
“Ups maaf aku tidak sengaja membangunkan Kakak.” Ucap Manda yang sedang merasa kesakitan karena kakinya menendang kursi.
“Aku kira siap..” balas Keisya seraya menegakan tubuhnya bersandar pada ranjang.
“Memang kakak kira siapa?Maling.. mana ada maling atau pun orang jahat di rumah dengan keamanan ketat seperti ini.” Jawab Manda duduk di ranjang Keisya, lebih tepatnya di tepi ranjang.
“Bagaimana keadaan ayah dan ibu?”
“Mereka baik, aku tidak mengatakan jika kakak sedang sakit. Aku kesini karena Kak Dave sedang pergi ke kantor, dia memintaku untuk menemanimu.”
“Terimakasih sudah datang, Bagaiman dengan James dan Juan?” Tanya Keisya.
“Mereka kembali ke kota B, untuk mengurus bisnis. Oh ya kak, apa benar kakak hamil?”tanya Manda memandang perut Keisya.
Keisya mengelus perutnya dan tersenyum seraya menatap perutnya. “Benar.. baru sekitar 1/2 minggu belum kelihatan. Kau tau Manda aku tidak menyangka bisa hamil lagi secepat ini, aku sangat bahagia.” Ucap Keisya.
“Kali ini kakak harus lebih hati-hati, aku juga akan menjaga kakak dan calon keponakanku dengan baik!” Seru Manda.
“Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik.”
Keisya dan Manda mengobrol cukup lama, sampai akhirnya Keisya lelah dan tidur lagi. Selama Keisya tertidur, Manda tidak meninggalkan kamar Keisya. Dia menjaga Keisya seraya membaca novel dan duduk bersandar pada sofa yang ada di kamar Keisya.
Sore harinya Dave kembali ke kediamannya dilihatnya Manda tengah makan camilan diruang keluarga, Dave menyapa Manda lalu naik ke lantai 2 menuju kamarnya untuk melihat Keisya. Dilihatnya Keisya baru saja habis mandi.
“Kau sudah pulang?” Tanya Keisya
Dave menganggukkan kepalanya berjalan mendekati Keisya. Dia mengecup lembut bibir Keisya, setelah itu Dave langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tok Tok... Pak Moo mengetuk pintu kamar Keisya dengan hati-hati. “Tuan Nyonya, maaf mengganggu istirahat kalian. Di bawah ada Alex yang ingin bertemu dengan Tuan.” Ucap Pak Moo.
“Baiklah Pak Moo, tolong minta Alex untuk menunggu sebentar, Dave sedang mandi.” Balas Keisya pak Moo.
“Baik Nyonya.”
Sekitar 10 menit kemudian Dave selesai mandi, seperti biasa dia hanya mengenakan jubah mandinya dan keluar dengan rambut yang masih basah.
“Dave ada Alex di bawah..”ucap Keisya pada suaminya.
“Mungkin dia bersama wanita itu.” Dave memakai baju santainya dan berjalan kearah Keisya meminta bantuan Keisya untuk mengeringkan rambutnya.
“Siapa?” Tanya Keisya penasaran.
“Wanita itu, wanita yang menabrakmu anak buah Lusi. Wanita yang ingin sekali bertemu denganmu.”
“Oh aku ingat, ayo kita temui.” Ajak Keisya pada suaminya.
“Keringkan dulu rambutku. Baru kita bertemu dengannya.”
Setelah rambut Dave kering, Keisya dan Dave turun untuk menemui Stevi. Keisya melihat Stevi yang sangat memperihatinkan, banyak luka di tubuhnya mungkin dia disiksa oleh anak buah Dave. Keisya merasa sangat kasian, berbeda dengan Manda dia menatap Stevi dengan sinis dan tersenyum melihat kondisi Stevi saat ini.
“Manda.. tidak baik menatap orang seperti itu.” Ujar Keisya saat dia melihat tatapan sinis Manda pada Stevi.
“Kak di adalah orang yang membunuh keponakanku!!” Ucap Manda emosi.
“Sudah kembalilah ke kamarmu!” Tegas Keisya, akhirnya Manda mengalah dan kembali ke kamarnya.
Dave mengajak Keisya untuk duduk di sofa panjang. Alex dan beberapa bawahanya berdiri di samping kanan kiri sofa, sementara Stevi berdiri di depan sofa yang diduduki Dave dan Keisya. “Katakan, untuk apa kau mau menemui istriku!” Tegas Dave pada Stevi.
