My Dave

My Dave
Jimmy berulah



***


Club DW sangat rame penuh dengan pria dan wanita bau alkohol dimana mana, Keisya mencari ruangan yang di maksud Jimmy dengan panik dan bingung. Sementara diarah lain Alex melihat kedatangan Keisya sosok yang ia kenal.


“ Jimmy!” teriak Keisya kesal, melihat di dalam ruangan hanya Jimmy berserta dua pria dan wanita asing tidak ada Sisi, Keisya tambah kesal, “ Dimana Sisi.” bentak Keisya lagi.


“ Sayang baru datang jangan marah marah kita senang senang dulu!” Jimmy beranjak dari tempat duduknya menghampiri Keisya, melingkarkan tangannya pada pinggang Keisya mencoba memeluk Keisya.


“ Lepasin tangan kotor kamu dari aku!” Keisya marah melepas pelukan Jimmy, mendorong Jimmy hingga jatuh.


“ Pacar kamu cantik cantik tapi galak Jim.” ucap salah satu teman pria Jimm, “ Mending ajak minum Jim, biar lebih nurut.” timpa teman pria Jimmy yang satunya.


“ Perempuan murahan sok jual malah, malu malu tapi mau. Jangan berlagak lihat penampilan kamu miskin.” ujar salah satu teman perempuan Jimmy.


Jimmy memberikan isyarat pada dua temanya untuk memegang Keisya agar tidak bisa berkutit.


“ Lepasin aku, Lepasin tangan kotor kalian dari aku!” teriak Keisya dengan sekuat tenaga meronta ronta, berusaha melepaskan diri. Jimmy mendekat mengelus pipi keisya, sementara satu teman perempuan Jimmy menaruh bubuk putih ke dalam gelas yang berisi Wine.


“ Sayang menurutlah, aku akan membuatmu senang malam ini.” ucap Jimmy mengelus pipi Keisya. Keisya sudah hampir kehabisan tenaga karena meronta ronta.


“ Lepasin aku Jim, lepas kumohon.” ucap Keisya meronta.


“ Ini Jim.” teman perempuan Jimmy menyodorkan gelas wine kepada Jimmy, dengan secara paksa meminumkan wine tersebut ke dalam mulut Keisya. Kedua teman Jimmy merebahkan Keisya di sofa kursi, masih dengan memegang tangan kanan kiri Keisya sehingga Keisya tidak bisa bergerak. Teman perempuan Jimmy mengeluarkan ponsel siap untuk memvideo perilaku Jimmy, Jimmy mendekat pada Keisya sesaat mencoba melakukan hal buruk pada keisya, memaksa Keisya untuk mau melayani nafsu birahinya, saat Jimmy hendak melucuti pakaian Keisya, dengan sekuat tenaga kaki kanan Keisya menendang bagian bawah Jimmy, Jimmy mengerang kesakitan dengan marah berdiri dan menampar Keisya sembari menuang gelas wine ke tubuh Keisya, pakaian Keisya robek bagian atas, belum sampai Jimmy menyentuh Keisya suara pintu terbuka .


Brakk ...dari arah pintu terlihat Dave. Alex, Leo dan beberapa bawahan Dave. Leo segera menarik Jimmy untuk menjauh dari Keisya, begitu juga teman-teman Jimmy yang langsung di amankan oleh bawahan Dave.


“ Dave.” ucap Keisya lirih hampir kehilangan kesadaran.


Dave segera menghampiri Keisya, melepas jas yang di pakainya untuk menutupi tubuh Keisya, Dave mengangkat tubuh Keisya yang sudah kehilangan kesadaran.


“ Alex bereskan kekacauan di sini, Leo ikuti saya!” perintah Dave beranjak meninggalkan ruangan.


“ Baik, Tuan.” ucap Alex.


Dave meninggalkan Club dengan mobil yang dikemudikan oleh Leo, Keisya masih dalam keadaan tidak sadar di samping Dave. Tidur bertumpu pada paha Dave.


“ Ke Villa luxury!” perintah Dave pada Leo.


Untuk sampai Villa luxury membutuhkan perjalanan 45 menit. Saat sampai di Villa, Pak Moo sudah menunggu kedatangan Tuan Muda Villa tersebut, betapa kagetnya Pak Moo melihat Tuan Muda Dave membawa Keisya dalam keadaan tidak sadar. Pak Moo berjalan mengikuti Dave menuju kamar atas meletakan Keisya pada ranjang di dalam kamar Itu.


