
“Nona apa yang anda lakukan?” Ucap perempuan paruh baya itu pada perempuan muda yang menabrak Keisya dengan sengaja. “Nona harus minta maaf kepada nona ini.”
“Untuk apa minta maaf?Dia pantas mendapatkannya.” Ucap perempuan muda yang namanya adalah Sena.
“Maksud anda Nona?” Tanya Keisya.
Sena menatap sinis Keisya. “Kau tanya apa maksudku?Perempuan sepertimu pantas untuk di dorong, kau bahkan tidak selevel dengan Dave. Bagaimana bisa Dave menikahi perempuan sepertimu?”
Sepertinya Nona ini salah satu penggemar Dave..
“Memang apa salahnya menikahi perempuan seperti saya?” Tanya Keisya dengan tenang.
“Tentu saja salah, kau jelas kampungan, tidak cantik, tidak jelas asal-usulnya, tidak cocok dengan Dave yang lahir di keluarga terpandang!” Sena menghina Keisya.
Baiklah, seberapa nona ini akan menyerangku. Aku ingin lihat seberapa gigih dia.
Keisya masih dengan sikap tenang. “Lalu jika saya tidak pantas menikah dengan Dave, apa anda pikir anda pantas menikah dengan Dave?”
Dengan bangga sena menjawab Keisya. “Tentu saja, aku lebih pantas menikah dengan Dave dari pada dirimu. Keluargaku dan Dave sama-sama terpandang, kami sederajat!”
Oh, jadi dia membanggakan keluarganya yang sederajat dengan Dave. Dia pikir aku peduli apa?
Keisya menyunggingkan bibirnya nampak seulas senyum manis dari wajah Keisya. “Tapi sayang sekali ya Nona, meskipun anda lebih pantas untuk menikah dengan Dave tapi kenyataannya sayalah yang menjadi istri sah Dave!” Ucap Keisya masih dengan ketenangan meskipun sedikit penekanan.
“Kau!Beraninya kau pamer padaku.” Sena mulai geram dengan sikap tenang Keisya, apalagi Keisya mampu menghadapi hinaan sena.
Kau marah bukan?coba mau menghinaku lagi?
“Sayang sekali Nona, saya tidak berniat pamer sama sekali. Saya hanya mengatakan kenyataanya!”
Sena masih tidak diam dan menerima kekalahan, dia masih saja ingin menghina Keisya. “Kau tidak usah terlalu senang, meskipun sekarang kau istri Dave. Cepat atau lambat Dave pasti mengerikan perempuan sepertimu.”
Hahaha, cerai mulutmu itu. Jika Dave mau kuceraikan sudah dari dulu kami bercerai. Kau bahkan tidak tau dia memohon untuk aku tidak menceraikannya.
“Baiklah, jika nona begitu yakin Dave bisa menceraikan saya Nona berusaha saja. Tapi jangan terlalu berharap takutnya sakit jika tidak sesuai harapan.” Balas Keisya masih dengan senyuman manis.
Sena lagi-lagi tidak menyangka dengan jawaban Keisya. Niat awalnya adalah menjatuhkan mental Keisya dengan menghina Keisya, malah sekarang dirinyalah yang merasa terhina.
Bagaimana nona cantik?Apa anda sudah kalah?
“Maaf, jika sudah tidak ada hal lain apa nona bisa bergeser sedikit?Nona menghalangi jalan saya!” Keisya mengusir Sena secara halus, Sena memang berdiri tepat di depan Keisya dan menghalangi jalan Keisya.
Sena bergeser ke samping menghindar dari hadapan Keisya, dan Keisya pun melangkah. Tapi bukannya menghindar untuk pergi Sena malah menyusun rencana licik, setelah Keisya melangkahkan kakinya dia sengaja menghadang kaki Keisya dengan kakinya dan membuat Keisya menabrak pelayan yang membawa nampan wine, Keisya yang hampir terjatuh itupun tertumpah wine yang di bawa sang pelayan, untung Stevi datang dan sigap menahan Keisya. Jadi, Keisya tidak jatuh ke lantai hanya gaun malamnya kotor. Sementara pelayan yang ditabrak Keisya tersungkur ke pantai dan terluka. Perempuan paruh baya yang tadi membantu Keisya pun juga langsung menghampiri Keisya yang hampir jatuh lagi. Perempuan paruh baya itu membantu Keisya mengelap gaun malamnya yang kotor karena tumpahan wine dengan tisu.
“Saya tidak papa. Terimakasih.” Ucap Keisya pada perempuan paruh baya itu. Keisya langsung menghampiri pelayan yang jatuh karena tertabrak dirinya. “Anda tidak papa?Maafkan saya.” Ucap Keisya pada pelayan itu dengan berjongkok agar sejajar dengan si pelayan yang terduduk di lantai.