Stevi langsung berlutut di hadapan Keisya. “Maaf Nyonya, Maafkan saya. Saya bersalah telah mencelakai Nyonya, saya hanya menjalankan perintah dari Nona Lusi. Saya terpaksa melakukannya karena daya butuh uang banyak, saya adalah tulang punggung keluarga, ayah saya sudah lama terbaring koma dan saya punya ibu dan dua orang adik yang perlu saya biayai jadi saya melakukan banyak perkerjaan yang bisa mengahasilkan uang yang cukup untuk keluarga saya.” Ucap Stevi dengan berlinang air mata.
“Iyaa nyonya meskipun dengan cara yang salah, saya melakuan semua pekerjaan kotor demi mendapatkan uang. Karena jika hanya bermodal pekerjaan biasa, saya tidak akan mampu untuk menanggung hidup keluarga saya.”
“Apa keluargamu tahu dari mana kau mendapatkan uang untuk menghidupi mereka ?”
“Tidak.. mereka tidak tau, yang mereka tau saya berkerja di salah satu perusahaan besar.” Lagi lagi Stevi menjawab dengan berlinang air mata. Keisya merasa iba pada kehidupan Stevi, bagaimanapun kehidupan Keisya lebih beruntung dari Stevi.
“Aku sudah mamaafkanmu..” ucap Keisya.
“Te-Terimakasih nyonya.”
“Sebagai gantinya karena aku sudah memaafkanmu kau harus bekerja untukku.”
“Maksud Nyonya?”
Keisya menatap suaminya. Sedang Dave masih bingung apa yang di inginkan Keisya. “Dave bukankah kau bilang akan memberiku pengawal?Aku mau dia yang jadi pengawalku.” Ucap Keisya pada Dave.
“Aku memang akan memberimu pengawal tapi bukan dia.”
“Aku maunya dia!!”tegas Keisya.
Dave menatap Keisya dengan lekat, membelai rambut Keisya dengan lembut. “Baiklah jika itu maumu.” Seru Dave. “Alex !!” Dave memberikan isyarat pada Alex untuk membawa Stevi keluarga dari ruangan itu. Dengan segera Alex menyeret Stevi yang masih berlutut di depan Keisya, Alex menyeret Stevi dengan paksa.
“Loh apa yang dilakukan Alex?Aku belum selesai bicara dengan Stevi!” Ucap Keisya kesal karena Alex menyeret paksa Stevi.
“Dia akan memberikan bimbingan pada wanita itu, untuk menjadi pengawalmu dia belum layak jadi biarkan Alex membimbingnya barulah dia layak menjadi pengawalmu!” Tegas Dave dengan penuh penekanan.
“Ta-tapi .”
Dave menutup mulut Keisya yang akan berbicara dengan jari jemarinya. “Percaya padaku sayang, Alex tidak akan menyakiti wanita itu. Setelah wanita itu siap, dia kan menjadi pengawalmu.” Kata Dave meyakinkan Keisya.
“Baiklah..”
Dave dan Keisya kemudian makan malam. Manda juga ikut makan bersama Dave dan Keisya, malam ini Manda akan menginap di Villa. Karena kondisi ayah sudah semakin membaik jadi Manda tidak khawatir meninggalkan ayah dan ibu berdua saja di apartemen Keisya.
Sebulan berlalu, Ayah dan ibu sudah kembali ke desa. Ayah sudah sembuh dan merindukan perkebunan. Keisya dan Dave juga mengantar ayah sampai ke desa. Dave dan Keisya akan menginap di desa satu malam.
Keisya dan Dave tengah meminta izin pada ayah untuk pergi ke pasar malam di desa itu. Keisya sedikit ragu untuk meminta izin pada ayah, karena dari dulu dia dan Manda tidak pernah diperbolehkan untuk pergi ke pasar malam. Banyak preman yang berkeliaran di pasar malam, ayah mengkhawatirkan keselamatan putri-putrinya. Berbeda dengan Keisya yang cemas, Dave justru tersenyum manis saat meminta izin pada ayah. Tanpa pikir panjang ayah langsung memberi izin pada Keisya dan Dave. Ayah sangat yakin Dave bisa menjaga Keisya dengan baik.
Akhirnya Dave dan Keisya pergi ke pasar malam. Keisya membeli gula kapas favoritnya. “Kau mau ?” Keisya memberikan gula kapas pada Dave, tapi laki-laki itu menggeleng.
“Tuan Dave??!!” Seseorang berteriak memanggil Dave.
Bersambung..
.
.
Alhamdulillah Terimakasih masih membaca sampai ep 51 ini. Semoga kalian semua sehat selalu ❤️❤️
Iklan..
Netizen: Thor kok lo tetap semangat nulis sih, padahal novel-novel lo sepi pembaca?
Author: Karena aku suka, menulis adalah salah satu caramu menghibur diri di kala penat.