My Dave

My Dave
Sangat Merindukanmu



Manda berlari meninggalkan ruang keluarga tanpa menyapa Jasson. Keisya dan Jasson bisa memahami tingkah Manda, keduanya tau Manda pasti masih marah dengan Jasson.


“Sabar, Manda hanya butuh waktu.” Ucap Keisya menepuk bahu Jasson yang langsung diangguki Jasson.


“Biar aku yang periksa kak.” Kata Juan meninggalkan ruang keluarga langsung menyusul Manda kekamarnya.


“Kemana Juan akan menyusul Manda kak?” Tanya Jasson.


“Kekamarnya, biarkan saja. Ayo lebih baik kita ngobrol lagi.” Keisya mengajak Jasson, James dan Sasya untuk duduk dan mengobrol.


‘Jadi Juan tidak hanya bebas keluar masuk rumah ini. Tapi bebas keluar masuk kamar Manda?’ Batin Jasson, dirinya merasa kesal dengan Juan yang bisa dengan mudahnya menyusul Manda di kamarnya.


***


Tok..


Tok..


Tok..


Juan mengetuk pintu kamar Manda, ia bisa mendengar Manda menangis dari celah pintu kamar yang tidak ditutup rapat. “Bolehkah aku masuk?” Tanya Juan.


Juan tidak menunggu jawaban Manda, ia langsung masuk kamar Manda. Perlahan Juan melangkah mendekati Manda yang sedang menangis di bawah selimut.


“Kenapa menangis?Bukankah harusnya kau bahagia?Kau merindukannya kan?” Juan duduk di tepi ranjang.


Manda pun membuka selimutnya, terlihat kepala Manda menyembul keluar. “Aku bahagia, sangat bahagia akhirnya dia kembali!” Seru Manda.


“Lalu apa yang kau tangisi?”


“A-aku terharu, aku tidak menyangka dia tumbuh dengan baik dan menjadi sangat tampan.” Jawab Manda jujur, seraya mengusap air matanya.


“Hahaha. Kakakku memang sudah tampan sejak lahir.” Jawab Juan bangga. Juan bersaudara memang dianugerahi wajah yang sempurna.


“Juan, apa dia kesini untuk menemuiku?” Tanya Manda.


“Kurasa tidak.” Jawab Juan.


“Kurasa dia kesini untuk menemui tunangan kecilnya.” Lanjut Juan.


“Itu aku Juan.” Cebik Manda memukul kepala Juan dengan bantal.


“Hahaha, apa aku harus mulai memanggilmu kakak ipar?” Ledek Juan pada Manda.


Jasson berniat menyusul Manda dan Juan, ia ingin menjelaskan pada Manda. Tapi tak disangka Jasson malah melihat keakraban Manda dan Juan. Lagi-lagi Jasson merasa cemburu, ia pun memilih kembali ke ruang keluarga dengan mengepalkan tangannya.


***


Keisya, Manda, dan Jasson makan malam bersama. James, Juan dan Sasya sudah pulang sebelum jam makan malam. Selama makan malam tidak ada percakapan antara mereka, karena Keisya melarang mengobrol saat di meja makan.


“Kakak, akan kembali ke kamar. Kalian mengobrol lah.” Ucap Keisya. Ia ingin memberi waktu pada Manda dan Jasson untuk menyelesaikan masalah di antara keduanya. Menurut Keisya banyak hal yang perlu dibicarakan Jasson pada Manda


“Baik, Kak.” Jawab keduanya.


Setelah sampai di kamar Keisya menghubungi suaminya.


***


Dave sedang berada di jet pribadinya. Ia akan kembali ke kota S setelah menyelesaikan pekerjaanya.



Ia melihat panggilan masuk dari istrinya dengan cepat Dave mengangkat panggilan istrinya.


📞 Haloo sayang?.


📞 Hallo Dave, apa aku mengganggu mu? (Tanya Keisya dari seberang).


📞 Tidak sayang, aku senang kau menelefon. Apa kau merindukan ku?.


📞 Aku sangat merindukan mu Dave, bisakah kau pulang cepat. (Rengek Keisya dari seberang sana).


📞 Em aku tidak bisa janji sayang, tapi aku usahakan pulang secepatnya setelah urusan disini selesai. (Dave sengaja tidak memberitahu Keisya bahwa dirinya sudah dalam perjalanan pulang, Dave ingin memberi kejutan pada Keisya).


📞 Baiklah, aku menunggumu.(balas Keisya kecewa)


📞Ya sudah aku tutup dulu, tidurlah sudah malam.


Setelah mengakhir panggilan telepon dari Keisya, Dave senyam-senyum sendiri.


.


.


Bersambung.