My Dave

My Dave
Keisya dan Kakek John



***


Author Pov


Keisya menyenderkan kepalanya di bahu Dave, dia menikmati camilan seraya menonton film..


“Aku bosan, aku mau tidur saja.”Ucap Keisya meninggalkan sofa ruang tamu, setelah film yang dia tonton selesai.


Dave mematikan laptopnya dan mengikuti Keisya yang masuk ke kamar. Keisya sudah masuk ke dalam selimutnya. “Sayang?” Panggil Dave pada Keisya.


“Apa?”


“Bagaimana kau bisa tidur seperti itu saat ada aku di sampingmu?” Tanya Dave yang sudah berbaring di sebelah Keisya.


“Biasanya juga seperti ini.” Jawab Keisya.


“Tapi Kei..”


“Tapi apa?” Keisya berbalik dan menatap Dave yang juga sedang miring menatapnya.


Cup.. kecupan manis di bibir Keisya. Keisya tau kode dari Dave, dia sudah menyadari dari tadi Dave ingin meminta jatah malamnya. Keisya pun mendekatkan dirinya pada Dave, mereka berciuman dan malam yang panjang baru saja di mulai.


Setelah hampir satu setengah jam bercinta, Dave pun tumbang di samping Keisya. “Sayang, kau selalu membuatku senang.” Ucap Dave menghujani wajah Keisya dengan ciuman.


Keisya merekatkan dirinya di pelukan Dave. “Aku mencintaimu, Dave!” Ucap Keisya.


“Aku lebih mencintaimu, Kei!” Balas Dave.


Dave dan Keisya akhirnya tidur terlelap.


Pagi harinya Alex sudah menyiapkan sarapan dan ganti untuk Dave dan Keisya. Sebelum berangkat kerja Dave lebih dulu mengantarkan Keisya pulang ke Villa.


“Hati-hati di jalan Dave.” Ucap Keisya.



“Majulah sedikit!” Ucap Dave. Keisya pun memajukan wajahnya sampai hampir masuk ke dalam mobil, Dave langsung mengecup bibir Keisya. “Hari ini tidak perlu ke butik, kau dirumah saja. Tunggu aku pulang!”


“Baiklah.”


Setelah berpamitan pada istrinya Dave melajukan mobilnya meninggalkan komplek Villa luxury, sementara Keisya masuk ke dalam rumah. Keisya melihat kakek John tengah berbincang dengan pak Mo. Pak Mo yang menyadari kehadiran Keisya langsung menyapa majikannya itu dengan sopan. “Selamat datang kembali Nyonya.” Ucap pak Mo yang langsung diangguki sopan oleh Keisya.


“ Pak Mo dan Kakek John sedang apa?” Tanya Keisya.


“Kami hanya sedang berbincang santai Nak Keisya. Nak Keisya sendiri baru pulang?Dimana Tuan Dave?” Kakek John bersuara.


“Iya Kek, kebetulan semalam saya dan Dave menginap di apartemen saya. Sekarang Dave pergi ke kantor, banyak kerjaan yang menumpuk karena kemarin Dave tidak masuk kerja.”


“Wah, sayang sekali nak Keisya saya tidak bisa bertemu tuan Dave lagi. Padahal saya ingin sekali menyapa, tidak enak sudah menumpang lama tapi belum bertemu dengan pemilik rumah.”


“Kakek santai saja, masih banyak kesempatan untuk bertemu Dave. Kakek tidak perlu khawatir, kakek bisa tinggal disini sampai kapanpun kakek mau.”


“Terimakasih, Nak.”


“Kakek jangan sungkan, kalau begitu kakek apakah mau mengobrol dengan Keisya?”


“Boleh, nak.”


“Baik, nyonya. Saya akan sialan teh dan camilan ringan.”


Keisya mengangguk, setelahnya Keisya dan kakek John menuju taman belakang. Duduk di gasebo dan mengobrol. Keisya menceritakan awal mule pertemuannya dengan Dave, kehidupan keluarga Keisya dan masa kecil Keisya pada kakek John. Mereka menjadi terlihat sangat akrab. Kakek juga menceritakan banyak hal kepada Keisya. Semenjak tinggal di Villa luxury, kakek John sangat dekat dengan Manda. Kakek bahkan sering ikut kemanapun Manda pergi. Sekarang kakek tinggal di rumah karena Manda harus kuliah, untung saja Keisya pulang jadi kakek John tidak begitu kesepian.


