My Dave

My Dave
Bab Kembalinya Dave



Cup... Keisya mengecup bibir Dave sekilas. “Semoga lancar, Dave.”


“Pasti sayang.” Membalas dengan mengecup kening Keisya. Lalu beralih menciumi pipi gembul Boy, “Daddy berangkat kerja dulu, Boy.”


“Semangat Daddy.” Ucap Keisya menirukan suara bayi.


“Aku jalan sayang.”


“Hati-hati.”


Dave bersama Alex dan Jack berangkat menuju Group Wilson. Dalam perjalanan Dave memeriksa kembali laporan yang di berikan Leo beberapa saat yang lalu.


“Bagaimana dengan orang itu?”


“Sudah kami amankan, Tuan.”


“Bagus, bawa ke King. Aku sendiri yang akan mengurusnya.”


“Baik, Tuan.”


***


Kakek John tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi Robert saat Dave datang. Kakek merasa apa penderitanya mengurus Group Wilson selama Dave pemulihan terbayar sudah saat melihat raut wajah ketakutan Robert.


“D-Dave, kau baik-baik saja?” Tanya Robert terbata-bata.


“Seperti yang paman lihat, saya baik-baik saja. Memang paman pikir saya tidak baik-baik saja?” Pancing Dave seraya mendudukan dirinya di kursi yang sudah di siapkan Leo. Tepatnya berada di sebelah kakek John.


“Bukankah kau kecelakaan?”


“Kecelakaan?? Siapa yang bilang, saya baik-baik saja dan baru pulang berlibur.” Jawab Dave santai.


“Saya ‘kan sudah bilang tuan Robert, tuan Dave sedang berlibur. Anda yang tidak percaya, buang-buang waktu saja rapat kali ini.” Kesal salah satu direksi.


“Benar, saya bahkan langsung terbang dari luar negeri ternyata apa?Tidak penting sekali rapat kali ini, tuan Dave bahkan baik-baik saja. Lalu apa yang perlu dikhawatirkan?” Sahut dewan direksi yang lain.


Dave tersenyum tenang mendengar direksi yang mulai memojokkan Robert.


“Tidak, apa yang ku katakan benar. Dia memang kecelakaan dan ikut terbakar mobilnya.” Bela Robert saat situasi tidak menguntungkan untuknya. “Kau, siapa kau?Kau pasti bukan Dave!” Tuding nya pada Dave.


Dave terkekeh, “Paman, sepertinya karena paman sudah tua paman jadi tidak bisa mengenali keponakan sendiri.” Ejek Dave.


Ckckck .. Beberapa orang terliat menertawakan Robert.


“Jika kau memang berlibur, kenapa istrimu tidak ikut?kenapa istrimu hanya di Villa?Coba kau jelaskan itu!” Robert menunjuk layar lebar yang memperlihatkan Keisya sedang menimang Boy.


“Itu?” Dave menunjuk layar lebar dengan kro telunjuknya.


“Iya, juga mobilnya yang jatuh ke jurang. Coba kau jelaskan pada kami.” Tantang Robert.


“Oh, oke.”


Kata Dave santai sambil menjulurkan tangan kanannya ke atas dan menjentikan jari telunjuknya. Secepat kilat Jack sudah berada di sebelah Dave dengan membawa puluhan map coklat, Dave mengambil salah satu map coklat itu dan melemparkan nya ke arah Robert. “Sebelum saya menjelaskan, tidakkah paman yang harus lebih dulu menjelaskan.” Smirk Dave.


Selain itu Jack juga langsung membagikan map coklat yang ia bawa kepada anggota dewan direksi. Beberapa langsung membuka map itu.


“I-ini? Bagaimana mungkin? kau..” Robert tidak percaya Dave bisa menemukan kebusukannya. Ia langsung kaget usai memeriksa map yang dilemparkan Dave padanya.


“Jadi, penyebab gagalnya proyek negara B itu kau, Robert?” Tanya salah satu dewan direksi.


“Kau bahkan menggelapkan dana, tidak bisa dipercaya.” Sahut yang lainnya.


Ya, map yang di lemparkan Dave pada Robert dan yang di bagikan Jack pada anggota rapat adalah bukti-bukti Robert dalam menggelapkan dana perusahaan, juga beberapa bukti Robert mensabotase proyek perusahaan di negara B hingga Group Wilson sempat mengalami guncangan.


“Hm, kau memang tidak seperti ayahmu, Robert. Kau penuh dengan ketamakan dan rasa dengki.” Ucap kakek John seraya berdiri, “Paman kecewa padamu, bahkan kau rela menjatuhkan keluargamu sendiri demi kepentinganmu, mulai saat ini kau bukan lagi bagian dari Group Wilson!” Tegas kakek John lalu meninggalkan ruangan rapat di ikuti oleh Leo.


“Saya permisi, Tuan.” Pamit Leo pada Dave dan diangguki oleh Dave.


“Tidak, paman. Ini salah paham paman.” Robert mengejar kakek John namun dihalangi oleh Jack dan Alex.


Kacau, rapat itu menjadi kacau. Satu persatu anggota direksi meninggalkan ruang rapat setelah memberikan kepercayaan penuh pada Dave untuk mengurus Robert. Sementara Robert, ia duduk lemas di lantai. Semua orang yang semula mendukungnya mengabaikannya, bahkan berbalik menjilat pada Dave.


“Bawa dia, Jack!”


“Baik, Tuan.” Jack menyeret Robert yang tidak melalukan perlawanan sedikitpun keluar dari ruangan.


“Sekarang bagaimana, Tuan?” Tanya Alex.


“Selidiki siapapun yang sempat memihak Robert dan menentang kakek, aku akan menendang mereka semua keluar dari Group Wilson. Sudah saatnya membersihkan sampah.” Kata Dave tajam dan tegas.


“Baik, Tuan.


.


.


.


.