My Dave

My Dave
S2 Kakek pulang



Leo dan anggota King yang lain mengurus bangkai mobil Dave sebelum pagi. Mereka harus menghilangkan jejak atau membuat jejak jika mobil itu bukan mobil Dave. Intinya agar terhindar dari kepolisian. Seperti keinginan David dan Jasson, mereka ingin menyelidiki sendiri apa yang terjadi pada Dave.


“Leo aku dan kak David akan pulang sekarang, kabari aku perkembangan disini.” Ujar Jasson.


“Baik, Tuan muda.”


Jasson lebih dulu mengantar David, berulah ia pulang ke Villa. Sekitar pukul 04:00 pagi Jasson baru sampai di Villa luxury.


Ia langsung menuju ke kamarnya. Saat Jasson masuk ke dalam kamarnya tiba-tiba lampu kamarnya menyala. Ia pun terlonjak kaget.


“Manda.” Jasson terkesiap melihat Manda duduk di atas tempat tidur. Perempuan itu habis menyetuh saklar lampu kamar Jasson yang berada di sebelah tempat tidur.


“Kau darimana saja?” Tanya Manda dengan tatapan menyelidik. Ia berjalan mendekati Jasson lalu memutari Jasson dan mencium aroma tubuh Jasson memeriksa apakah laki-laki itu habis minum atau tidak.


“Aku tidak minum.” Jasson bisa membaca gerak gerik Manda yang mengendus aroma tubuhnya.


“Kenapa kau belum tidur?” Tanya Jasson, ia tidak menjawab pertanyaan Manda.


“Jangan mengalihkan pembicaraan, aku tanya kau dari mana?” Manda kembali ke tempat tidur dan duduk. Ia bersedekap sambil menatap tajam Jasson.


Jasson melepas jasnya dan membuangnya ke sofa. Sambil melonggarkan dasinya Jasson berjalan mendekati Manda. Ia pun menarik sofa kecil untuk ia gunakan duduk di depan Manda.


“Aku dari tempat kak David.” Jawab Jasson.


“Bohong!” Manda tidak percaya.


“Aku bersumpah.” Jasson tidak bohong ia memang dari tempat David untuk mengantar David pulang.


“Jangan bohong!Aku sudah tau, apa yang terjadi pada kak Dave?” Tanya Manda. Ia sudah tau sesuatu terjadi pada Dave. Manda tidak sengaja mendengar percakapan Juan dan James saat dirinya akan memanggil Juan. Namun, Manda tidak bertanya pada Juan karna ia yakin Juan akan berkilah. Lebih baik bertanya pada Jasson.


Jasson bangkit berdiri, ia kemudian mengaktifkan mode kedap suara ruang kamarnya. Manda menjadi semakin yakin terjadi sesuatu pada kakak iparnya.


Jasson kembali duduk. “Kau tau darimana?” Tanya Jasson.


“Jadi benar, terjadi sesuatu dengan kak Dave?” Jasson pun mengangguk seolah mengatakan benar.


“Tapi, itu belum bisa dipastikan. Aku yakin kakak ipar selamat.” Sahut Jasson kemudian. Ia tidak mau Manda khawatir.


“Apa yang sebenarnya terjadi?Katakan padaku semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun!” Perintah Manda.


“Bolehkah aku membersihkan diriku dulu, aku sudah tidak tahan, badanku terasa lengket semua.” Pinta Jasson. Sejak kemarin ia belum mandi dan baru saja pulang dari lokasi kecelakaan Dave.


Manda melihat penampilan Jasson memang kusut. Ia pun mengangguk menyetujui Jasson.


“Baiklah, tunggu aku.” Jasson mengelus kepala Manda.


***


Keesokan paginya.


“Dimana Manda?” Gumam Keisya tidak melihat Manda dikamarnya. Ia sambil menggendong Boy, awalnya Keisya berniat membangunkan Manda.


Keisya pun turun ke ruang makan untuk sarapan. Ia tidak melihat Juan dan James disana. “Dimana si kembar pak Mo?” Tanya Keisya.


“Tuan muda Juan dan tuan muda James sudah berangkat setengah jam yang lalu, nyonya.” Jawab pak Mo.


“Kalau Manda?” Tanya Keisya.


“Em..itu-.” Pak Mo baru saja akan menjawab pertanyaan Keisya namun maid datang menghampiri.


“Ada apa?” Tanya Keisya.


“Tuan besar sudah kembali, Nyonya.” Jawab maid.