“Apa kamu sudah memeriksa kehamilanmu nak?” Tanya kakek John melihat perut rata Keisya.


Keisya menggelengkan kepalanya. “Belum Kek, mungkin minggu depan.”


“Kata Manda kamu ingin anak laki-laki, apa kakek boleh tau alasannya?”


Keisya pun tersenyum, “Sebenarnya anak laki-laki atau perempuan tidak masalah Kek, Keisya akan sangat menyayangi anak yang lahir entah itu laki-laki atau perempuan. Tapi jika bisa memilih, Keisya mau anak pertama laki-laki, kemudian kelak jika masih di beri kesempatan untuk mengandung lagi Keisya mau anak kedua perempuan. Jika anak sulung laki-laki dia akan tumbuh menjadi pria yang kuat dan bisa melindungi adiknya kelak.”


“Oh, bagus itu Kei. Kakek akan ikut mendoakan semoga anak pertama yang lahir laki-laki. Jadi, bisa langsung menjadi penerus grup Wilson.”


“Ah, aku tidak berpikiran jauh sampai ke penerus segala Kek. Lagipula selama menikah Dave belum pernah menceritakan tentang keluarganya, padahal aku ingin mengenal keluarganya. Aku juga ingin memberi salam pada ayah dan ibu mertuaku.” Ucap Keisya sedih.


“Bersabarlah nak. Mungkin Tuan Dave menunggu waktu yang tepat untuk mengenalkan mu pada keluarganya.”


“Iya, Kek. Kakek sendiri bagaimana hubungan kakek dengan cucu kakek?”


“Kakek masih dalam rencana untuk menemui cucu kakek, kakek akan membuat perhitungan dengannya.”


“Kakek juga yang sabar yaa.”


Sampai waktu makan siang Keisya dan kakek John masih berbincang di taman belakang. Sampai akhirnya Keisya mendapat telfon dari Dave, Dave meminta Keisya untuk tidur siang. Setelah mendapat telfon dari Dave, Keisya mengakhiri waktu bersantainya bersama kakek. Dia kemudian menuju ke kamarnya untuk tidur siang. Keisya memang sengaja tidak makan siang karena merasa masih kenyang.


***Grup Wilson***


Setelah menelefon Keisya, Dave makan siang bersama klien. Saat menelefon Keisya tadi, Dave memang baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan klien. Sesudah makan siang dan klien telah pergi, Dave kembali ke ruangannya. Dia bersender di kursi kebesarannya.


Tok tok..


“Masuk!”


Leo pun masuk , “Tuan, ini laporan untuk persiapan ulang tahun grup Wilson semua sudah selesai.”


“Oke, bagaimana dengan gaun yang aku pilih?”


“Sudah kami siapkan Tuan.”


“Jangan sampai ada yang terlewat, aku ingin mengenalkan Keisya pada publik saat hari itu.”


“Baik, Tuan.”


Setelah Leo keluar dari ruangan Dave, dia kembali duduk santai di kursi kebesarannya.


Sebentar lagi semua orang akan tau siapa nyonya Wilson yang sesungguhnya. Gumam Dave dalam hatinya.


Dave kembali ke posisi siap, memeriksa pekerjaan yang belum terselesaikan. Hari ini dia ingin pulang tepat waktu. Semenjak Keisya hamil Dave selalu berusaha untuk pulang tepat waktu, walaupun kenyataanya masih saja ada kerjaan atau pertemuan dengan klien yang memaksa dia untuk lembur dan pulang terlalu larut. Untung saja sebagai istri, Keisya selalu bisa memahami kesibukan Dave yang juga seorang Presdir perusahaan besar. Dave melihat data dari calon anak magang. Disana tertulis data “Amanda Louis.” .


Dave menggelengkan kepalanya saat melihat data dari adik iparnya itu, “Bagaimana dia tetap melalui jalur formal?Padahal dia akan magang di perusahaan kakak iparnya sendiri. Dia kan hanya perlu mengajak padaku dan langsung masuk kerja saja.”


Dave langsung menandatangani berkas permohonan magang dari Manda. Dia juga memberi tahu sekertaris ya bahwa Manda adalah adik iparnya. Seketika sekertaris Dave langsung kaget, yang dia tau selama ini Dave masih lajang. Bagaiamana seorang pria lajang memiliki adik ipar.


Bersambung..