My Dave

My Dave
Ulang tahun Grup Wilson



Dave langsung menenangkan Keisya yang sedang marah. “Kei, tenanglah. Kendalikan emosimu, kau sedang hamil.” Ucap Dave.


“Kalau kau tau aku sedang hamil, kenapa mempersulitku?”


“Maaf, aku terbawa suasana. Aku senang melihatmu bergonta-ganti baju, kau sangat cantik dengan semua baju-baju itu.”


“Kau kurang kerjaan saja, jadi mau dress yang mana?” Tanya Keisya.


“Bungkus semuanya!” Perintah Dave pada pelayan butik.


“Apaa???Untuk apa semuanya?Satu saja sudah cukup.” Kata Keisya.


“Apa maksudmu cukup, kedepanya kau akan memerlukan baju-baju itu.”


Keisya dibuat bingung dengan ucapan Dave. “Untuk apa?Lagi pula itu baju pesta bukan untuk baju harian.”


Dave pun berjongkok di depan Keisya, dia mengeluarkan cincin yang ada di saku jasnya. “Keisya Louis maukah kamu menua bersamaku.” Ucap Dave mengeluarkan cincinnya.


“Dave, apa yang kau lakukan?” Tanya Keisya heran dengan kelakuan Dave, suasana yang harusnya romantis pun ambyar di oleh pertanyaan Keisya.


“Keisya aku sedang melamarmu, apa kau tidak tau??Kau tidak lihat aku mengeluarkan dua cincin?”


“Untuk apa melamarku?Kita kan sudah menikah.” Jawab Keisya dengan polosnya.


Dave pun kembali berdiri, tidak cocok sepertinya bermain romantis-romantis an dengan Keisya. “Mana tanganmu?”


Keisya mengulurkan tangannya, lalu Dave memasangkan cincin di jari manis Keisya. “Gantian, kau pasangkan punyaku.” Ucap Dave, Keisya pun menurut.


“Sudah.” Ucap Keisya.


“Keisya Louis mulai hari ini sampai seterusnya sampai ajal memisahkan kita, jangan pernah melepas cincin ini. Maaf aku terlambat memberikannya, harusnya aku memberikannya saat pertama kali kita menikah.” Ucap Dave menunduk.


Keisya meraih tubuh Dave dan langsung memeluknya. “Terimakasih Dave.” Ucap Keisya.


Dave merekatkan peluknya pada Keisya. “Kei , kita umumkan pernikahan kita yaa?”


“Hm.”


Dave menganggap hm dari Keisya adalah jawaban persetujuan Keisya untuk mempublikasikan pernikahan mereka. Dave meminta Keisya untuk memakai dress yang cantik, sedangkan Dave juga berganti pakaian.


Setelah berganti pakaian Dave mengajak Keisya ke tempat konferensi pers yang sudah di siapkan oleh Leo. Keisya yang tidak tau apa-apa itu hanya menuruti Dave yang memintanya untuk tersenyum manis kepada awak media. Selama 15 menit Dave mengumumkan pernikahannya dengan Keisya kepada media, Dave juga menceritakan betapa dia sangat mencintai Keisya. Media pun memberi tanggapan baik dengan apa yang dikatakan Dave, konferensi pers itu berjalan lancar. Setelah dari konferensi pers Dave mengajak Keisya untuk makan malam romantis di salah satu restoran mewah yang sudah di pesannya. Hanya ada Keisya dan Dave di restoran yang sudah di dekor dengan romantis itu.


“Dave, hari ini kamu memberiku banyak kejutan. Terimakasih.”


“Asal kamu bahagia sayang, mulai hari ini semua orang tau kau adalah istriku. Jadi, jangan pernah tundukan kepalamu. Kau harus berjalan dengan tegap kemanapun kamu pergi.”


“Jadi, ini maksudmu aku akan memerlukan dress-dress yang aku coba tadi?”


Dave mengangguk. “Ya, kau akan menemaniku saat ada acara jamuan-jamuan penting.”


“Apa aku tidak memalukan?”


“Tidak!!Jangan pernah berfikir kau memalukan ataupun tidak cocok denganku, kau hanya perlu ingat satu-satunya wanita yang cocok untuk menjadi pendampingku hanya kamu!”


Keisya tersenyum bahagia. “Aku tau.” Jawab Keisya. Sesudah makan malam romantis itu, Keisya dan Dave pulang ke Villa luxury. Jika dulu, Keisya mungkin akan membungkus makanan enak yang baru saja di makannya untuk Manda. Tapi sekarang keadaan sudah berubah dia dan Manda bisa makan apapun makanan enak dan mahal yang diinginkan.