“ Panggilkan pelayan wanita untuk membersihkan tubuh Keisya dan mengganti bajunya, dan panggilkan Dokter kemari!” perintah Dave lepasa Pak Moo.


Tanpa menunggu lama Pak Moo segera melaksanakan perintah Dave. 10 menit kemudian Dokter datang dan memeriksa keadaan Keisya .


“ Tidak papa Tuan, bukan obat perangsang. Sepertinya dalam minuman nona ini telah di campur obat bius tapi masih tergolong dosis rendah. Nona ini akan bangun mungkin sekitar 1 jam lagi.” ucap Dokter setelah memeriksa Keisya.


Cup ...


“ Syukurlah aku tidak terlambat.” Dave mencium kening Keisya, kemudian meninggalkan kamar menuju ruang kerjanya .


***


Ruang bawah tanah milik Dave, ruangan yang berukuran sepetak sekitar 3x3 meter gelap menyerupai penjara, ada jeruji besi yang menjadi sekat ruangan itu. Disana Jimmy dan teman temanya dikurung atas perintah Alex .


“ Beraninya kalian mengurung kita disini, apa kalian tidak tahu siapa aku?” teriak Jimmy melotot kepada Alex yang berdiri di balik jeruji besi.


“ Tuan ini konsekuensi bagi orang yang berani menyentuh wanita Dave Wilson!” jawab Alex penuh penekanan.


“ Apa katamu wanita murahan si Keisya itu wanitanya Dave Wilson?” Tanya Jimmy seakan tidak percaya, “ Sialan, aku mengganggu orang yang tidak seharusnya ku ganggu.” batin Jimmy dalam hati, mendengar kata kata Alex membuat Jimmy cemas, selama ini Jimmy tahu siapapun yang berurusan dengan Dave Wilson akan berakhir tragis. Jimmy terduduk lemas memikirkan apa yang akan dilalukan Dave padanya.


***


“ Arggh.” Keisya membuka mata merasa kepalanya masih pusing, mulai mengingat kejadian tadi betapa bersyukurnya Keisya ketika Dave datang tepat waktu untuk menyelamatkan dia. Keisya mencoba beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju pintu baru saja beberapa langkah sudah terjatuh .


Brukk ..suara dari kamar Keisya berada, Dave yang mendengar segera menuju kamar. Melihat Keisya lemas memegang tepi ranjang mencoba berdiri tapi tidak mampu.


“ Keisya, apa yang kamu lakukan?Apa kamu baik-baik saja?” Dave mendekati Keisya membantu ia berdiri.


“ Kepalaku pusing Dave.” ucap Keisya lirih karena masih lemas.


“ Istirahatlah, aku akan menemanimu disini.” ujar Dave membantu Keisya beristirahat kembali.


“ Terimakasih sudah menyelamatkanku, Dave.” ucapnya menatap Dave dengan penuh syukur.


Dave memeluk Keisya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Keisya merasa nyaman dalam pelukan Dave, jantung Keisya berdetak lebih cepat dari biasanya. Setelah melepaskan pelukan Dave, Keisya memejamkan mata dan kembali tertidur. Dave menatap Keisya yang terlelap dengan lembut.


“ Ini aneh.” ucap Dave pada dirinya sendiri. “Apa aku menyukainya?” batin Dave. Kemudian melangkah meninggalkan ruangan Keisya, menuju kamar disamping ruangan Keisya ya untuk tidur. Dave mencoba memejamkan mata, tapi tidak bisa tidur, mengingat kejadian di Club tadi


Flashback oN


“ Tuan, Nona Keisya disini.” Alex berbisik pada Dave yang saat itu sedang berbincang dengan klien.


“ Apa yang di lakukanya di sini?” tanya Dave.


Alex kemudian menceritakan apa yang dilakukan Keisya di Club Dave, termasuk nomor ruangan dimana Jimmy menjebak Keisya dan apa yang akan dilakukan Jimmy. Mendengar hal itu raut wajah Dave memerah padam geram, merasa marah. Dave segera mengakhiri pertemuan dengan klien dan menuju ruangan dimana Keisya berada.


Flashback end


***