
Guys yang udah mampir klik like dan rate 5 yaa.. vote juga boleh banged π₯°
Dave memandangi istrinya yang tengah tertidur pulas, dia merasa bersalah tidak bisa menjaga Keisya dengan baik hingga kehilangan calon anaknya.
β Cup .β mengecup kening Keisya dengan lembut, lalu ia membaringkan dirinya disamping Keisya.
***
Keisya bangun lebih awal, ia melihat Dave tengah memeluknya, perlahan Keisya turun dari ranjang karena tidak mau membangunkan Dave.
Bisa bisanya dia tidur pulas seperti itu. Gumam Keisya beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia keluar kamar, berniat untuk membuatkan sarapan bagi Manda.
β Selamat pagi Nyonya, apakah tidur anda nyenyak?β Tanya Pak Moo dengan sopan.
β Tidur saya sangat nyenyak Pak, bahkan saya merasa sangat bugar seperti terlahir kembali hehe,β balas Keisya berjalan menuju dapur dan diikuti Pak Moo.
β Selamat pagi Nyonya,β Sapa seorang koki dan beberapa pelayan secara bersamaan.
β Pagi ,β memamerkan senyum manis nan elegannya.
β Ada yang bisa kami bantu Nyonya?,β Tanya Bibi Lan pelayan rumah Dave.
β Saya ingin memasak untuk sarapan,β
β Tidak perlu repot nyonya, disini sudah ada Koki yang bertugas untuk mengurus masakan,β Jawab bibi Lan.
β Iya betul, serahkan masakan pada Saya nyonya. Nyonya tingga bilang ingin di masakan apa?,β tanya Pak Chen Koki handal di kediaman Dave.
β Iya benar Nyonya, jika Tuan Muda tau nyonya di dapur nanti kami akan mendapat masalah,β sahut Pak Moo. β Apalagi tubuh Nyonya belum sepenuhnya sembuh, Nyonya jangan terlalu banyak beraktivitas dulu.,β
Sembuh?Apa Pak Moo tau aku baru saja keguguran?? Karena tidak mau memberi masalah pada pelayan dan kokinya, Keisya memutuskan untuk tidak melanjutkan niatnya.
β Baiklah Pak, saya akan percayakan semua masakan kepada Bapak,β ucap Keisya pada sang koki.
β Panggil saya Chen Nyonya, dan ini Bibi Lan. Nyonya tidak perlu sungkan pada kami,β ucapnya sopan pada Keisya.
β Baik mohon bantuannya ya semuanya untuk kedepannya,β ucap Keisya lagi lagi dengan senyuman ramah.
Pantas saja Tuan Muda sangat menyayangi istrinya, Nyonya Keisya sangat ramah. Bahkan pada pelayan rendahan seperti kami. Ucap Bibi Lan mengagumi Nyonya Muda itu.
Keisya menuju kamar Manda, untuk membangunkan Manda. Tanpa mengetuk pintu, Keisya langsung masuk ke dalam kamar Manda. Dilihatnya Manda masih tertidur pulas memeluk guling.
β Bangun anak nakal, sudah terlalu siang!β ucap Keisya mengguncang tubuh Manda.
β Ahh..β Manda mengerjapkan matanya, melihat siapa yang mengganggu tidurnya, bukanya bangun Manda malah kembali meringkuk menarik selimutnya menutupi seluruh tubuhnya.
Astaga anak ini.
β Mandaaaa!β Keisya mengguncang tubuh Manda, tidak ada respon. Akhirnya dia menarik selimut Manda.
Sontak Manda kaget dan membuka matanya, β Kakak..β ucap Manda mengucek matanya.
β Bangun, atau kamu akan terlambat ke kampus.β
β Ah maaf kak, aku merasa terlalu nyenyak tidur disini, ranjangnya empuk.β ucap Manda dengan wajah polos.
β Baiklah, segera mandi dan bersiap.β
β Okay, kak.β
Keisya meninggalkan kamar Manda, dia berkeliling rumah ditemani Pak Moo. Rumah Dave sangat mewah, dengan fasilitas yang lengkap. Ada kolam renang, ruang bioskop, ruang bilyard dan bar mini, gym dan masih banyak lagi.
β Pak Moo boleh saya bertanya?β
β Silahkan, Nyonya.β
β Apa Dave sering membawa wanita pulang?β
βSama sekali tidak Nyonya, Anda adalah wanita pertama yang dibawa pulang oleh Tuan Muda, sementara yang kedua adalah Nona Manda.β jawab Pak Moo.
β Benarkah??β
β Saya berani bersumpah Nyonya.β
***
Dave membuka matanya, tapi tidak menemukan Keisya disampinya, dia panik langsung beranjak dari tempat tidur hendak mencari Keisya, tapi langkahnya terhenti ketika melihat tas tangan Keisya masih tergeletak di sofa. Ia kemudian membersihkan diri.