“Kakek.” Gumam Keisya yang langsung berjalan ke pintu utama menyambut kedatangan kakek John.


“Bagaimana kabarmu, Kei?” Tanya kakek seraya mengambil alih Boy dari gendongan Keisya.


“Baik, Kek.” Keisya gugup ia bingung akan menjawab apa jika kakek menanyakan Dave, pasalnya suaminya itu tidak pulang semalam. Jika kakek tau Dave tidak pulang tanpa alasan yang jelas kakek bisa marah pada Dave.


“Dimana yang lainnya?” Kakek heran kenapa sepi. Biasanya pagi hari sangat ribut karna ulah si kembar dan Manda.


“Juan dan James sudah berangkat ke kantor, kek.”


“Manda?Jasson?”


“Keisya baru akan memeriksa kamar Jasson.” Jawabnya.


Kakek membawa Boy ke ruang keluarga. Sementara Keisya pergi ke kamar Jasson untuk membangunkan Jasson. Namun, kamar Jasson terkunci dari dalam. Ia pun kembali menemui kakek.


“Jasson masih tidur, Kek. Sepertinya dia semalam pulang telat.” Kakek pun mengangguk mengerti. Akhirnya Keisya sarapan bersama kakek.


Keisya merasa aneh mengapa kakek tidak menanyakan Dave. Kakek seakan sudah tau jika Dave tidak berada di Villa.


“Lanjutkan sarapanmu!” Ucap Kakek seraya bangkit berdiri. Kakek mendapat telepon, ia pun menghentikan sarapannya dan menjauh dari Keisya untuk menjawab telepon itu.


“Pak Mo, aku sudah selesai. Aku akan kembali ke kamar Boy.” Keisya menyelesaikan sarapannya yang baru setengah. Ia merasa tidak berselera hari ini. Keisya kepikiran Dave yang tidak bisa dihubungi sejak semalam.


***


Manda menggeliat pelan, ia pun mengerjapkan mata dan terbangun. Ia terbangun di pelukan Jasson, lelaki itu mendekap tubuh Manda dan melingkarkan tangannya di bahu Manda.


Manda pun mengingat jika dirinya tertidur setelah kelelahan menangis karna cerita Jasson. Jasson mengatakan kecelakaan yang menimpa Dave sedetail mungkin sesuai apa yang Jasson ketahui.


“Kau sudah bangun?” Jasson membuka kedua matanya sempurna. Ia terbangun karna Manda terus bergerak berusaha melepaskan diri dari dekapan Jasson.


“Kenapa kau tidak membawaku ke kamarku?” Tanya Manda. Ia pun duduk tegak.


“Maaf, aku juga sangat lelah. Aku pun sama sepertimu ketiduran.” Jawab Jasson seraya bangkit duduk. Ia menyenderkan punggungnya pada kepala tempat tidur.


“Kau tidak macam-macam, kan?” Manda melihat tubuhnya masih berpakaian lengkap dan menghela nafas lega.


“Tidak, aku hanya akan macam-macam setelah kita menikah.” Jawab Jasson serius.


“Sekarang bagaimana aku keluar dari kamarmu?” Manda bingung, ia takut Keisya tau dia tidur di kamar Jasson. Keisya pasti memarahi Manda.


“Entahlah, bagaimana kalau kita tidur lagi?” Goda Jasson.


“Jangan gila kamu, kita harus mencari kak Dave.”


“Aku bercanda.” Jasson lebih dulu turun dari tempat tidur.


“Kau mau kemana?” Tanya Manda.


“Mandi, apa kau mau ikut?” Ucapan Jasson langsung mendapat lemparan bantal dari Manda. Lelaki itu sigap menangkap bangak yang Manda lempar.


“Jangan galak-galak, sayang.” Ujarnya sebelum akhirnya masuk ke kamar mandi.


Sementara Jasson membersihkan diri, Manda menyelinap keluar dari kamar Jasson. Ia melirik kanan kiri melihat apakah ada seseorang yang melihat nya keluar dari kamar Jasson. Setelah memastikan keadaan aman Manda pun langsung berlari secepat kilat keluar dari kamar Jasson menuju kamarnya.


Sampai di kamar bukannya bernafas lega Manda malah mendapat pelototan tajam dari Kakek. Ternyata kakek John menunggu Manda di kamarnya.


“KA..kakek.” Ucap Manda terbata-bata. Ditambah lagi keadaan Manda masih bermuka bantal khas orang bangun tidur.


.


.


.