangannya, kini mereka berhadapan.
“ Tidak Raka, aku bahkan sudah menikah!”
“ Tidak mungkin, aku tidak percaya.”
“ Kenyataanya memang aku sudah menikah Raka, dan aku sudah tidak mencintaimu lagi!” Keisya melepaskan tangan Raka dari bahunya.
“ Kamu berbohong, menikah apanya? Kamu bahkan tidak memakai cincin pernikahan!”
Deg deg ucapan Raka menyadarkanku, benar aku bahkan tidak mempunyai cincin pernikahan. Raut muka Keisya berubah menjadi sedih.
“ Terserah padamu percaya atau tidak.” Keisya mundur dari hadapan Raka “ Maaf aku harus pergi, kuharap kamu bisa memahami apa yang aku katakan, aku berdoa semoga kamu mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku, dan mencintai kamu.” ucapnya berlari meninggalkan Raka, saat Raka hendak mengejar Keisya dia ditabrak oleh seorang berpakaian seperti pengawal, dia bahkan sempat adu cek cok dengan lelaki itu selama beberapa saat sampai dia kehilangan jejak Keisya.
Keisya mengemudikan mobilnya dengan cepat keluar dari parkiran perusahaan, sesekali melirik kearah kaca spion, melihat apakah Raka mengejar atau tidak. Dia menuju apartemennya. Sampai di apartemen dia mendapati Manda tengah leyeh-leyeh di ruang tamu menikmati camilan.
“ Kakak sudah pulang?” ucap Manda.
“ Hei, kenapa mendadak?” Bukanya bangkit dari sofa Manda malah asyik memainkan ponselnya.
“ Cepat Manda, kakak tidak ada waktu. Nanti kakak jelaskan di jalan!” Bentak Keisya, mendengar bentakan dari Keisya Manda segera bangkit dari sofa menuju kamar.
Manda keluar dari kamarnya dengan satu koper dan tas ransel. “ Kak aku sudah siap.” ucap Manda menengok ke kamar Keisya.
“ Baiklah, ayo!!Kamu yang menyetir!” Keisya memberikan kunci mobilnya.
Dalam perjalanan menuju rumah Sisi, Keisya mengirim pesan pada Dave.
✉️Keisya: Aku dan Manda akan menginap di rumah Sisi selama beberapa hari.
Tapi tidak ada balasan dari Dave, bahkan pesan dari Keisya tidak di baca.
“ Apa ada masalah kak?”
“ Aku menghindari Raka, aku takut dia akan mencariku di apartemen.”
“ Apa kak Raka mengganggu kakak?”
“ Tidak, dia hanya mengatakan masih mencintaiku, aku sudah menolaknya bahkan aku mengatakan sudah menikah tapi dia tidak percaya, membuatku tidak nyaman,”
“ Hemm, Cinta yang rumit.”
“ Apa katamu?”
“ Cinta yang rumit kak, dulu saat kalian saling mencintai kak Raka diam saja, sekarang saat Kak Keisya telah bersama Kak Dave, Kak Raka malah menyatakan perasaannya. Bukankan itu cinta yang rumit.”
“ Manda, apa Raka akan menyerah setelah tau aku menikah?”
“ Kurasa tidak akan semudah itu, aku tau sifat kak Raka.”
Manda benar, Raka pasti tidak akan menyerah dengan mudah. Aku harus bicara lagi padanya nanti. Gumam Keisya.
“ Apa kak Dave tidak punya Rumah?” Tanya Manda.
“ Punya’l
“ Kenapa kita tidak pulang ke rumah Kak Dave saja, itu akan mempermudah kakak juga, jika Kak Raka tau kita tinggal dirumah Kak Dave pasti dia akan percaya Kakak sudah menikah. Dan kita tidak perlu merepotkan Kak Sisi.”
“ Masalahnya aku tidak ingat alamat rumah Dave?”
Apa aku tanya Leo dimana rumah Dave, tapi aku tidak enak.
“ Apa?? Kakak bahkan tidak tau dimana rumah kak Dave, tapi Kakak mau menikah dengan kak Dave, jangan-jangan kakak sama sekali tidak tau asal usul kak Dave.”
“ He.em,” Keisya mengangguk pelan.
“ Astaga kak,” Manda menepuk jidatnya karena heran dengan Keisya bisa bisanya menikah dengan lelaki yang tidak benar-benar dikenalnya.
Kak kak cinta boleh, bodoh jangan, Bagaimana kalau ternyata kak Dave seorang penipu.
“ Kakak yakin Dave orang yang baik!”
Yaya orang yang sedang jatuh cinta memang tidak mudah, bau busuk pun akan dianggap wangi.
Drt...drtt... pesan masuk dari nomor Dave.
✉️Dave: Maaf nyonya Tuan sedang bertemu dengan klien, saya yang memegang handphone Tuan. Apa ada yang perlu saya sampaikan pada Tuan, Nyonya?_leo
✉️Keisya: katakan padanya, aku akan menginap di rumah Sisi selama berberapa hari. Terimakasih, lalu aku tidak akan mengganggu lagi.
✉️Dave:Baik Nyonya, akan saya sampaikan.
Sampai dirumah Sisi, Manda langsung merebahkan dirinya di sofa. Sisi memandang Keisya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, bagaimana tidak sahabatnya itu membawa adiknya lengkap dengan dua koper seperti akan tinggal bersama sisi dalam waktu yang lama.
“ Apa ada masalah?” Tanya sisi.
“ Aku akan menginap disini beberapa hari, tentu saja dengan Manda!”
“ Aku senang kamu dan Manda menginap, tapi kamu belum menjawab pertanyaanku. Apa ada masalah?”
“ Sedikit.” ucap Keisya “ Ambilakn aku air!” perintah Keisya.
Sisi berjalan menuju dapur mengambil air, “ Ini Nyonya Wilson, apa ada hal lain lagi nyonya?” Ucapnya berlutut di depan Keisya yang tengah duduk di sofa.
Bersambung...