“Tidak papa Nona, tapi gaun anda kotor karena wine yang saya bawa. Saya yang harusnya minta maaf.” Ucap pelayan dengan suara bergetar karena takut Keisya akan menyalahkanya.
“Tidak papa, hanya gaun. Aku bisa berganti nanti, kau terluka?” Keisya melihat luka memar di tangan pelayan itu karena saat terjatuh si pelayan membentur meja.
“Hanya luka kecil Nona, tidak masalah.” Pelayan yang masih duduk di lantai itu membersihkan le hanya yang terkena pecahan gelas.
Keisya memberi isyarat pada Stevi agar dia mencari orang untuk membatu si pelayan. Dengan cepat dan arahan Stevi beberapa pelayan datang dan membantu pelayan itu. Setelah pelayan itu pergi, Keisya bangkit dari jongkoknya. Keisya lalu berjalan menuju tempan Sena yang sedang tertawa bersama sahabatnya melihat Keisya yang kacau dengan gaun kotor.
Plakk... tamparan keras mendarat di pipi sena. Keisya menampar Sena dengan keras, orang-orang yang tadi memperhatikan Keisya dari saat Keisya beradu mulut dengan Sena lagi-lagi dibuat kaget dengan Keisya.
“Kau!Berani sekali kau menampar ku.” Ucao sena seraya memegangi pipinya yang memar dengan tamparan Keisya.
Tanpa menjawab Keisya menampar sena lagi. Plakkkk... kali ini tamparan kedua tepat di tempat yang sama dengan tamparan pertama.
Semua tamu menjadi berkerumun melihat keributan itu. Tapi tidak ada yang berani mendekat sama sekali.
“Saya memang tidak tau siapa nona, yang saya tau Nona berniat mencelakai Nyonya saya!” Tegas Stevi.
“Sudahlah Stevi, para tamu memperhatikan kita.” Lirih Keisya mendekati Stevi yang amarahnya mulai memuncak.
Keributan itu pun memicu tamu-tamu penting untuk mendekat termasuk orang tua Sena yang juga seorang Dewan. “Sayang, kenapa kau terlihat kacau?” Tanya Dewan Ye yang juga Ayah Sena.
“Ayah.. Kedua perempuan itu menindasku.” Rengek Sena pada ayahnya.
Dewan Ye berjongkok untuk membantu Sena berdiri. Lalu menatap tajam Keisya dan Stevi. “Berani sekali kalian mengganggu putriku!Kalin tidak tau siapa aku?”
“Tidak tau!!Dan saya juga tidak ingin tau!” Jawab Stevi.
“Kalian lihat saja, bagaimana aku menangani kalian. Aku akan menjebloskan kalian ke penjara!”
“Silahkan saja!Jika anda bisa!” Lagi-lagi Stevi menjawab dengan santai. Sementara Keisya dan para tamu hanya diam memperhatikan.
“Tuan, sepetinya Tuan tidak bisa memutuskan masalah sepihak sebelum bertanya pada semua pihak yang berkaitan.” Ucap Keisya dengan sopan.
“Kau tidak perlu menggurui ku. Aku sudah tau kau yang menampar putriku, lagi pula siapa kau beraninya menampar putri seorang dewan.” Ucap Dewas Ye sinis.
Stevi menjawab. “Tuan?Apa anda tidak melihat berita?Apa anda sama sekali tidak tau nona ini siapa?saya takut anda menyesal setelah kejadian ini.” Ucap Stevi.
Dewan Ye tidak memperdulikan omongan Stevi, dia tetap bersikeras memenjarakan Keisya. “Aku tidak peduli siapa kalian, yang jelas kalian salah. Aku akan memenjarakan kalian sampai kalian membusuk di penjara. Pengawal bawa mereka!” Tegas Dewan Ye memerintah pada pengawalnya untuk menyeret Keisya dan Stevi.
Sena pun senyum penuh kemenangan melihat ayahnya yang akan memenjarakan Keisya dan Stevi. Sementara Stevi masih berdiri dengan santai dan Keisya sendiri juga tenang meskipun sudah di pegangi oleh dua pengawal dari Dewan Ye siap menyeret Keisya.
“Siapa yang berani memenjarakan cucu menantuku?” Suara dari lelaki tua yang berjalan mendekat ke arah keributan. Lelaki tua itu memakai setelan jas yang sangat elegan dan berjalan dengan bantuan satu tongkat klasik mewah.
.
.
.
Bersambung..
Vote
Vote
Vote
Like
Like
Like
Komentar
Komentar
Komentar
Baca novel ku yang satunya juga ya guys..
Menikahi lelaki pilihan kakek ceritanya lebih ringan..