Keisya yang sudah selesai berkeliling kembali ke kamarnya, dia ingin membangunkan Dave, sampai di kamar dilihatnya Dave tengah mengancingkan pergelangan tangan kemejanya, dia menatap lembut Keisya tapi tidak bersuara. Keisya menghampiri Dave membantunya memakai dasi, Dave memperhatikan bibir mungil istrinya yang merah merona. Dia menelan salivanya.
β Ayo sarapan bersama, mungkin Manda sudah menunggu diruang tamu!β ucap Keisya setelah selesai memasangkan dasi Dave.
β Apa hari ini kau mau ke butik?β tanya Dave, yang dijawab dengan anggukan Keisya.β Aku akan mengantarmu sekalian berangkat kerja, mobilmu masih di butik. Kemarin Manda di kesini dijemput Alex.β
β Baiklah,β ucap Keisya lalu meninggalkan Dave.
Dave mengikuti Keisya dari belakang, diruang makan sudah ada Manda yang menunggu sambil memainkan ponselnya.
β Manda, Kakak selalu bilang jangan bermain ponsel di meja makan!β tegur Keisya.
β Maaf kak, habis kalian lama. Aku hanya menghubungi Sasya saja.β jawab Manda.
β Pagi Manda!β sapa Dave βApa tidurmu nyenyak?Bagaimana dengan kamarmu, apa kamu menyukainya?β
β Pagi kak, sangan nyenyak kak. Aku sangat suka ruang kamarku sesuai seleraku,β
β Bagusla kalo begitu,β
Diam-diam Keisya memperhatikan keakraban Dave dan Manda, dia sangat senang melihat keduanya. Keisya mengambilkan makanan untuk Dave, selayaknya seorang istri pada umumnya.
β Manda nanti kamu berangkat ke kampus sendiri, kamu pilih salah satu mobil di garasi!β ucap Dave.
β Tidak perlu kak, aku bisa naik bus.β jawab Manda.
β Atau kamu lebih suka di antar jemput sopir, aku akan menyiapkannya.β
β Bukan begitu kak, aku lebih nyaman naik bus.β
β Tidak ada pilihan Naik bus, pilihannya hanya bawa mobil sendiri atau diantar sopir!β tegas Dave.
β Tapi kak.. ,β Manda menatap kearah Keisya semacam meminta pendapat.
Dave tahu adik iparnya tengah menatap Keisya untuk meminta persetujuan dari istrinya, Bagaimanpun Manda hanya patuh pada Keisya. β Aku sudah berbicara dengan kakakmu, dan dia mengizinkan kamu membawa mobil sendiri.β ucap Dave melirik Keisya.
Kapan dia berbicara padaku, dia suka sekali memutuskan apapun sendirian. Gumam Keisya
β Turuti saja kakak iparmu,β Sahut Keisya mengerti apa yang diinginkan Dave.
β Baiklah.β jawab Manda. β Kalo begitu aku akan mengantar kakak ke butik dulu, sebelum ke kampus.β
β Tidak perlu, aku akan mengantarnya.β
Setelah sarapan Pak Moo mengantar Manda ke garasi untuk memilih mobil, Manda memilih mobil yang paling sederhana karena dia tidak mau menimbulkan kehebohan jika membawa mobil mewah milik Dave. Pak Moo menatap kagum pada Manda yang tidak terbuai dengan kemewahan dan malah memilih mobil sederhana itu. Setelah itu Manda menuju kampusnya.
Dave mengantar Keisya ke butik, seperti biasa Leo yang menjadi supirnya. Sesekali Dave melirik Keisya yang sedari tadi hanya diam. Dave ingin membuka percakapan tapi dia bingung, harus berbicara apa.
β Aku sudah sampai.β ucap Keisya. Leo membukakan pintu untuk Keisya.
β Semoga harimu menyenangkan.β ucap Dave pada Keisya yang hendak turun seraya mencium kening Keisya.
β Kamu juga,β balas Keisya β Terimakasih Leo,β ucapnya pada Leo yang membukakan pintu.
Mobil Dave melaju meninggalkan wilayah Butik Keisya, Keisya menatap butiknya sesaat, ia masih tidak percaya bahwa dia bisa membuka butik dengan penjualan yang stabil. Belum sampai masuk ke butik, Handphone Keisya berdering. Dia menatap siapa yang tengah menelefonnya, Keisya tersenyum senang melihat ID si pemanggil.
π halo.. apa??!Baik baik, saya akan segera kesana.
Bersambung..
.
.
.
siapakah yang menelefon Keisya ???