***


Manda melihat berita tentang Dave dan Keisya yang mengumumkan pernikahan mereka. Jelas saja Manda sangat senang, akhirnya Keisya resmi menjadi nyonya Wilson dan diketahui oleh semua orang. Manda tidak lagi khawatir dengan orang luar yang akan mengganggu Keisya. Apalagi pelapor.


“Kakek itu adalah kakak iparku!” Manda menunjukkan pada kakek John, Dave dan Keisya ada di layar televisi.


“Kakak iparmu tampan dan berwibawa.” Ucap kakek John, “Pasti menurun dari keluarganya.”


“Entahlah kek, aku dan kakak belum pernah bertemu keluarga kak Dave.” Ucap Manda sendu.


“Apa menurut kakek, keluarga kak Dave akan menerima kami?” Tanya Manda pada kakek John.


“Tentu saja, kenapa tidak?” Kakek John menjawab dengan tenang.


“Tapi keluarga kami berbeda dengan kak Dave, perbedaan kasta terlihat nyata.”


Kakek John memberi Manda semangat. “Kamu tenang saja Manda, kakek yakin keluarga kakak iparmu akan dengan senang hati menerima kalian.”


“Semoga saja begitu Kek.”


***


Dave dan Keisya kembali ke Villa luxury sudah tengah malam. Mereka langsung membersihkan diri dan tidur. Pagi harinya Dave pergi ke kantor, Manda dan Keisya pergi ke butik dengan dikawal oleh Stevi. Sementara kakek John pamit pada Manda akan mengunjungi kerabat dekatnya.


Saat di butik Keisya memeriksa stok baju, dan Manda menghitung penghasilan bulanan.


“Stevi.. Kau tidak perlu mengikuti.” Ucap Keisya pada Stevi yang sedari tadi mengikutinya kesana kemari.


“Menjamin keselamatan nyonya adalah tugas saya.” Ucap Stevi.


Keisya memutar bola matanya dan mengangkat jari telunjuknya, menunjukkan pada Stevi dimana sekarang mereka berada.


“Meskipun hanya di butik, saya tetap harus berada disamping nyonya, ini perintah dari Tuan Dave!” Tegas Stevi.


Keisya menghela nafasnya, dia malas berdebat dengan Stevi. Karena bocah itu sama keras kepalanya seperti Dave, sekali A tetap A. “Terserah kau saja.”


Manda memeriksa pemasukan butik bulan ini, keuntungannya meningkat dari bulan lalu. Semenjak memasang iklan, butik Keisya semakin ramai dikunjungi orang. Biaya iklan yang mahal juga masih setimpal dengan penghasilan yang mereka dapatkan. Baju-baju di butik Keisya memang sedikit berbeda dari butik lain, karena bajunya hasil dari produksi dan desain sendiri. Dan dibuat dengan limited edition, setiap model hanya ada 4 potong baju. Jadi akan sangat kecil kemungkinan pembeli memakai baju yang sama. Tidak sia-sia saat kuliah Keisya juga mengambil kursus fashion design di saat hari libur.


1minggu kemudian hari jadi Grup Wilson. Keisya dan Dave sudah siap datang ke acara bersejarah perusahaannya itu. Sampai di lokasi acara yang merupakan juga merupakan salah satu hotel milik grup Wilson. Dave menggandeng Keisya memasuki hall, semua mata tertuju pada Dave dan Keisya. Dave mengajak Keisya untuk menyapa tamu-tamu penting. Keisya nampak elegan sekali, meskipun berasalal dari kalangan rendah tapi Keisya bisa menempatkan dirinya dengan baik sebagai istri Dave dan juga nyonya Presdir.


Leo menghampiri Dave dan membisikkan sesuatu di telinga Dave. “Sayang aku harus menemui tamu penting sebentar untuk membicarakan bisnis.” Ucap Dave pada Keisya.


“Pergilah Dave.”


“Aku akan panggil Stevi untuk menemanimu!” Ucap Dave lagi.


Keisya mengangguk, “Oke, aku baik-baik saja sendiri. Jangan khawatir.”


Dave langsung meninggalkan Keisya, setelah Dave pergi seraya menunggu Stevi Keisya berkeliling hall.


Seorang perempuan sengaja menabrak Keisya sampai dia hampir terjatuh, untung saja ada perempuan paruh baya yang menahan tubuh Keisya.


.


.


Bersambung..


Terimakasih yang sudah membaca, jangan lupa pencet like dan tinggkan komentar.


Vote


Vote


Vote


Vote yaaa ...


Sambil menunggu novel ini update kalian bisa juga baca novelku yang lain. Judulnya “Menikahi lelaki pilihan kakek” . Bercerita tentang seorang perempuan bernama Aira Nabila Tanisha dan lelaki yang bernama Adam Ruhby Hanggara..